
Sari dan Sera adalah saudara. Mereka tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sama. Hanya saja, mereka diberi perlakuan yang berbeda. Meskipun memiliki fisik yang hampir sama, mereka diperlakukan setara. Asal kau tahu, itu setara.
***
Sera adalah siswi paling luar biasa di sekolahnya. Sedangkan Sari adalah murid teladan di sekolahnya. Para guru selalu memperhatikan Sari, kecuali teman sekolahnya. Sari sering dihadiahi kekerasan dan hampir setiap saat menjadi target bermain temannya. Sebaliknya, Sera memiliki apapun yang diinginkannya. Banyak murid yang setia kepada Sera. Berbeda dengan Sari yang selalu ada guru di belakangnya, Sera tidak satupun guru yang berani menoleh padanya.
“ Sari, ayo bermain bersama.” Ajak mereka pada Sari
“ Maaf, teman-teman. Aku harus membawa buku absen ini ke ruang guru.”
“ Hoo, lihatlah ini teman-teman ! Sari kita ingin berbakti kepada ibu dan bapak guru.”
“ Oke, semuanya, ayo kita bantu Sari.” Permainan sehari hari mereka dimulai setelah salah satu dari mereka mulai menebar ajakan perundungan.
“ Tolong, Ahra, sekali saja, jangan ganggu aku !” teriak Sari tidak berdaya.
PAKK !
Buku absen itu dijatuhkan dari tangan Sari. Mereka kemudian menyeret Sari ke belakang gudang sekolah.
__ADS_1
“ Maaf, Sari. Aku lupa mengerjakan PR Matematika, jadi, dihukum Pak Guru untuk membersihkan gudang, kamu tolong bantu, ya !”
“ Ahra, jika kamu tidak membuat PR , lalu disuruh membersihkan gudang, kamu bisa membersihkannya bersama temanmu yang lain, aku akan membantumu setelah selesai menyerahkan buku absen.”
“ Heh! Jangan sok baik kamu! Kalau Ahra menyuruhmu, jangan membantah!”
“ Tapi, aku harus melakukan tugasku dulu,”
“ Hmm, jadi begitu, katakan saja kalau kamu memang tidak mau, aku bias menggantinya dengan hal lain.”
Seringaian Ahra membuat Sari takut. Ini memang bukan pertama kalinya Ahra mempermainkannya. Entah kenapa, perasaaannya mengatakan hal buruk akan menimpanya. Sebelum Sari selesai berpikir, Ahra dan temannya berjalan bersamaan ke arahnya. Tentu saja, reflek tubuhnya melangkah ke arah yang berlawanan. Sampai Sari tersudut dipojok kumuh gudang.
“ Teman-teman, tolong ambilkan gunting dan kameraku di kelas, kita akan membuat kejutan untuk Sari nantinya.”
“ Okay, dimengerti.”
“ Ahra, kamu tidak akan melakukan hal yang aneh, bukan? “ Sari bertanya dalam keadaan resah.
“ Oh, tentu saja. Jangan khawatir Sari, aku hanya akan membuat pesta kecil. Tenang saja.”
__ADS_1
Jawaban Ahra tidak membuat Sari tenang. Rasa itu terbukti ketika teman-teman Ahra datang membawa dua gunting dan sebuah kamera kecil.
“ Dimana kameraku? “
Salah satu teman Ahra meletakkan sebuah kamera di tangannya.
“ Kalian membawa gunting, kan? Mari kita ubah seragam Sari hingga terlihat menawan.”
Terkejut bukan kepalang, ketika Sari mendengar Ahra mengatakan itu. Temannya yang setia pada Ahra segera bergerak ke arah Sari. Saking terkejutnya, Sari berteriak ketakutan, hingga mengundang beberapa pasang bola mata menatap ke arahnya.
“ Jangan kesini! Berhenti! Berhenti! Tolong, seseorang, hentikan, HENTIKAN!!”
“ Hei, apa yang kalian lakukan padanya?”
“ Kau siapa?!” Ahra menjawab kesal, karena orang itu berani mengganggu waktu hiburannya.
“ Ahra, dia Sera, Kau tidak tahu?” Bisik temannya ke telingan Ahra.
“ Sera? Rasanya aku pernah mendengarnya, Sera, Sera, tunggu! Maksudmu, Sera yang itu?”
__ADS_1
PLAKK!!