
“ Sera. Kau berubah. Kepribadian kalian bertukar! Aku yakin! Seseorang, tolong merekaa!! “
“ Menjijikkan. “ Sari bangkit. Kembali melayangkan pukulan, tendangan, segala macam serangan.
“ Teman-teman, to- “
BUM!
Kaki Sari mengenai leher Farhan. Tidak berhenti disana. Sari menyerang dari berbagai arah.
KRAKK!
Tulang Farhan baru saja patah. Oleh Sari tentunya.
“ Teman-teman, dengarkan. Aku ingin bicara. “
“ Buang saja pidato menyedihkanmu itu. Aku sama sekali tak berminat mendengarkannya. “ Sera menyela sambil memalingkan wajahnya.
“ Sera, kau jahat. Teman-teman, aku sengaja memenangkan semua arcade hingga aku bisa berdiri di titik ini bersama kalian. Karena aku tahu, kalian masih hidup. Karena kalian ingin bebas, karena kalian ingin pulang, karena kalian ingin segera keluar dari dunia ini, dan agar kita dapat berjumpa lagi untuk mengucapkan salam perpisahan. Aku datang kembali pada kalian. Jadi, ambillah nyawaku untuk kali ini saja. Jangan khawatir, aku baik-baik saja disini. Hm, mohon kerjasamanya, ya, Sera, Sari. “
TES.
__ADS_1
Dalam survival ini, satu-satunya manusia yang mereka kenal hanyalah Farhan. Kalaupun Farhan hidup kembali, itu tidak menjamin ia akan keluar dari dimensi ini. Untuk sekarang saja, Sari dan Sera baru merasakan bagaimana perasaan mempunyai seorang teman.
SRING.
VH21 menyerahkan pedang kepada Sera dan Sari.
“ Itu pedang yang ku tempa sendiri. Aku akan sangat berterima kasih pada kalian jika kalian membunuhku menggunakan itu. “
TES. TES. TES.
“ Hei, kalian menangis? Santai saja, akan kupastikan diriku yang tampan ini kembali pada kalian. Jangan bersedih, Sera, Sari. Aku akan melihat kalian bertahan hidup, di mim- “
Darah memancar ke berbagai arah. Keduanya merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Kehilangan satu-satunya teman yang mereka miliki.
Di antara heningnya suasana dan tenggelamnya kesadaran, hujan mengikuti tangis mereka. Laksana bayangan di tengah teriknya mentari, hujan kala itu seperti melindungi kepedihan mereka, dengan mengantarkan jutaan air duka dari langit.
Di sudut kepiluan itu, Farhan berbisik, menitipkan pesan kepada hujan agar bisa disampaikan oleh semilir angin,
“ Kalian adalah teman pertamaku. “
***
__ADS_1
Walaupun tidak di dunia mereka, perasaan yang harus dilalui terasa begitu nyata, ketika segala emosi mengoyak, meluluhlantakkan seluruh asa. Menciptakan luka tak berbekas jauh di dalam dada. Kepergiannya memang tidak di dunia berbeda, namun, sekumpulan gulma membangkitkan tenaga tak terkira. Mereka berpikir sejenak. Awas saja kau, pedangku akan menikam seluruh tubuhmu, meninggalkan ampas, merasakan perihnya rasa sakit, dan membuat otakmu melebur atas dosa yang kau sematkan.
***
Mereka berlari menembus ruang dan waktu, menuju kediaman Amano. AC23 menunjukkan arah yang harus ditempuh. Diam. Tak ada bahan pembicaraan diantara mereka. Semuanya fokus pada visi dan misi masing-masing.
“ Disini tempatnya. “ Ujar robot itu memecah keheningan.
Sesuai dengan apa yang dibayangkan. Kediaman Amano terlihat sangant megah. Seragam mereka pun berubah warna menjadi hitam kehijauan. Kemungkinan besar Sari tidak tahu, dan satu-satunya yang menebak apa yang terjadi mungkin hanya Sera.
Semua dekorasi dalam istana itu mengandung unsur artistik yang luar biasa. Dipenuhi gambar-gambar sarkasme, alat-alat bertarung sampai lorong-lorong yang menyerupai gua.
“ Norak sekali. “ Sari bergumam.
Sari berubah 180 derajat semenjak tragedi error sebelumnya. Perubahan sikapnya ini membuat khawatir kakaknya.“ Kalau kau yang mendekor ruangannya, mungkin akan lebih norak, “ Sera memulai dialog.
“ Kenapa begitu? “
“ Karena, semua dinding dan benda di ruangan ini kupastikan dipenuhi warna merah muda. “
“ “
__ADS_1