
Aku terus berpikir mengapa dia selalu membantuku dan bahkan ia rela mengorbankan waktunya yang berharga.
Aku tahu dia pasti bukan orang biasa itu dikarenakan kekayaannya yang ada dirumah ini saja sudah hampir sebanyak orang terkaya di negeri ini tetapi namanya tidak pernah masuk dalam daftar nama orang orang terkaya di negeri ini dan aku hanya bisa mengira bahwa ia adalah salah satu orang penting dari orang orang yang berpengaruh di dunia ini.
"Apakah kita bisa pergi sekarang?" tanya james sambil menarik tanganku untuk pergi.
"Bagaimana jika aku pergi dengan diantar oleh supirmu? dengan begitu aku tidak akan menyusahkanmu dan juga tidak akan menghabiskan waktumu," tuturku sambil berusaha melepaskan genggaman tangannya.
"Apa sebenarnya maksudmu berkata seperti itu?" tegas james sambil melihat ke arah mataku.
"Mengapa terus membantuku dan bahkan mengorbankan waktumu yang berharga hanya untukku? ucapku dengan sedikit perasaan cemas.
"Bukankah orang baik akan menolong orang orang disekitarnya dan bukankah aku juga termasuk orang baik?" tanya james.
"Tentu kamu termasuk orang baik tetapi kamu terlalu baik hingga terkadang membuatku cemas karena aku khawatir akan apa yang kamu lakukan untuk tujuanmu yang sebenarnya hingga kamu terus menerus membantuku seakan kamu mengawasiku," ujarku sambil berusaha mengalihkan pandanganku darinya.
"Jika aku berbuat baik dan terus membantumu dengan suatu tujuan tertentu apakah ada yang salah dengan hal tersebut?" tutur james sambil berusaha terus menerus menatap wajahku.
"Jadi kamu mengakui bahwa kamu membantuku karena kamu memiliki tujuan tertentu," ucapku dengan sedikit perasaan marah.
"Aku ini orang yang cukup baik tetapi tidak mungkin juga jika aku mengorbankan banyak waktu dan tenagaku tanpa sebuah tujuan tertentu dan tentu saja tujuan tersebut juga akan berguna untukmu nantinya," tuturnya sambil tersenyum manis.
"Terus mengapa kamu memilih aku? bukankah masih banyak orang lain yang lebih baik dariku?" tanyaku dengan rasa penasaran.
"Itu karena aku tahu bahwa kamu memiliki tekad yang kuat walau banyak hal buruk datang menimpamu dan juga karena kebetulan juga kamu tersandung dan jatuh kearah mobilku kemarin," kata james sambil tertawa kecil.
"Baiklah lakukan saja sesukamu dengan tujuanmu itu akan aku anggap sebagai balasan kebaikan karena telah menolongku," ujarku.
James dan aku berjalan dari ruangan yang satu ke ruangan lainnya hingga kami sampai di garasi yang penuh dengan mobil mobil mewah tentunya.
"Kamu mau naik mobil apa?" tanya james padaku.
"Terserah kamu saja karena semua yang kulihat memiliki bentuk yang mirip mirip," tuturku sambil terus menatap mobil mobil yang terparkir di segala arah ruangan.
"Baiklah hari ini kita akan naik mobil ini saja,"
kata james dengan penuh semangat.
"Aku jadi pilih mobil yang akan kita naiki dan aku memilih mobil itu yang berada disudut ruangan," ucapku sambil menunjuk mobil tersebut.
__ADS_1
"Bukankah itu hanya mobil biasa? mengapa kamu tidak mencoba untuk menaiki mobil lainnya?" tutur james sambil menunjukkan mobil mobil mewah lainnya.
"Aku lebih suka untuk menaiki mobil itu sekarang dan aku akan mencoba menaiki mobil mobil lainnya di lain hari," kataku sambil mengajaknya berjalan menuju mobil tersebut.
Pada akhirnya james mengantarkanku untuk pergi ke kosanku untuk mengambil buku buku dan materi yang diperlukan hari ini dan ia juga mengantarkanku untuk pergi kuliah.
** Sesampainya di daerah kampus
"Kamu turun dimana?" tanya james sembari melihat lihat sekitaran.
"Aku turun di sebelah gedung itu," ucapku sambil menunjuk nunjuk.
"Baiklah sudah sampai dan silahkan turun," ujarnya sambil melihatku.
"Apakah kita akan berjumpa lagi?" tuturku sambil membuka pintu mobil.
"Tentu saja kita akan bertemu lagi," tegas james.
"Baiklah, sampai jumpa dan hati hati dijalan,"
ujarku sambil menutup pintu mobil.
** Sementara itu james pergi menuju ke salah satu perusahaannya untuk mengecek keadaan bisnis sekaligus untuk bertemu sekretarisnya
Setelah hampir sampai di dekat perusahaanku aku James Hermes terpaksa menerima telepon dari sekretarisku karena ia terus menerus meneleponku.
"Bos kamu dimana sekarang?" tanyanya dengan terburu buru.
"Memangnya ada urusan penting apa sampai meneleponku terus menerus," tuturku.
"Kita ada pertemuan dengan salah satu ceo perusahaan teknologi terbesar didunia," ujarnya.
"Oh baiklah, hari ini saya pertemuan dengan dia saja kan?" kataku.
"Bos jangan terlalu tenang, sekarang bos sudah dimana sekarang? dia telah lama sampai disini dan dia sepertinya tidak sabar lagi untuk menunggu bos," ucapnya dengan rasa cemas.
"Tenang saja aku sudah masuk ke dalam daerah perkantoran kita, kamu turun ke bawah sekarang untuk tunggu saya di depan pintu utama," kataku sembari mengarahkan mobil menuju pintu utama.
** Sekretaris roy pun segera bergegas turun ke bawah untuk menyambut kedatangan ku
__ADS_1
"Mobil bos lama sekali datangnya, tadi katanya sudah dekat tapi belum muncul muncul juga," ujarnya sembari melihat mobil mobil yang ada di sekitarannya.
** Sesaat kemudian akhirnya aku sampai di depan pintu utama dan aku turun dari mobil untuk memanggil sekretaris roy
"Sekretaris roy, parkiran mobil ini," ucapku sambil berjalan ke arah roy.
"Bos dimana mobilmu yang biasanya? dan mengapa kamu memakai mobil murahan itu?"
tanya sekretaris roy penasaran.
"Oh begitu kah? apa aku tidak boleh menaiki mobil seperti ini?" tegasku.
"Bukan seperti itu bos, aku hanya penasaran mengapa bos tiba tiba menaiki mobil itu,"
ujarnya sambil menunjuk mobil yang barusan aku kendarai.
"Baiklah nanti akan aku beritahu pada mu setelah pertemuan hari ini siap dan kamu parkirkan mobil ini ke basement," tuturku sambil memberikan kunci mobil tersebut.
"Siap bos akan saya parkirkan dan ini bos dokumen penting untuk pertemuan hari ini," jawabnya sembari mengambil kunci mobil sekaligus memberikan dokumen tersebut.
Aku pun segera bergegas menuju ruang pertemuan untuk membahas masalah kerja sama antar perusahaan. Setelah pertemuan selesai aku pun menuju ruanganku untuk menyelesaikan dokumen dokumen perusahaaan yang sebelumnya belum kuselesaikan.
Setelah sekian lama mengerjakan dokumen dokumen tersebut akhirnya selesai juga dan sekarang aku akan bersantai dan aku mendengar suara ketukan pintu.
"Permisi bos, ini saya roy apakah saya boleh masuk?" tanyanya dari luar pintu.
"Ya silahkan masuk" jawabku.
"Bos ini aku bawa kopi buat bos dan aku mau dengar tentang yang tadi siang," katanya sambil menaruh segelas kopi diatas meja ku.
"Makasih kopinya dan tentang tadi siang pertemuannya hasilnya bagus kok dan nanti tinggal perbaiki beberapa hal kecil aja kok," ucapku sembari mengambil segelas kopi.
"Bukan tentang pertemuan bos tapi tentang kenapa kamu mengendarai mobil itu ke kantor tadi siang," tegas sekretaris roy.
"Oh ternyata tentang mobil yang ku kendarai,
emangnya ada masalah kalau aku mengendarai mobil itu?" tanyaku.
"Karena bos mengendarai mobil seperti itu membuatku penasaran karena pasti ada hal tertentu," jawabnya dengan penuh keingintahuan.
__ADS_1
"Apakah kamu mengingat wanita yang aku minta informasinya kemarin? aku mengantarkannya untuk pergi kuliah tetapi dia memintaku untuk mengendarai mobil tersebut," ujarku sembari tersenyum.