Survive In The Game World

Survive In The Game World
kembali sekolah


__ADS_3

“ Ha? Apa kau menggertkakku? Saat ini? Heh, kau pikir aku takut? Hahah hahahah- “


CPRAAT!


“ Apa itu cukup bagimu? Atau aku harus menebas lehermu juga? “


“ Oh.. oke..oke.. jangan bunuh aku. Akan kulepaskan portalnya. “


Sera berjalan sambil membopong adiknya, pulang bersama ke rumah yang telah sekian lama mereka tinggalkan.


“ Selamat jalan, SA85. “ Robot mereka menyapa dan melambaikan tangan.


“ Aku akan merindukanmu, kawan. “


Sera membalas lambaian robot mereka. Gadis-gadis malang itu memasuki portal. Berjalan sembari menahan luka.


Kemudian, Voila!


POP!


***


Setelah melakukan perjalanan yang begitu melelahkan, mereka berdua terlelap di ranjang empuk Sera. Banyaknya kejadian dan peristiwa menegangkan yang mereka lalui, membuat mereka saling menyayangi satu sama lain. Seperti itulah hidup, di sekolah, kamu balajar lalu diberikan beberapa ujian. Dalam kehidupan, kamu diberikan ujian kemudian memetik sebuah pembelajaran.


Waktu merangkak lambat di dunia itu, tak terasa, seluruh scene yang telah mereka jalani hanya terhitung 8 menit di dunia mereka.

__ADS_1


“ Hoamm, dimana? “ Sari bangun setelah 10 menit berlalu.


“ Hmm, pukul berapa sekarang? “ Disusul kebangkitan Sera.


“ Tunggu, perutku.. baik-baik saja. Sera? Huuh, lambang aneh itu masih di posisinya. “


“ Aku mengantuk, hoaamm..” Sera kembali pada ranjang tercinta.


“ Sera, bangun, ayo sarapan. Sera, ayolah, “


“ 5 menit lagi. “


“ Baiklah, tapi, kalau Sera tak sarapan hari ini, awas, ya! “


ZZZ..


“ Sera! Aku akan kembali. Ke duniamu. “


“ Apa maksudmu? “


“ Tunggu aku disana. “


WUSH.


Begitulah pesan singkat Amano di mimpi Sera. Lantas ia bangun, dan berlari kecil ke meja makan.

__ADS_1


“ Sari, hari ini tidak usah pergi ke sekolah. “


“ Sera, kamu sepertinya sakit, sekarang hari Minggu, Sera, Papa saja tidak berangkat kerja hari ini. “


“ Hah? Papa? “


Sontak Sera menoleh ke arah ayahnya. Tentu saja berita itu mengejutkannya. Mengingat ayahnya yang selalu tidak ada waktu untuk putrinya,


“ Papa? Kenapa? “ Sera bicara dengan ekspresi bingung bercampur senang, kesal, dan emosi lainnya.


“ Sekali-sekali, Papa ingin sarapan bersama kalian, merasakan masakan enak mahakarya putri-putri Papa. “


“ Bukankah Papa seharusnya pergi bekerja, mencari nafkah untuk kami, agar masa depan kami lebih cerah dari yang Papa bayangkan? “


Sera kesal mengingat perkataan ayahnya tempo hari. Saat melihat perubahan ayahnya yang tiba-tiba, ia berpikir bahwa ayahnya hanya berpura-pura.


“ Sera, Sari, maafkan Papa. Sebelumnya Papa memang tidak memperhatikan kalian, terlihat tidak peduli dengan keseharian kalian, sekarang Papa sadar bahwa tujuan hidup Papa adalah kebahagian putri-putri kecil Papa. Maafkan semua kesalahan Papa di masa lampau ya, nak. Papa berjanji akan merawat dan menjaga putri-putri Papa dengan baik, sampai akhir hayat Papa. “


Sepasang anak sungai mengalir di pipinya keduanya. Mereka terharu melihat ayah mereka berubah. Jujur bagi mereka, ini adalah pertama kalinya, bahkan sebelum ibunda tercinta tiada.


***


Sampai di sekolah, keduanya menjalani rutinitas masing-masing seperti biasa. Mungkin ada sedikit perubahan, tapi itu ke arah yang lebih baik.


Sera kembali masuk kelas bersama Sari. Di kelas, mereka disambut oleh sahabat baik mereka, Farhan. Orang yang sebelumnya rela mati demi kepulangan gadis-gadis baik di kelasnya.

__ADS_1


Semuanya berjalan normal hari ini, disebabkan saking normalnya, Ahra dan teman-temannya kembali mengusik hari sempurna Sari.


__ADS_2