Syair Putri Kupu-kupu

Syair Putri Kupu-kupu
Bab 4: Bukan Dia


__ADS_3

Aku menyenderkan kepalaku di pintu kamar. Rasa letih merasuki ku terlalu kuat. Kalau sempat ada satu masalah lagi yang terjadi hari ini, jiwaku mungkin bisa melayang keluar ke nirwana.


Untungnya, ibu tidak jadi membunuhku. Aku tidak berbohong saat mengatakan tubuh Changyi sedang dalam kondisi buruk. Adikku mungkin berpikir tidak ada yang tahu tentang identitasnya sebagai penulis novel.


Tapi aku tahu bagaimana ia selalu bergadang mengerjakan novelnya sampai subuh diam-diam. Lagian, aku ini abangnya. Aku sudah mengenalnya seperti telapak tanganku sendiri.


Changyi tidak menyukai keramaian. Ia tidak suka menjadi pusat perhatian dan hanya ingin diakui dari karyanya saja. Adikku cukup lihai menyembunyikan identitasnya selama bertahun-tahun.


Sayangnya, ia tidak bisa menipuku. Kelihaiannya tidak bisa melampaui kelicikan ku. Dibandingkan Changyi, aku terisi lebih penuh dengan kebohongannya daripadanya.


——Dia tidak lebih baik dariku. Di pun bukanlah orang yang jujur.


"Mengapa Anda membawaku kemari?" Tanya seorang lelaki yang berdiri di belakangku. Aku membalikkan badanku, meliriknya dari ekor mata. Ia bersikap kaku, menunggu jawabanku.


Aku tidak pernah melihatnya bertingkah bak orang polos seperti ini. Dia bahkan tidak memiliki alasan untuk berkata jujur.


Di bukan Changyi- bukan orang yang ku kenal. Orang di depanku bukanlah adikku. Melainkan, seorang penipu yang sedang menggunakan kulitnya. Aku yakin dengan itu sekarang.

__ADS_1


"Dimana Changyi?"


Lelaki itu menggeleng pelan dan berkata, "Maaf, saya tidak tahu kemana adik Anda pergi"


"Jangan bohong- Kau pikir aku akan percaya?" Tanganku terkepal kuat. Aku menahan emosi yang menyelam masuk ke dalam. Mengamatinya, ia kemudian menjawabku dengan tenang:


"Saya tidak memiliki alasan untuk berbohong. Saya bersumpah kepada langit dan bumi semua yang saya katakan adalah kejujuran sejak dulu"


Lelaki itu menatapku tanpa keraguan. Dia tidak berbohong. Kini aku yakin.


Aku tercengang bagaimana ia bisa mengatakan sebuah sumpah seperti itu. Kita tidak berada di zaman dinasti Han atau dalam film drama kolosal.


Kalau aku berada di posisinya, aku pasti akan mengubur diriku di tanah dari rasa malu.


Terlebih lagi, ia mengaku sebagai karakter fiktif dari novel yang ditulis adikku. Apa dia pikir dia bisa menarik simpatiku dengan itu?


"Jadi, kau semacam fans gila adikku atau apa?"

__ADS_1


"F, Fans? Apa itu?"


"Jangan berpura-pura bodoh! Kau... Tsk- Sangat menyebalkan!!"


Lelaki itu tersentak kaget mendengar teriakanku. Tidak bisa ku deskripsikan amarah yang kurasakan saat ini. Andai saja, dia tidak terlihat seperti adikku, aku mungkin akan memukulnya sampai babak belur.


Orang ini muncul dihadapanku tiba-tiba saat Changyi menghilang tanpa jejak. Aku tidak tahu kemana ia pergi atau bagaimana situasi ini dapat terjadi. Aku merasa sedang dipermainkan setiap kali lelaki itu membuka mulutnya.


Dia gila dan aku sungguh-sungguh ingin mengusirnya. Sayangnya, dia adalah satu-satunya petunjuk yang ada akan keberadaan Changyi.


Adikku menghilang dan keberadaannya digantikan dengan orang gila ini. Aku tidak bisa memberitahu ibu karena aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku tidak ingin melihatnya menangis.


Aku sendiri tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak tahu bagaimana kabar adikku sekarang. Bahkan aku tidak tahu apa dia masih hidup atau tidak.


Aku telah gagal menjaga Changyi.


"—— Aku akan membunuhmu jika Changyi mati. Kau sebaiknya membantuku menemukannya"

__ADS_1


__ADS_2