
Angin bertiup pelan sembari matahari mulai menyinari dunia dengan indah terangnya. Aku bertemu dengan celine yang merupakan sahabatku. Kami bertemu di depan salah satu gedung yang berada dalam kawasan kampus kami. Karena hari masih terlalu pagi untuk memulai pembelajaran kuliah maka aku dan celine memutuskan untuk pergi berjalan santai ke arah taman untuk menghirup udara segar di pagi hari serta melihat lihat keindahan bunga.
"Lily lihat itu!" seru celine tergesa gesa mengajakku untuk memperlihatkannya.
"Memangnya ada apa disana?" tanyaku.
"Coba kamu perhatikan bukannya cowo itu mirip sekali ya dengan pacarmu dan dia sedang memegang tangan seorang perempuan," tutur celine sembari memperhatikan cowo yang ada di tengah tengah taman.
"Bukan mirip tetapi itu memang dia adalah anthony," ucapku sambil berusaha untuk menjauh.
"Apa!? jadi dia bermain dengan wanita lain ya? akan aku beri pelajaran dia sekarang juga," ujarnya dengan perasaan marah.
"Jangan ganggu dia karena aku dan anthony tidak ada hubungan apa apa lagi," kataku sembari menarik tangan celine untuk menjauh.
"Tapi mengapa? apa kalian putus? kapan kalian putus? bagaimana itu bisa terjadi?"
tanya celine penuh penasaran dan perasaan geram karena hal tersebut.
Aku pun menjelaskan apa yang terjadi antara aku dan anthony minggu lalu dan setelah itu aku dan celine menuju kampus untuk mengikuti kelas pembelajaran.
Dosen yang mengajar kami di kelas sangat peduli terhadap masa depan kami sehingga hampir setiap pertemuan ia selalu mengingatkan dan memotivasi kami agar menjadi manfaat bagi banyak orang.
Bahkan terkadang ia memberikan pembelajaran pengalaman hidup yang sesungguhnya serta ia sering menanyakan kepada kami apa cita cita dan tujuan hidup kami.
"Apa tujuan hidup kamu?" tanya dosen kepada seluruh orang yang berada di dalam ruangan ini.
"Tujuan hidup saya adalah untuk membahagiakan orang tua saya pak," kata graciella.
"Saya ingin diakui dan dikenal oleh semua orang pak," ucap john dengan suara lantang.
"Tujuanku adalah untuk menemukan cinta sejati dan berjuang bersama untuk mengatasi masalah yang akan datang," kata budi dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
"Saya ingin membantu orang yang kurang beruntung agar mendapat dukungan yang bisa membantu hidupnya," ujar anny dengan wajah yang penuh kebaikan.
"Aku ingin menjadi kaya raya dan disegani oleh semua orang," tutur richard dengan penuh semangat.
Setiap orang yang berada di ruangan itu memberitahukan apa tujuan mereka masing masing.
Hampir seluruh orang di sana memiliki tujuan yang rata rata pasti ke arah pada kesuksesan.
"Setiap orang yang ada di ruangan ini tentu memiliki tujuan hidup yang bagus dan menarik tetapi jika kalian benar benar ingin meraih kesuksesan itu maka teruslah berusaha menjadi lebih baik dari yang kemarin dan juga jangan pernah menyerah karena jika anda menyerah maka habislah segalanya serta ingatlah bahwa segala hal yang ada di dunia ini pasti berlalu jadi ingatlah kehidupan yang akan anda kenang," kata pak dosen sembari memeperhatikan kami.
"Baik pak!" seru kami serentak
Setelah jam pembelajaran berakhir aku dan celine memutuskan untuk makan siang di kantin.
"Lily kamu mau makan apa? hari ini aku traktir kamu," ujarnya.
"Eh betulan nih? makasih ya kalau begitu aku pesan soto ayam aja deh," kataku sambil memegang menu makanan.
Aku dan celine menyantap makan siang bersama sama. Setelah makan siang celine dihubungi oleh orang tuanya untuk langsung kembali ke rumahnya karena ada beberapa urusan keluarga sambil menunggu jemputannya datang kami sedikit berbincang bincang.
"Celine kamu kamu ditelepon oleh siapa?" tanyaku.
"Oh yang barusan menelponku itu adalah orang tuaku dan mereka menyuruhku untuk kembali lebih cepat karena ada urusan keluarga," ujar celine.
"Jadi kapan kamu dijemput?"
tuturku sembari melihat jam tanganku.
"Sekitar setengah jam lagi akan sampai disini. Oh iya aku baru ingat mau menanyakan kenapa kamu tidak pergi untuk mengajar les? biasanya kamu akan langsung pergi untuk mengajar les kan?" tanyanya penasaran.
"Iya biasanya aku memang begitu tapi karena murid bersangkutan ingin mengganti guru jadi aku tidak dapat mengajarnya lagi," ucapku dengan nada yang terdengar sedih.
__ADS_1
"Jadi bagaimana kamu dapat memenuhi kebutuhan sehari harimu jika kamu tidak bekerja?" tanya celine kebingungan.
"Dia tetap memberikan gaji penuh walaupun aku sudah tidak mengajar lagi," jawabku.
"Syukurlah kalau seperti itu tapi apakah kamu sudah merencanakan untuk berikutnya?"
tuturnya dengan nada cemas.
"Tenang saja nanti pasti aku akan menemukan pekerjaan lainnya dan segalanya akan kembali seperti semula," ujarku dengan penuh percaya diri.
"Baiklah kalau kamu memang menyakini begitu dan jika kamu memerlukan bantuan jangan sungkan untuk menghubungiku ya?" ucapnya sambil mendukungku.
"Kalau kamu sudah bilang begitu maka aku akan sangat mengucapkan terima kasih jika suatu saat nanti kamu bisa membantuku dan begitu juga aku akan membantumu jika kau membutuhkan bantuanku," kataku sembari tersenyum.
"Tentu saja kita harus saling tolong menolong dikarenakan kita adalah sahabat selamanya!"
seru celine.
"Iya pastinya, eh ngomong ngomong itu yang datang ke arah kita bukannya mobilmu ya?" ujarku sembari menunjuk mobil yang datang ke arah kami.
"Benar itu mobil jemputanku telah datang jadi aku pulang duluan ya sampai jumpa lily," katanya sembari masuk ke dalam mobil.
"Sampai jumpa juga celine," ucapku sambil melambaikan tangan.
Setelah itu aku pergi keluar dari kawasan kampus untuk mencari lowongan pekerjaan. Aku mendatangi berbagai tempat mulai dari pertokoan hingga perkantoran tetapi semuanya gagal dikarenakan beberapa tidak mau menerimaku dan sisanya berada diluar kemampuanku.
Pada akhirnya karena tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai aku pun kembali ke kosanku untuk beristirahat dan aku akan melanjutkannya besok.
Keesokan harinya saat di kampus aku menanyakan lowongan pekerjaan kepada beberapa kenalanku hingga pada akhirnya aku menemukan pekerjaan yang sesuai denganku dan direkomendasiin oleh temanku tetapi dia mengatakan akan memerlukan beberapa waktu serta dia juga mengatakan kemungkinan aku diterima pekerjaan tersebut tidak sepenuhnya terjamin walau begitu aku memutuskan untuk menunggu hasil tersebut.
Hari hari terus berlalu tanpa disadari aku terus menjalani kuliah seperti biasanya.
__ADS_1
Hingga akhirnya aku menyadari bahwa kondisi keuanganku yang terus menipis dikarenakan aku tidak memiliki pekerjaan sampingan lagi seperti yang sebelumnya dan aku terus memikirkan bagaimana caranya untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari harinya. Pada akhirnya hasil lowongan pekerjaan yang direkomendasiin temanku belum kunjung keluar dan aku pun berinisiatif untuk pergi ke tempat lainnya yang sebelumnya belum ku kunjungi untuk mencari pekerjaan paruh waktu dan setelah pencarian yang cukup lama aku belum juga menemukan pekerjaan yang cocok denganku.