
Changyi berjalan menyusuri lorong istana yang sepi. Cahaya bulan purnama menyinari koridor yang panjang, menciptakan bayangan-bayangan yang menari-nari di dinding batu. Langkahnya terdengar gemuruh melalui lantai marmer yang mulus, menciptakan suara yang terasa mencolok di kesunyian itu.
Ia melihat sekeliling dengan hati-hati, mencoba mengingat setiap detail yang ada di sekitarnya. Istana ini begitu besar dan rumit, dengan lorong-lorong yang saling berkelok dan pintu-pintu yang tersembunyi. Changyi merasa seperti terjebak dalam labirin rahasia yang dirancang dengan cerdik.
"Dimana ruangan itu?" Gumamnya, sedikit jengkel. Pada titik ini, ia sudah melalui lorong tersebut lebih dari 3 kali.
Besok adalah hari pernikahan yang mengawali penderitaan Bai Xue. Changyi ingin menghindari hal itu terjadi. Terutama, saat ia berada dalam tubuh karakternya sendiri. Ia mulai kehabisan waktu.
Kaisar Lei adalah seseorang yang sangat egois dan gila kekuasaan. Tidak mungkin dia akan membatalkan pernikahannya karena sang kaisar ingin mengambil ahli dunia manusia.
Menggunakan jembatan yang dibuat Bai Xue dan Junhui, ia berniat menjadikan dunia manusia sebagai bonekanya untuk rencana besarnya-- mengalahkan para dewa-dewi.
Makanya, Changyi tahu tidak ada gunanya membujuk sang kaisar untuk membatalkan tunangannya. Satu-satunya cara tercepat yang bisa ia lakukan adalah dengan melarikan diri dari plotnya.
Setelah matahari terbenam, Changyi berencana untuk kabur dari istana saat semua orang sedang tertidur melalui sebuah pintu rahasia yang pernah ia ciptakan.
'Ratusan tahun yang lalu, saat perang antar siluman dan dewa-dewi pecah, seorang petani muda membuat sebuah pintu yang menghubungkan dunia siluman dan manusia untuk bertemu kekasihnya, putri ke-3 kekaisaran Lei.
Sang ibu suri, mengetahui rencana sang petani, sangat murka dengan putri ke-3. Sang putri dan sang petani telah menjalin hubungan tanpa sepengetahuannya selama bertahun-tahun. Ia berusaha menghentikan sang putri untuk kabur.
__ADS_1
Namun sang petani telah membuat sebuah pintu yang tak terlihat dalam istana, sehingga sang ibu suri tidak dapat menemukan kemana sang putri pergi.Tidak ada yang bisa mengejarnya dan sang putri.'
Changyi sedikit menyesal menuliskan bagian itu sekarang. Ia seharusnya menuliskan lokasi pintu tersebut lebih spesifik jika ia tahu situasinya akan menjadi seperti ini.
Setiap siluman yang keluar masuk ke dunia manusia harus meminga izin dari sang kaisar. Pintu tersebut adalah solusi yang bagus karena keberadaannya tidak bisa terdeteksi oleh para siluman. Terutama, tanpa perlu izin dari sang kaisar.
Kalau ini memang berdasarkan yang kutulis, harusnya pintunya memang benar-benar ada-
BRUKK..
Changyi menggosok batang hidungnya yang barusan menabrak sesuatu. Mundur beberapa langkah, ia mengangkat kepalanya dan melihat punggung seorang pemuda yang tinggi di hadapannya.
Tubuh Changyi membeku di tempat mendengar sebuah suara yang familiar. Pandangannya terjatuh pada siluet seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari sang pemuda.
"Apa yang nona lakukan disini?" Tanya Qing Jiaohua yang sama terkejutnya. dengan Changyi
Dalam ceritanya, kejadian ini tidak seharusnya terjadi. Qing Jiaohua harusnya sedang berada di tempat tuannya sekarang untuk mendiskusikan langkah mereka yang selanjutnya.
Mengapa dia muncul disini? Changyi tidak pernah menuliskan bagian ini.
__ADS_1
"Putri, apa Anda baik-baik saja?"
Suara lembut itu menghantam Changyi kembali pada realita. Pupil matanya membuat sempurna, menyadari ia telah menggali kuburannya. Melirik paras sang pemuda, Changyi bisa melihat wajahnya dengan jelas dibawah lentera.
"Wang.. Junhui..?" Changyi menggumam, tidak percaya. Ia tidak menyangka sang anatahonis akan muncul seawal ini. Paling tidak, ia berharap besok akan menjadi hari pertamanya apabila rencananya untuk kabur gagal.
Changyi berusaha menenangkan dirinya yang sedikit panik. Ia merasakan detak jantungnya berdegup kencang. Changyi tahu ia harus berhati-hati dengan setiap kata yang diucapkannya, karena satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal kedepannya.
"S, Saya baik-baik saja," jawab Changyi, menyembunyikan rasa gelisahnya bertemu sang antagonis. "Saya sedang dalam perjalanan bertemu ayahku. Apa yang Anda lakukan disini?"
".. Saya dengar Anda sedang tidak enak badan. Jadi saya meminta sang kaisar untuk menunda pernikahannya untuk sementara"
Changyi bisa merasakan tatapan tajam yang mengamatinya. Ia berusaha berpikir cepat bagaimana meresponnya. Akan tetapi, tidak ada yang muncul di kepalanya selain rasa panik yang mulai memakannya kembali. Terdiam sunyi, ia hanya bisa tersenyum kaku.
Mengapa Wang Junhui menyarankan pernikahannya ditunda?! Sang kaisar seharusnya menggantikan calon penggantinya! Sang kaisar bahkan tidak tahu Bai Xue sebenarnya jatuh sakit!!
Jika sang kaisar menyetujui permintaan Wang Junhui, itu berarti Changyi tidak bisa bergerak leluasa karena ia akan diawasi ketat sampai ia sembuh total dan dinikahkan!!
"Saya.. menghargainya..." kebohongan itu akhirnya Changyi paksakan keluar dari mulutnya dengan jengkel.
__ADS_1