
Inayah yang akan berangkat mengajar di kaget dengan seorang pria yang telah berdiri di depan pintu rumah nya,
pria dewasa yang mengenakan stelan jas hitam dan beberapa pengawal di samping nya.
"hai Inayah..." sapa pria itu.
"assalamualaikum,pak Jarwo...!" ucap Inayah sambil geleng-geleng kepala nya.
"eeh ma-af, assalamualaikum Inayah..." ucap nya gugup.
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
ada apa ya pak...?"
"eee,kok manggil nya bapak sih,
emang saya udah seperti bapak-bapak yah...?
panggil aja mas Jarwo biar lebih akrab,neng Inayah..."
"iya, mas Jarwo..."
"aaa,kan enak...
apalagi sebentar lagi kamu akan menjadi istri saya Inayah..."ucap Jarwo sambil mencolek dagu Inayah.
"astaghfirullah, bukan muhrim mas Jarwo...
jangan keterlaluan...!'
"alah,saya cuma pegang sedikit aja, marah amat neng...
ya udah deh, mas Jarwo minta maaf yah,...
ouh yah, Ustad muslim kemana,...?
saya mau kasih sumbangan buat pondok pesantren ini biasa...!"
"Abi lagi mengajar mas...
saya panggilin yah..."
"hmm ok..." Inayah pun memanggil Abi nya yang mengajar di sebuah kelas di pondok tersebut.
"assalamualaikum,Abi..."
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.,
ada apa nak...?"
"Abi,ada mas Jarwo yang nyariin Abi di luar...?"
"aaah,iya iya nak...
terima kasih ya...
anak-anak, pelajaran Tahfiz dengan ustad, hari ini sampai di sini saja yah, kita lanjutkan perjalanan berikutnya yang akan di ajar kan oleh ustad Robi yah...?"
"IYA USTAD"
"assalamualaikum,..."
"walaikumsalam...pak ustad"
setelah Ustad muslim berlalu,Inayah pun berniat ikut berjalan beriringan,namun saat ingin membalikkan tubuh, di belakang nya sudah berdiri Adam dan teman teman nya, yang sedang ngos-ngosan.
"astaghfirullah, ngagetin aja..."
"hehehe maaf ustazah,
__ADS_1
assalamualaikum...." ucap Rafi
"assalamualaikum kak..."sambung Adam
"assalamualaikum ustazah..."lanjut Nanda dan Rehan.
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
kalian habis dari mana, kenapa keluyuran di luar, enggak belajar yah...
atau bolos lagi...?"
"astaghfirullah ustazah,
jangan suuzon dulu...
kita habis menerima misi tadi..." ucap rafi
"misi apa...?"
"misi negara..."
"misi negara...?"
"misi ceramah maksud nya ustazah... Ha ha ha"
"ceramah...?"
"iya kak,kita menerima misi ceramah,
apa kakak tau, waktu Adam ceramah di pasar tadi, semua orang di pasar terpana-pana dengan ceramah nya Agam yang membahas tentang hukum jual beli menurut Islam." ucap Agam sombong.
"terpana-pana bapak mu,
kamu aja hampir di tebas pakai pisau kan tadi sama bapak penjual daging..."
"Dari pada kamu di teriakin orang gila...
orang gila...
orang gila..
orang gila... emang enak...."ledek Adam.
"udah,udah...
udah iya...
sekarang mendingan kalian masuk ke kelas, sebentar lagi Ustad Robi bakal masuk...
kalau beliau melihat kalia masih di sini ntar di hukum lagi loh..."
"iya ustazah,
Rehan mau masuk aja, Rehan takut di hukum lagi..."
"iya ....
takut,pipis di celana kan..."
"ha ha ha..."
"udah-udah,sana masuk...
ustazah mau kembali ke rumah, ada tamu Abi di rumah...
assalamualaikum..."
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..."
__ADS_1
.................................................................................
"begini pak ustad, saya bukan nya bermaksud untuk mengungkit apa yang saya berikan untuk pesantren ini,
saya tulus pak ustad, tulus....
saya hanya berharap bisa menikah dengan Inayah,itu saja Ustad..."
"astaghfirullah, maaf pak Jarwo...
saya tidak bisa mengambil keputusan, karena keputusan nya ada di tangan Inayah sendiri,pak Jarwo dan saya harus mempertimbangkan bagaimana perasaan Inayah karena dia yang akan menjelani nya..."
"tapi setidaknya pak ustad bisa memberikan pembuktian dan gambaran, bagaimana diri saya dan bagaimana baik nya saya ini..."
"aaaah,"
"maaf pak ustad,saya tidak bermaksud untuk meminta balas jasa, saya hanya meminta pengertian dari pak ustad,
saya sudah berumur namun belum beristri,
saya yakin pak ustad tidak tega kan, sama saya...!"
"haaaah, nanti akan saya...
tanya kan lagi kepada Inayah..."
"hmm baik,saya pulang dulu Ustad...
assalamualaikum..."
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
saat pak Jarwo keluar,
didepan pintu sudah berdiri Inayah yang menguping pembicaraan mereka sedari tadi.
"Abi...!" ucap Inayah...
"kamu mendengar nya...?" Inayah pun mengangguk mengiyakan kan.
"haah,semoga Abi tidak salah pilih, memilih kan pak Jarwo sebagai calon suami kamu,
di samping Abi berutang Budi pada dia,
Menurut Abi, pak Jarwo adalah laki-laki yang baik,laki laki yang penuh tanggung jawab...
jadi insyaallah,pak Jarwo akan menjadi iman yang baik untuk keluarga kalian kelak."
"iya Abi...
Inayah yakin jawaban Abi adalah jawaban yang terbaik, Inayah tidak mau mengecewakan abi yang sudah begitu tulus membesar kan dan merawat Inayah, kalau tidak bertemu Abi, Inayah tidak tau gimana nasib Inayah saat ini, terima kasih Abi...
Inayah tidak bisa membalas kebaikan Abi, kecuali berbakti kepada Abi, itu artinya Inayah tidak bisa menolak lamaran pak Jarwo, Inayah tidak mau kehilangan orang yang Inayah sayangi lagi,
kehilangan abi, kehilangan santri-santri dan kehilangan semua yang ada di pesantren ini...
Abi...!
Inayah sangat mencintai Abi...
Inayah bersedia menikah dengan pak Jarwo."
"syukurlah, Alhamdulillah...
semoga pak Jarwo mengikuti ajaran Rasulullah Saw.
jika seorang menikah semoga mendapat berkah dalam perkawinan nya kelak."
amiin...
__ADS_1