
Segalanya seakan tidak pernah berubah dan kesunyian malam terus menghantuiku.
Aku tahu bahwa aku tidak seberuntung orang lain tetapi aku tidak mengerti mengapa hal buruk terus menghampiriku. Aku terus berpikir bahwa segala hal buruk yang selama ini terjadi padaku suatu saat akan berubah menjadi keberuntungan yang akan menyelamatkanku dan membawaku menuju kebahagiaan terbesarku. Aku percaya jika aku terus berusaha melakukan yang terbaik maka suatu saat hal buruk tersebut akan hilang dari hidupku serta keberuntungan akan terus menyelimuti hidupku.
Sinar matahari mulai menghilang pertanda malam akan datang. Aku berada di kosanku sembari mencari lowongan pekerjaan yang ada di internet. Aku akhirnya ditelepon oleh graciella yang merekomendasikan lowongan pekerjaan sebelumnya dan ia memberikan kabar tentang hasil lowongan kerja tersebut.
"Maaf lily tentang lowongan pekerjaan kemarin kamu tidak diterima," ujar graciella sembari merasa cemas.
"Aku tidak diterima ya? baiklah tidak apa apa terima kasih buat sudah berusaha dan kamu tidak usah cemas kamu tenang saja," kataku dengan langsung memutuskan sambungan telepon.
"Ha ha ha ha sampai kapan hal ini akan terus terjadi! mengapa harus aku yang mendapatkan hal buruk? mengapa tidak orang lain saja yang terkena hal buruk dan apakah hal buruk ini tidak akan berakhir? baiklah aku tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya dan aku untuk sekarang aku mau tidur saja," tuturku sembari berbaring di atas kasur serta aku merasa air mata mengalir keluar dari mataku.
"Lily apakah kamu masih mau tidur terus menerus?" kata seorang pria berusaha membangunkanku.
"Hmm kamu siapa dan aku masing mengantuk sekarang sebaiknya kamu pergi sana," ujarku sembari berusaha menjauh darinya.
"Ayo bangun, ayo bangun, ayo bangun," ucap pria itu berulang ulang untuk berusaha membangunkanku.
"Kamu ngapain sih ngangguin aku terus kamu mau apa di kamarku dan kamu siapa?" tanyaku dengan wajah kesal.
"Makanya kamu bangun dulu dan aku mau bicara padamu," kata pria tersebut sambil terus menerus menganggu tidurku agar aku terbangun dari tidur pulasku.
"Iya aku akan bangun dan aku akan mengusirmu dari sini," ujarku sembari berusaha membuat diriku sadar sepenuhnya dan melihat sekitar.
"Apakah kamu sudah sepenuhnya sadar?" tanya pria itu sambil terus menatapku.
__ADS_1
"Hey kamu kan james hermes yang kemarin menyelamatkanku dan mengapa kamu ada di kamarku?" jawabku sambil terus menatapnya karena aku bingung mengapa ia datang ke tempat tidurku.
"Tentu saja aku adalah james dan kamu adalah lily orang yang aku tolong kemarin, aku kemari ingin memberitahukanmu sesuatu," tutur james.
"Cepat beritahu sekarang juga," ucapku.
"Aku cuman mau memberitahumu bahwa sesulit apapun hal buruk yang kamu alami kamu jangan menyerah," kata james sambil mencubit pipi manisku.
"Jadi jika hal buruk terus menghampiriku dan aku harus tidak menyerah sampai kapan?" seruku dengan wajah kesal.
"Setiap orang itu memiliki keunikannya masing masing. Beberapa orang terlahir sangat beruntung dan sisanya tidak tetapi dari pada semua hal tersebut hal buruk dan keberuntungan adalah bagian hidup yang harus kita jalani dan pada akhirnya semua yang kita alami adalah tentang cerita bagaimana kita hidup," tuturnya dengan tersenyum.
"James tolong jelaskan dengan sederhana padaku karena aku kurang mengerti apa maksud dari semua ini," ujarku dengan kebingungan.
"Yang terpenting adalah jalani saja hidup ini dengan sepenuh hati," ucap james.
"Adehh pusing aku menjelaskannya padamu.
Lebih baik aku akan membantumu agar kamu bisa menjalani hidupmu dengan sepenuh hati dan jika kamu membutuhkan sesuatu kamu tinggal datang saja padaku nanti akan aku berikan padamu," katanya sambil terus menerus menatap ke arah mataku.
"Dengan senang hati aku akan terus datang meminta bantuan kepadamu," ucapku dengan tersenyum ceria.
"Mengapa kamu senang sekali hanya karena aku mau membantumu? kamu seperti ingin membuatku menjadi terkena banyak kesulitan," tutur james sembari mengerutkan dahinya.
"Tidak itu bukan apa apa, jangan terlalu dipikirkan ya," kataku sembari tertawa kecil.
__ADS_1
"Oh iya aku lupa bilang sama kamu tentang hal ini dari tadi yaitu aku cuma mau bilang ke kamu agar kamu segera bangun untuk bersiap untuk pergi kuliah serta jalani harimu dengan semangat ya," ujar james tersenyum manis.
"Apa yang sebenarnya maksudmu james? Bukankah kamu sudah melihat bahwa dari tadi aku sudah sepenuhnya sadar dan sudah terbangun," kataku dengan penuh keheranan.
"Bangun sekarang juga!" tegas james dengan wajah seperti harimau yang ingin menerkam mangsanya.
Seketika aku terkagetkan olehnya dan terbangun dari tidur pulasku sembari melihat mengapa ada seperti air mata di bantalku dan juga aku akhirnya menyadari bahwa yang kualami adalah sebuah mimpi yang sangat aneh karena aku menangis dan juga memimpikan james hermes. Bagaimana mungkin aku bisa memimpikan tentang james hermes seperti aku sedang merindukannya dan apa yang salah denganku yang mengira bahwa itu adalah kenyataan. Yah sudahlah aku tidak akan terlalu memperdulikan hal tersebut. Karena hari sudah pagi maka aku harus bersiap siap untuk pergi kuliah dan aku akan berusaha menemukan pekerjaan agar aku dapat memenuhi kebutuhanku.
** Sementara itu james hermes sedang dihadapkan pada sebuah konflik
"James kamu sudah tahu kan bahwa ini adalah proyek besar dan mengapa kamu ingin pergi sekarang?" teriak salah seseorang dalam sebuah pertemuan tertutup.
"Aku tentu saja tahu ini adalah sebuah proyek besar yang dapat mengubah arah ekonomi dunia tetapi mengapa aku harus tetap berada disini? bukankah ini sudah hampir selesai dan kalian tentu bisa menyelesaikan masalah lainnya kan?" tutur james dengan sikap tenangnya.
"Justru karena ini sudah mau selesai maka harus kita segera selesaikan dan james walau kamu telah melakukan yang lebih dari seharusnya maka kamu memang layak meminta untuk pergi duluan tetapi jika dengan adanya kamu kita bisa melakukan dengan cepat dan baik. Mohon pengertiannya untuk keberhasilan proyek yang selalu kita harapkan," katanya sambil berusaha menyakinkan james untuk tidak meninggalkan ruangan pertemuan.
"Baiklah aku akan berada disini hingga proyek selesai dan setelah hal ini selesai aku akan langsung pulang," ucapku sembari melihat ke arah orang orang yang berada di dalam ruang pertemuan.
"Terima kasih atas pengertiannya!" tegasnya.
Setelah beberapa hari kemudian proyek tersebut akhirnya selesai dan aku langsung pulang ke east kalimant city serta aku juga telah menghubungi sekretarisku untuk menjemputku di bandara. Sesampainya aku di east kalimant airport aku pun langsung menuju tempat penjemputan dan langsung bertemu dengan sekretaris roy.
"Bos selamat datang kembali dan bagaimana penerbangannya bos?" ucap sekretaris roy.
"Kali ini penerbangannya tidak banyak guncangan dan berjalan lancar," tuturku.
__ADS_1
"Bos mau langsung pulang atau mau ke tempat lain lagi terlebih dahulu?" tanya sekretaris roy.