
Adam,Rafi,Rehan dan Nanda pun berjalan menuju pemakaman umum,
"semakin mendekat, semakin merinding aja..."ujar lelaki berkacamata yang bernama rafi
KRIK KRIK KRIK (bunyi binatang malam)
"TERUS KETENGAH" teriak Ustad Robi
"dan suara kalian harus terdengar sampai kesini"ujar nya lagi
mereka berempat pun sudah berdiri di tengah-tengah pemakaman umum.
"Abi, ustad, di sini...??"
"iya,nak..."
"MULAI..." Teriak Ustad Robi
"hufffff,
aku dahulu yah..." ucam Adam
"iya..."
"saudara-saudara ku yang sudah meninggal..."
"PAKAI SALAM " teriak Ustad Robi
"kalau pakai salam, nanti ada yang jawab ustad ?" ucap Rafi
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr.
Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan.
Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya"
"sekarang kalian telah mendahului kami, mungkin besok, mungkin nanti,
ke tiga teman saya ini akan menyusul kalian semua...
insyaallah..."
__ADS_1
"kenapa jadi kita...?" sela Nanda
"isssss"
"kata orang tua,
kalau ada orang yang menesehati kita, berarti orang itu sayang kepada kita dan orang itu cinta kepada kita,
betul nggak...?"
"hey, kacamata...
kita ini lagi ceramah tentang kematian bukan tentang orang tua..."
"alah Adam, kamu tadi kan nyumpahin kita mati setelah ini kan,
eeee, Rehan sambung giliran kamu lagi..." sela Nanda
"hehe,aku...
aku....lagi...."
"kenapa kamu...?
"celana ku,basah semua...hehee...
AMPUN USTAD...." teriak rehan
besok...?
suruh mereka untuk ceramah di tempat yang lain..."
"baik ustad..."
.................................................................................
...Inayah POV...
"assalamualaikum...."
"walaikumsalam,abi...
Abi dari mana, pagi-pagi sudah keluar...
biasa lagi mengajar Adam dan teman teman nya tentang akhlak."
"Adam berulah lagi Abi...?"
"iya gitu lah..."
__ADS_1
"huu, tu anak...,
Abi, Inayah bikin teh dulu yah,buat Abi...?"
"sebentar, sebenarnya ada yang ingin Abi bicara kan kepada kamu nak..."
"iya nanti bicara nya,Abi duduk dulu...
Inayah buat teh dulu yah..." Inayah pun membuat segelas teh manis untuk Abi nya.
"ada apa Abi...?"
"kemarin,pak Jarwo datang ke pondok pesantren dan dia memberi amanah kepada Abi, dia mau melamar kamu menjadi istri nya...
tapi Abi tidak memberi keputusan apa-apa,
karena masalah jodoh,Abi sebagai orang tua cuma bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu dan berharap semoga Allah SWT.
memberikan jodoh yang terbaik untuk kamu"
amiin...
"semoga Allah SWT.
ridho mempertemukan Inayah dengan jodoh Inayah, yang akan menjadi imam keluarga Inayah nanti"
"Inayah...
sekarang kamu ini sudah dewasa, Abi hanya bisa mendukung yang terbaik yang akan kamu lakukan,..!"
"iya Abi,..."
"insyaallah,pak Jarwo akan datang kembali ke pondok pesantren, dia akan menanyakan kembali diterima atau tidak diterima nya lamaran dia,
jadi Abi ingin tau jawabannya kamu Inayah,"
"insyaallah abi, Inayah akan memberikan jawaban yang terbaik untuk Abi...
tapi Inayah butuh waktu yang sebentar yah Abi,
untuk berfikir..."
"iya Inayah, iya...
Abi mengerti, memutuskan perkara pernikahan bukan masalah gampang...
Abi sarang kan kamu shalat istikharah, minta kepada Allah SWT.
supaya kamu mendapat kan jalan yang terbaik Inayah..."
__ADS_1
"amiin..."
"Abi betul, perihal pernikahan bukan hanya gampang,tapi itu sampai akhir hayat, Inayah juga berharap, Inayah menikah hanya sekali dalam kehidupan Inayah Abi..."