
beberapa hari kemudian,
pernikahan Inayah dan Jarwo pun di selenggarakan,
dengan menggunakan kebaya putih berbalut hijab putih bersih, Inayah pun berjalan dengan anggun nya, dengan di sampingi para santriwati bersamaan.
"kita mulai, acara hijab Kabul nya"
pernikahan pun berlangsung dengan lancar nya,
setelah selesai, Jarwo pun membawa Inayah menuju istana nya,
rumah yang begitu mewah bak istana,
Inayah yang baru sampai di rumah ini pun ikut terpana-pana karena keindahan dan kemegahan rumah tersebut.
"ayo masuk..." ucap Jarwo sambil menggandeng tangan saang istri.
mereka pun langsung menuju kamar pengantin, dengan di hiasi bunga-bunga di setiap sudut, menambah kesan keromantisan nya,
Jarwo pun beralih ke arah lemari pakaian nya, ia pun membawa sebuah pakaian, berwarna putih transparan dan menyondorkan ke tangan Inayah.
"ini....!
ganti pakaian kamu..."
"mas,pakaian ini...!" ucap Inayah,sambil merentangkan pakaian tersebut,
baju lingerie seksi berwarna putih transparan.
"iya,kamu kenakan pakaian itu sekarang..."
"tapi,apa nggak ada baju yang lain mas...?" tanya Inayah lembut.
"udah pakai aja, jangan banyak tanya...
nanti juga kamu bakal telanjang bulat di depan ku..."
"astaghfirullah..."
"jangan sok suci,saya suami kamu...
apa kamu ingat...?"
"iya mas,
maaf kan Inayah..."
"pakai..."
Inayah pun memakai pakaian lingerie seksi itu,yang menampakkan lekuk tubuh nya,
dengan rambut panjang yang tergerai indah menambah kesan keseksian tersendiri untuk Inayah.
"kamu cantik sekali, tidak salah saya memilih kamu sebagai istri saya,
__ADS_1
di seluruh wanita-wanita saya,hanya kamu yang sangat susah saya taklukan"
"maksud mas Jarwo apa...?
apa mas Jarwo sudah punya wanita lain...?"
"iya,saya sudah punya wanita lain...
bahkan kamu adalah istri keempat saya..."
"astaghfirullah, kenapa mas Jarwo bohong kepada saya,
kenapa mas Jarwo bohong pada Abi,
kenapa mas Jarwo bohong,perihal pernikahan...
apa mas Jarwo tau, pernikahan bukan untuk main-main, pernikahan untuk selamanya untuk akhir hayat."
"saya bukan mempermainkan pernikahan,
tapi saya mempermainkan istri-istri saya,
mereka adalah permainan saya,"
"astaghfirullah..."
"alah...
jangan sok suci, ingat ini bukan pondok pesantren, untuk kamu ceramah...
"saya nggak mau mas, saya mau pulang kerumah Abi..."
"jangan membantah,sini layani saya..." ucap Jarwo sambil menarik tangan Inayah untuk mendekatkan.
dengan sigap Jarwo pun merobek pakaian mini Inayah,
Inayah hanya bisa meronta dan menangis,
atas perlakuan Jarwo kepada nya,
hingga malam yang panjang pun terjadi di antara Inayah dan Jarwo.
.................................................................................
"ya Allah, lindungi Putri ku Inayah dari perbuatan orang-orang yang zalim,
dan kabul lah doa-doa nya ya Allah.
amiin...." doa Ustad muslim
"Ada dua kunci sukses dalam menuntut ilmu, yang pertama adalah cintai lah guru mu...
yang kedua cintai lah kedua orang tua mu..."
"dan anak-anak untuk tugas besok,
__ADS_1
kerja kan buku hal.28
tentang menuntut ilmu.
dari no. 1-30 yah...?"
"baik ustad...."
"assalamualaikum....?" ucap Ustad muslim yang baru masuk kedalam kelas mengajar Ustad Robi.
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh...
ada apa ustad...?"
"Robi,...
saya ingin berbicara dengan mu..."
"iya ustad, ayo..." ucap Ustad Robi sambil berjalan beriringan dengan Ustad muslim.
"Robi, kamu sudah berumur berapa sekarang...?"
"saya,..!
25 tahun ustad..."
"Inayah baru berumur 18 tahun...
hufff maaf kan Abi nak..."
"ada apa Ustad, apa Inayah ada masalah...?"
"tidak, tidak ada masalah apa pun...
Robi, kamu kan sudah kenal Inayah dari kecil, apa kamu tidak punya perasaan sekecil apapun untuk Inayah...?"
"maksud ustad...?"
"maksud saya,
kenapa kamu tidak berniat untuk mempersunting Inayah sebagai istri kamu..."
"Inayah kan sudah menikah ustad..."
"haaah, saya rindu dengan inayah...
saya rindu Tinggal bersama Inayah di pondok pesantren ini..."
"Inayah tidak akan kemana-mana ustad, dia kan masih berada di kota ini...
ustad,kalau soal pertanyaan yang Ustad tanyakan perihal mempersunting Inayah,
mungkin saya dan Inayah belum berjodoh ustad..."
"astaghfirullah, ampuni hamba ya Allah..."
__ADS_1