
Elisa duduk termenung dalam kamarnya. Ia tak bisa memejamkan mata, terlalu banyak yang dipikirkan hingga kepalanya penuh sesak dengan permasalahan hidup.
[Selamat malam nona!]
"Hai, Amy! Ada apa?" sahut Elisa muram.
[Maaf menganggu nona, tapi saya harus menyampaikan ini. Sistem super Chef telah menganalisa dan melakukan evaluasi pada perkembangan dan kemajuan kemampuan tuan rumahnya. Anda seharusnya telah mengalami perkembangan pesat dengan misi rahasia yang telah kami berikan.]
"Lalu?"
[Pada kenyataannya, anda justru mengalami penurunan kemampuan nona, seharusnya ini tidak boleh terjadi. Setelah mengevaluasi kinerja program, kami menemukan kesalahan pemrograman sistem, untuk itu kami akan melakukan perbaikan. Mereset ulang kemampuan anda.]
Elisa tak mengerti, ia kemudian bertanya. "Maksud kamu apa Amy? Sistem eror? Kenapa, bukankah seharusnya sistem ini sudah canggih? Kamu bisa bantu aku hidup lagi dan kasih aku beberapa misi. Lalu kenapa bisa terjadi error setelah misi begitu banyak?"
[Terjadi bug sistem pada saat menginstall program dalam tubuh anda, nona. Jadi persiapkan diri anda untuk proses reset data.]
"Eeh, tunggu dulu berarti semua hadiah akan hilang? Wah nggak bisa begitu dong!" protes Elisa kesal, tapi protesnya tak ditanggapi oleh sistem.
[Melakukan persiapan awal … Reset data dimulai dalam 3 … 2 … 1 …]
Tubuh Elisa terkulai lemas di lantai seolah tak bernyawa lagi dengan mata setengah terbuka. Pupil matanya mengecil dengan titik-titik aneh kebiruan yang berjalan memutar membentuk lensa mata baru.
[System reboot … clear, preparation for the new System on 3 … 2 … 1 … ]
[Synchronize system … ]
[Loading for the new memories System]
[System load 10% … 25% … 50% … 75% … 100%]
[The new Super Chef System completed!]
[Reconstruction procedure done!]
Bintik kebiruan di mata Elisa bersinar semakin terang membentuk lensa mata baru yang sempurna. Sinar tipis kebiruan menyelimuti tubuh Elisa. Kedua matanya bersinar biru lembut, sebelum akhirnya menghilang meninggalkan jejak komputerisasi pada lensa mata.
Jantung Elisa kembali berdetak, ia menghirup udara dalam-dalam kembali mengisi paru-parunya yang sempat membeku. Sinar kebiruan masih menyelimuti Elisa, melakukan perbaikan sistem pada setiap sel tubuh.
[Melakukan proses sinkronisasi ulang! Ini akan sedikit sakit, bersiaplah nona!]
Bak tersetrum aliran listrik, tubuh Elisa mengejang. Urat-urat di lehernya tampak menonjol menunjukkan betapa sakitnya proses sinkronisasi sistem baru. Elisa ingin berteriak tapi suaranya tercekat sesuatu hingga akhirnya ia hanya pasrah dan menjalani proses penyatuan ulang sistem baru.
[Selesai!]
[Selamat datang kembali nona!]
Nafas Elisa terengah engah, sekujur tubuhnya nyeri bak ditusuk ribuan jarum secara merata tapi kemudian menghangat dan kembali normal. Sinar lembut kebiruan masih menyelimuti tubuh Elisa.
"Apa yang terjadi, kenapa tubuhku bersinar?"
[Bagian dari penyesuaian sistem, nona! Dalam hitungan detik cahaya itu akan menghilang.]
"Amy? Kenapa suaramu berubah?" Elisa yang baru menyadari jika suara yang didengarnya bukan suara sopran lagi.
[Perkenalkan, saya sistem pemandu mu yang baru, Darren! Mulai hari, saya menggantikan Amy. Kita akan melanjutkan sistem super Chef dengan program baru.]
Kepala Elisa berdenyut kencang untuk sesaat tapi membaik kemudian setelah rasa hangat mengaliri bagian wajah dan kepalanya.
[Pemulihan energi sempurna. ]
__ADS_1
"Tunggu, Darren! Jika sistem di reboot berarti semua poin dan juga uangku hilang?"
[Tentu saja tidak nona, kami hanya mereboot sistem pemandu dan memperbaiki aplikasi pendukungnya tapi poin pertumbuhan dan jumlah uang yang telah anda jalankan dalam misi tidak akan hilang.]
Elisa memijat kepalanya ringan, menarik nafas dalam sebelum berkata. "Tampilkan statusku Darren!"
[Baik, menampilkan status terbaru setelah pembaruan sistem.]
>Super Chef System<
[Nama : Elisa Nataprawira]
[Umur : 26 tahun]
[Pesona : 80]
[Kecantikan : 85]
[Soft skill chef : 80]
[Hard skill chef : 75]
[Kemampuan recreated : 65]
[Kemampuan memasak : 65]
[Total dana : 157, 5 juta]
[Hadiah tambahan : 100 juta sebagai bentuk ganti rugi kesalahan sistem.]
[Hadiah kejutan : teknik memotong tingkat tinggi, ilmu sihir pendeteksi makanan, keahlian pastry]
[Hadiah : 0]
[Sistem pemandu : Darren]
"Biaya kompensasi seratus juta? Itu jumlah yang kecil. Angka poin berubah, dan hadiah kejutan? Wow, aku akui sepertinya sistem kali ini jauh lebih baik."
[Terimakasih, nona! Sistem akan menerapkan hal yang berbeda kali ini. Tapi sebagai permulaan ayo kita mulai dengan melemaskan tangan.]
"Apa maksudmu?"
[Mari kita ke dapur nona!]
"Malam-malam begini?"
[Ya, anda harus melemaskan tangan setelah kami melakukan pemrograman ulang.]
"Ok, baiklah apa katamu saja Darren!"
Elisa mengikuti kemauan pemandu barunya. Setelah proses penginstalan dirinya merasakan energi baru yang menghangat di kedua tangannya. Tubuhnya juga terasa berbeda terasa ringan dan ada rasa tak biasa yang membuncah ketika menyebut nama dapur.
Mata Elisa berbinar-binar saat tiba di dapur. Ia melihat dapur milik Bu Anita sebagai istana mainan baru untuknya.
"Aku suka baunya, auranya, keindahan tata letak alat-alat dapur ini. Meski sederhana tapi aku merasakan passion luar biasa!" Elisa menyentuh perlahan setiap inci dari detail dapur.
[Mengeluarkan persediaan bahan makanan berkualitas tinggi!]
Suara Darren terdengar nyaring dan dalam waktu sekejap, bahan makanan berkualitas tinggi dari sayuran, buah, daging, dan juga pelbagai bahan kue lengkap muncul dihadapan Elisa.
__ADS_1
"It's magic!" Elisa menjerit tertahan, menahan mulutnya agar tidak berteriak lebih keras
[Ayo kita mulai nona!]
"Tentu, Darren!"
Apron dan set peralatan masak muncul secara ajaib dari dunia sistem. Mata Elisa berbinar bahagia. Tangannya langsung menyambar pisau keramik berwarna merah muda. Dengan kecepatan super, Elisa dengan lihai memotong berbagai jenis sayuran pilihan. Mulai dari potongan Julienne hingga wedges, dari mencincang hingga melumatkan. Sembilan teknik memotong dasar dikuasai Elisa dalam sekejap.
Elisa mengumpulkan jenis sayuran yang sudah terpotong rapi, membuat slice tipis dari daging pilihan, memberikan takaran bumbu yang tepat, dan juga mengolah ikan dengan baik.
Potongan sayuran diberi racikan bumbu dengan olive oil, sedikit cuka apel, parsley, lada, oregano, menambahkan sedikit gula dan sentuhan akhir … magic!
Elisa merapalkan barisan kalimat yang terngiang di telinganya, selarik cahaya bersinar dari dalam mangkuk pengaduk salad sayuran. Ia tersenyum, mencium aroma dressing yang keluar dari racikan bumbu buatannya.
"Perfect!"
Elisa kembali melakukan hal yang sama pada daging dan ikan yang ada di depannya. Mengolahnya menjadi aneka masakan, menggerakkan alat bantu memasak dengan ajaib. Sesekali matanya bersinar kebiruan, dan tanpa bergerak dari tempatnya Elisa mengatur semua peralatan dapur agar bekerja sesuai keinginannya.
Dalam sekejap semuanya selesai, tersaji di meja makan berderet rapi dan cantik tanpa cela. Elisa hanya membutuhkan waktu dua jam untuk mengolah semua bahan makanan tanpa kesulitan. Ia tersenyum puas. Keajaiban terjadi dalam semalam, setelah proses reboot.
"Darren! Aku suka ini. It's amazing, dan bagian yang paling luar biasanya adalah the magic spell! Apa itu kejutan untukku?"
[Betul nona, kami menambahkan ilmu sihir dan pengetahuan tentang makanan yang bisa anda gunakan dalam misi selanjutnya.]
"Aku menyukainya Darren, sangat menyukainya!"
[Misi melemaskan tangan berhasil, penyesuaian program berjalan lancar dan sistem memberikan anda Hadiah uang 55 juta yang akan ditambahkan dalam akun.]
"Oh my God! Thank you Darren! Kau jauh lebih baik dari Amy! Uups, apa Amy mendengarnya?"
[Tidak nona, sistem telah menonaktifkan pemandu Amy untuk diperbaiki.]
"Hem, sayang sekali. Aku harap bisa bertemu dengan Amy suatu hari nanti!"
Suara langkah kaki malas dan diseret terdengar, lampu ruang tengah dinyalakan. Elisa menatap ke arah orang-orang yang disayanginya dengan senyuman lebar.
"Kejutan! Ada yang mau makan malam lagi?" serunya renyah dan wajah sumringah.
Banyu, Raka, Raffi, dan ibu Anita melongo melihat apa yang tersaji diatas meja makan. Mulai dari makanan pembuka, cupcake, salad sayur, fillet ikan asam manis, beef teriyaki, steak lengkap dengan mash potato dan sayurannya belum lagi puding buah plus vanilla sauce.
Raka mengucek matanya tak percaya sambil menghampiri meja, sementara Raffi dan Banyu reflek melirik ke arah jam dinding.
"El, kamu lagi kumat? Kapan masaknya tau-tau jadi!" Banyu terheran-heran, ia.mendaratkan bokongnya di kursi.
"Aku nggak bisa tidur, so aku masak!" Elisa tersenyum misterius.
Mereka saling pandang sesaat, ingin bertanya lagi tapi aroma masakan Elisa sungguh menggugah selera. Meski jam menunjukkan pukul tiga pagi, jam dimana tidur menjadi hal yang lebih menyenangkan ketimbang makan malam. Tapi selera mereka tergugah dengan aroma nikmat dari masakan Elisa.
Semuanya menahan liurnya saat elisa membagikan piring. "Nasi mana nasi!" Raka spontan berteriak.
Elisa tersentak kaget, "Eh, nasi ya?!"
Sial aku lupa memasaknya!
[Gunakan sihir anda nona, dalam lima menit semua bisa dilakukan!]
Elisa secepat kilat menuju dapur, mencuci beras dan mengubahnya menjadi nasi dengan sihir ajaib tanpa diketahui siapa pun yang sedang asik menyantap hidangan pembuka. Elisa lega semua berjalan lancar dan kepulan nasi panas pun siap dihidangkan.
Thanks, Darren! Untuk malam yang penuh keajaiban!
__ADS_1