Super Chef System

Super Chef System
DEBM


__ADS_3

"Aku tahu siapa kamu sebenarnya, kamu nggak bisa menipu saya!" 


Ibu berbaju kuning lembut dengan kerudung merah itu menatap dengan ekspresi dingin pada Elisa. 


"Ehm, maaf maksud ibu apa ya? Siapa yang menipu?" Elisa pura-pura bingung, di otaknya sudah tersusun sekian banyak jawaban untuk menghindari terbongkarnya penyamaran.


"Kamu, saya tahu kamu itu bukan Diana!"


"Ehm, kalau saya bukan Diana lalu siapa saya?" Elisa balik bertanya setengah menantang sang ibu untuk mengungkapkan siapa dirinya.


"Kamu …," ibu itu setengah ragu menjawab. "Kamu artis itu kan yang di tivi yang ikut MasterChef, yang disenangi sama chef Junot! Aaah, saya ngefans sama kamu! Kita foto yuuk, boleh nggak cubit pipi kamu!"


"Eeh, saya? Bukan, ibu salah. Saya nggak pernah ikutan acara masak itu tapi kalo kursus masak saya ikut." Elisa lega karena penyamarannya tidak terbongkar.


Ibu bernama Mela itu tetap tak percaya ia mendekati Elisa, memutari meja yang menjadi penghalang dirinya dan Elisa.


"Aku yakin kamu ini si Nur itu kan? Tapi kenapa rambutnya begini, terus kenapa kerudungnya dilepas!" Si ibu memutar paksa tubuh Elisa dan memainkan rambutnya.


"Ya karena saya bukan Nur, saya Diana ibu!" Elisa mulai bingung bercampur kesal.


"Nggak! Kamu Nur, saya yakin! Kan biasa gitu kalo artis suka beda di tivi sama di aslinya!" Bu Mela terus saja berceloteh mengomentari dandanan Elisa.


Sesekali memutar tubuh Elisa, mencubit pipi, memaksa untuk ber-swafoto, sampai memainkan rambutnya. Elisa menahan diri, hanya tersenyum masam dan berharap ada seseorang yang menolong dirinya. 


"Ibu, ini sakit!" ujar Elisa ketika Bu Mela kembali mencubit pipinya entah untuk ke berapa kalinya.


"Mela, Diana diapain itu!" Ibu Anita menghampiri dengan piring berisi kue talam yang tersisa satu biji.


"Anita, aku tahu kalau ini tuh si Nur! Itu loh yang di tivi yang disukai chef Junot! Kamu kenapa nggak bilang sih kalau ada artis di rumah kamu!" Bu Mela berseru setengah histeris sambil memeluk erat Elisa.


Elisa mengedipkan mata, meminta pertolongan Bu Anita. Ibunda Raka itu langsung pagi dengan kode yang diberikan Elisa.


"Mela, kamu ngelindur apa gimana sih?! Lihat penampilan dia, kan jelas jauh berbeda. Diana baru datang tiga hari lalu dari Perth mana mungkin dia ikut acara memasak? Jangan ngaco deh!"


Bu Anita menarik tangan Ibu Mela membawanya menjauh dari Elisa. "Udah bantuin aku nyiapin makanan buat yang lain! Kamu nggak lapar dari tadi aku perhatikan kok sama sekali nggak makan?"


"Hhm, masalahnya makananku bukan itu, Nit! Aku bawa makan sendiri dari rumah!" Bu Mela duduk di kursi meja makan, wajahnya sedikit muram memudarkan semangat saat mencubit Elisa tadi.

__ADS_1


"Lho kenapa? Diet, halah hidup enak-enak kamu malah nyusahin diri sendiri. Ngapain coba diet segala, badan kamu masih bagus kok!" Bu Anita mengajaknya bicara dengan tangan yang sibuk menata potongan ayam suwir dan lontong di piring saji.


"Ya kan kamu enak nggak ada yang protes kalo kamu gendut dikit! Suami aku rewelnya setengah mati, ada lipatan perut dikit aja langsung deh dia liatin sampai detail! Bikin kesel!" Bu Mela menggerutu dengan bibir manyun tak karuan.


Bu Anita terkekeh geli, "Makanya punya anak biar suami kamu nggak perhatiin tu lemak perut!"


"Maunya juga gitu Nit, sampai segala gaya dicoba dari gaya kepiting sampai gaya kucing garong sudah semua dilakuin, dari berendam sampai mandi di air terjun juga udah, tetep aja nggak berhasil bikin kembung perut!"


"Uhuuuuk!" Elisa tersedak ketika mendengar celotehan Ibu Mela yang tanpa rem.


"Itu gaya apaan Bu, sampai segala macam hewan dibawa? Yang olahraga hewan di kebun binatang?" Elisa bertanya dengan tawa tertahan.


"Hhhm, bukan kebun binatang mbak tapi gaya bikin enak di ranjang! Bahkan sampai gaya lelembut juga dijabanin mbak!"


Elisa dan Bu Anita saling melempar pandang lalu tertawa bersama. Sementara Ibu Mela terlihat semakin sedih. 


"Kalian enak banget kayaknya nggak ada beban hidup, liat deh aku. Nih makanan juga cuma ini doang!"


Bu Mela membuka handbag-nya memperlihatkan makanan yang ada dalam kotak.makan miliknya. Potongan alpukat, telur rebus, apel dan keju yang dipotong kotak kecil. Bu Anita dan Elisa menatap kotak makanan yang dibawa Ibu Mela sambil manggut-manggut.


"Diet nasi? Emang kenyang makan begini?" Bu Anita dibuat terheran heran.


"Daging-dagingan maksudnya bohongan Tante? Vegan?" Elisa mengerutkan kening.


"Bukan sayangku! Maksudnya ya segala macam olahan daging."


"Ooh, gitu. Kenapa alpukat nya nggak diganti buah lain Tante pepaya kek, pisang gitu? Kan lebih berasa ada manis manisnya gitu!" tanya Elisa lagi.


"No, itu dilarang! Debm dilarang makan buah pisang, pepaya, melon, semangka, mangga. Itu buah manis yang cukup banyak gula sementara debm melarang konsumsi gula."


Diet Debm adalah jenis diet yang dianggap paling aman dan cukup sehat. Diet Enak Bahagia dan Menyenangkan adalah singkatan dari debm, jika dilakukan dengan konsisten dalam satu Minggu setidaknya berat badan yang turun bisa mencapai dua kilogram dalam seminggu.


Elisa mengusap tengkuknya, ia heran dengan orang-orang yang rela berhitung segala jenis makanan yang masuk dalam tubuh hanya demi tubuh indah sempurna. Bu Mela memiliki tubuh yang lumayan berisi tidak gemuk tidak juga kurus, Elisa tak mengerti apa yang kurang darinya.


"Ya udah kalau kamu maunya makan bekal kamu silahkan aja. Pantesan yang lain ngemil kamu diem aja, serius nggak mau kue talam ini? Enak lho, kalo nggak mau aku kasih Diana aja deh!"


Ibu Mela mengangguk sendu, ia memperhatikan Elisa yang menikmati kue talam itu di setiap suapannya. Elisa melirik dan sengaja memanasi Bu Mela 

__ADS_1


"Oh my, ini enaaaak banget Tante! So smooth dan maniiiisss, I like it!"


Bu Anita terkikik apalagi melihat ekspresi Bu Mela yang memakan bekalnya dengan kesal.


"Andai aku juga disediain cemilan ala debm!" 


DIING!


[Misi baru datang nona, membuat kreasi cemilan diet debm non carbo less sugar!]


"Apa?!" Elisa seketika menjerit mendengar suara Amy di kepalanya.


"Apanya yang apa? Diana, kamu marah Tante berharap ada cemilan ala diet Tante?" Bu Mela yang terkejut jadi tak enak hati pada Bu Anita yang menatapnya tajam.


Bu Anita bukannya marah pada teman putih abunya itu tapi karena dia tahu Elisa pasti akan berulah jika ada yang meminta dibuatkan makanan khusus. Diam-diam Bu Anita memperhatikan tingkah Elisa semenjak Elisa masak menu ayam goreng tempo hari.


"Eeh bukan Tante, bukan! Saya cuma pengen tahu cemilan non carbo Tante apa ya?" Elisa tergagap takut jika menyinggung hati Bu Mela.


"Hhm, entah … brownies bisa?"


[Misi kembali diterima, permintaan pencarian resep brownies ala debm dimulai! Persiapan prosedur tampilan dalam tiga … dua … satu!]


Video hologram lengkap dengan tutorial membuatnya terlihat jelas oleh Elisa mengabaikan pembicaraan dengan kedua ibu di depannya.


[Waktu anda tidak banyak nona, hanya dua puluh menit!]


Aaargh, sial! Kali ini kau keterlaluan Amy!


...🍁🍁🍁...


...rehat dulu bentaran mo cobain intip resep x aja ikutan langsing kek Tante Mela😂😂...


...slow up ya semuanya🙏🙏...


...Jaga kesehatan, sehat selalu en MERDEKA!!🙈🙈belum yaa...vibesnya udah kerasa🤭...


...Love u all, cium jauh, peluk online...

__ADS_1


...Lia❤️🥰...


__ADS_2