Super Calm CEO

Super Calm CEO
Siapa Kamu!?


__ADS_3

Sinar matahari telah terbit dan hampir menerangi segala sudut ruangan. Mataku mulai terbuka sedikit demi sedikit hingga akhirnya aku terbangun dari tidur nyenyakku sembari melihat sekeliling dan seketika aku sadar bahwa aku tidak tidur di kamarku melainkan di kamar tidur orang lain dan juga betapa kagetnya aku ketika melihat ada pria tidur di sampingku.


"Siapa kamu!?" teriakku sambil berusaha membangunkan pria tersebut.


"Oh halo lily, selamat pagi bagaimana kabarmu?" tanyanya sambil tersenyum.


"Aku tanya siapa kamu dan aku sedang ada dimana sekarang!?" tegasku mengulang pertanyaan sebelumnya.


"Baiklah baiklah jangan marah marah ya masih pagi nih, nama ku James Hermes dan kamu sedang berada di kamar tidurku," ujarnya sambil menatapiku.


"Bagaimana bisa aku berada di kamar tidurmu apa yang sebenarnya terjadi?" tanyaku dengan penuh keheranan.


"Apakah kamu mau mendengar kisah menarik yang terjadi semalam? apakah kamu benar benar yakin nih?" tanyanya dengan tertawa kecil.


"Memangnya apa yang terjadi semalam, aku yakin mau dengar yang sebenarnya dan awas aja ya kalau kamu bohong," kataku sambil menatapinya.


"Oke deh ini kuceritain tapi kamu jangan protes sebelum ceritanya selesai atau nanti ngak akan kukasih tahu seluruhnya," ujarnya.


"Iya iya aku ngak protes asal kamu bicara yang sebenarnya, cepat beritahu aku apa yang terjadi semalam," kataku dengan tidak sabar untuk mengetahuinya.


"Semalam kamu berlari lari hingga tersandung batu dan jatuh kearah jalan yang kebetulan mobilku sedang lewat dan ketika aku mengecek apa yang terjadi ternyata kamu sudah pingsan dan suhu tubuhmu tinggi sekali jadi karena merasa kasihan aku membawamu ke rumahku dan aku memanggilkan dokterku untuk mengecek kondisimu dan kamu terkena demam tinggi dan kelelahan yang membuatmu pingsan, itulah yang terjadi semalam," ujarnya sambil menaruh tangannya di dahiku untuk mengecek suhu tubuh dan kondisiku sekarang.


"Terima kasih karena telah menolongku sebelumnya, jika bukan kamu yang disana aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku," kataku sambil menganggukan kepala.


"Sudahlah itu bukan apa apa, yang terpenting kondisi kamu sekarang sudah membaik,"


katanya dengan senyum manisnya.


"Oh iya, tadi kamu memanggil namaku kan kamu dari mana tahu namaku," ujarku dengan penuh keheranan.

__ADS_1


"Tentu aku mendapatkan namamu dari segala data dan informasi yang tersebar kemudian dirangkum dan hasilnya aku mendapatkan data data pribadimu," ujarnya.


"Bukannya itu tidak boleh dilakukan kan hal itu dapat menganggu orang lain," tanyaku.


"Tentu saja seharusnya tidak boleh dilakukan, tetapi semalam jika tidak kulakukan aku khawatir kamu akan berada dijalanan karena tidak mungkin aku mengizinkan sembarang orang masuk ke rumahku," jawabnya sambil terus menatapiku.


"Mengapa kamu dari tadi terus menatapiku? kan aku sudah berterima kasih karena telah menolongku, dan juga aku akan segera pulang ke kosanku," ujarku sembari menurunkan selimut.


Ketika aku ingin segera kembali ke kosanku aku akhirnya sadar dan terkejut karena alasan james terus menatapiku karena aku hanya mengenakan bajunya dan aku tidak tahu dimana pakaianku berada dan bagaimana bisa aku mengenakan bajunya.


"James dimana pakaianku dan bagaimana bisa aku memakai bajumu?" tanyanya dengan raut wajah kesal.


"Pakaianmu basah kuyub karena terkena hujan dan bagaimana kamu memakai bajuku kamu juga pasti sudah tahu kira kira yang terjadi semalam," kata james dengan tertawa kecil.


"Jadi kamu telah melihat semuanya, apakah kamu ada melakukan hal lainnya," tanyaku dengan raut wajah sedih.


"Tidak apa apa jika hanya itu yang terjadi, lagipula aku berterima kasih sebesar besarnya karena telah menolongku," kataku dengan tersenyum.


** Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu dan masuk seorang gadis sambil membawa pakaian yang ternyata pakaianku.


"Tuan ini pakaian yang tuan kasih semalam sudah saya bersihkan dan rapikan," ujarnya.


"Baiklah terima kasih telah mengantarkannya dan sekarang kamu boleh kembali," kata james sambil memberikan pakaian itu kembali padaku.


"Baiklah kamu juga keluar sana aku mau mandi dan juga bersiap siap," ujarku pada james sambil mengantarkannya keluar pintu kamar.


Setelah james keluar dari ruangan kamar akupun berjalan menuju kamar mandi sambil memperhatikan betapa luasnya dan mewahnya kamar tidur ini dan juga ketika masuk kedalam kamar mandi tidak mengagetkan lagi bahwa kamar mandinya jauh lebih luas dari seluruh ruanganku dalam kosanku. Aku menikmati mandi pagiku sembari terus berpikir mengapa james menolongku dan juga mengapa dia begitu baik padaku. Pada akhirnya jika aku benar benar ingin mengetahuinya aku harus bertanya langsung pada james. Setelah selesai mandi dan berpakaian akupun memutuskan untuk langsung pulang ke kosanku. Akupun keluar dari kamar dan setelah itu aku melihat gadis yang mengantar pakaianku tadi berada didepan pintu kamar.


"Nona lily mohon ikut saya menuju tempat tuan james untuk sarapan," ucapnya dengan lembut.

__ADS_1


Karena tidak baik menolak ajakan orang yang telah banyak membantuku akhirnya aku setuju dan mengikuti gadis tersebut melewati ruangan ruangan luas dan berisi barang barang mewah hingga akhirnya sampai di ruang makan yang pastinya luas dan mewah.


"Lily ini sarapanmu kamu bisa pilih yang mana kamu suka," kata james sambil membantuku menyiapkan sarapan.


"James, setelah sarapan aku akan langsung pulang ke kosanku," kataku.


"Mari nikmati sarapan dahulu dan kalau ada yang kamu ingin bicarakan nanti kita bicara setelah sarapan ya," ujar james sambil terseyum.


** Setelah sarapan selesai pembicaraan kami pun dimulai dengan pertanyaan dari james


"Kamu bukannya masih kuliah kan? mengapa kamu pulang kekosanmu?" tanya james.


"Aku mau mengambil buku buku dan materi yang dibutuhkan buat nanti kuliah," jawabku.


"Kamu sekarang ada kesibukan apa selain kuliah," tanya james dengan penasaran.


"Sekarang aku cuman kuliah tetapi sebelumnya aku sempat mengajar les," kataku.


"Jika kamu tidak ada kesibukan lain bagaimana jika kamu bekerja untukku?" saran james kepadaku.


"Pekerjaan apa yang cocok untukku?" ujarku dengan rasa gugup.


"Kamu tidak perlu gugup aku tidak akan memberikan pekerjaan yang aneh aneh kok, tapi untuk saat ini kamu tidak bisa melaksanakannya jadi aku memutuskan untuk mengajarimu agar nantinya kamu bisa melaksanakan pekerjaanmu," kata james dengan senyum manisnya.


"Baiklah aku pikir itu adalah ide yang bagus dan sekarang aku akan pergi untuk kuliah," tuturku sambil beranjak untuk pergi.


"Jarak dari sini ke jalan utama itu cukup jauh, jadi bolehkah saya mengantarkan kamu?"


mohon james padaku.

__ADS_1


__ADS_2