Survive In The Game World

Survive In The Game World
maafkan aku, sera


__ADS_3

Senyuman Sari merekah sempurna. Melihat hal kecil itu saja, adalah kebahagian paling sederhana bagi Sera. Mereka tidak menyadari


GRR..GRRR..


Di lorong yang mereka telusuri keluarlah sesosok hewan buas yang paling ditakuti di dunia.


“ Whoa, whoa, seekor singa. Lord Seventh memang pintar, yang kami lawan itu Amano, untuk apa si singa ini? “ Sera berdecak kesal.


Sari melangkah maju untuk menghadapi hewan buas itu.


PONGG!


“ Ouch. Sakit. “ Sari meringis ketika manabrak sesuatu yang ada di depannya.


Ternyata benda yang ditabrak Sari tadi adalah sebuah kaca yang membatasi lorong tersebut. Kaca itu sangat bersih sampai-sampai Sari tidak tahu keberadaan benda bening itu.


“ Sari, mundur. “


Disaat yang seperti ini, Sari malah terlihat cemas. Dari semua tantangan yang dilaluinya, membuat semangat yang dibangunnya luntur setiap waktu. Di titik ini merasa tidak berdaya, berlindung di belakang pundak Sera.


Sera mengambil ancang-ancang. Tangannya mengepal, siap meluncurkan pukulan maksimalnya terhadap kaca yang menghadang mereka itu.


PRAANG!!


SRIN..NG..NH.

__ADS_1


Tahukah mengapa kaca itu bisa pecah? Padahal ketebalannya mendekati angka 1 inci,ya dengan dilengkapi alat pengaman pastinya. Itu semua karena, pertama, Sera memiliki mark khusus/ lambang aneh di bahunya. Kedua, Sera telah melatih suaranya, hingga mendekati 21.000 Hz. Ia berteriak sekencang mungkin sambil memukul kaca itu sampai pecah.


“ Ayo! “ Sera berjalan di depan.


“ Hm. “ Sari megangguk kepalanya pelan.


“ Sari,apakah kau baik-baik saja? “


“ Hah? Ah, iya, aku baik. Ayo teruskan perjalanan. “


“ Sari, aku tahu kau sangat takut. Aku mohon, ini satu-satunya cara agar kita bisa pulang ke rumah, tolong sabar sedikit. “


“ Sera, apa sebegitunya kamu ingin pulang? Ingin bebas? Sampai membiarkan Farhan pergi?” Meskipun sedikit menohok, Sari masih bicara dalam keadaan lemah.


“ Sera, kupikir kamu merasakan hal yang sama denganku. Ah, sudahlah. “


Sari berlari kencang ke arah singa tadi menyerang. Mereka tidak tahu apa yang menghalangi mereka di hadapan. Sera langsung cemas akan keselamatan adiknya.


“ Sari! Kau ingin kemana? Jangan pergi sendirian! hei.“


Sari menebak ia berada di ruang lingkup pengawasan. Disini terdapat beberapa pengawal dan perangkap yang pasti ia belum mengetahui keberadaannya. Di sela-sela keheningan itu, terdengar percakapan dua orang pengawal yang sedang bersembunyi kiranya.


“ Kalau menurutku, Amano itu sedikit ceroboh. Kalau saja penantang kali ini lebih cerdas, Amano bisa saja mati. “


“ Hush! Kau ini bicara apa? Bagaimana jika Amano tahu? “

__ADS_1


TAPTAPTAP..


“ Sari! Stop disitu. Jangan lari-lari. Mari pergi bersama. “


Sera dan kedua pengawal itu terkejut secara bersamaan. Beberapa detik bergulir. Dari dialog kedua pengawal tersebut, dapat langsung diketahui, mereka sedang bosan, menunggu lawan yang tak kunjung datang. Terlalu membosankannya, mereka tidak sadar, ada seorang gadis muda yang sedang menyimak pembicaraan mereka.


“ Siapa kalian?! “ Salah satu pengawal bertanya dengan nada yang tidak megenakkan.


“ Perkenalkan, aku SA85. “


“ SA85? bukankah Seharusnya lawan Amano itu hanya seorang, “


“ Mereka cacat, bodoh! “ Ujar pengawal yang satunya.


“ Oke, kawan. Sampai disini saja pembicaraannya. “ Sari menyela


BUKK! BUKK!


Kedua tengkuk si pengawal tadi dipukul oleh Sari. Guna mematikan mereka sejenak.


“ Maafkan aku, Sera “


“ Tidak apa. Mari lanjutkan perjalanan, waktu kita tersisa 3 jam lagi. “


“ Mm! “

__ADS_1


__ADS_2