System : Hunter Villain

System : Hunter Villain
Episode 21 : Jebakan Bandit


__ADS_3

Di depan matanya, Yue Bing melihat dua wanita yang dia kenal sedang bertatapan dengan niat membunuh. Udara di sekitar mereka seperti memanas hanya dengan mereka bertatapan saja.


Karena berhubungan dengan wanita itu membawa sial, Yue Bing diam-diam kabur dari situasi itu. Dimana semua orang melihatnya dengan tatapan iri dan kasihan.


Mengendap-endap ke pintu keluar, tiba-tiba Yue Bing merasakan dua tangan yang menempel di bahunya seperti ingin menghentikan langkahnya.


Menoleh perlahan, Yue Bing melihat Xuan Jing dan Ming Yae menatapnya dengan tatapan marah.


"A-Apa yang kalian inginkan dariku sebenarnya?" Tanya Yue Bing dengan keringat dingin yang mengalir di punggungnya.


"Aku ingin kak Ren memilih antara aku atau dia."


"Iya. Aku sependapat dengan wanita ini."


"Tapi untuk apa aku memilih diantara kalian?"


""Jawab saja!"" Teriak mereka bersamaan.


Yue Bing seperti dihadapkan dengan pilihan yang sangat mustahil dia bisa memilih dengan damai. Satunya teman masa kecil dan seorang wakil guild nomor satu.


Sedangkan untuk satunya, identitas tidak jelas. Yue Bing takut jika dia adalah seseorang dari keluarga tersembunyi yang sedang keluar untuk mencari pengalaman.


"Sistem, coba tampilkan informasi dari Xuan Jing." Minta Yue Bing pada sistem.


Yue Bing sudah melihat informasi milik Ming Yae saat dia di portal kemarin, hanya tinggal Xuan Jing yang belum dia lihat.


[Menampilkan informasi dari target.]


_____________________________________


Nama : Xuan Jing


Ras : Half Elf


Level : 1??


Bakat : Es | Angin | Api | Air | Bumi


Title : Hero of Another World


Skill : 12 Sword Elemental Slashes (Lv. ?) | Sword Fairy Dance (Lv. ?) | ? (Lv. ?) | ? (Lv. ?)


Statistik : HP (4??) | Mana (2??) | STR (3??) | INT (1??) | AGI (1??) | DEX (1??) | LUK (1??)

__ADS_1


_____________________________________


"Sial. Dia benar-benar seorang monster!" Batin Yue Bing dengan semakin berkeringat dingin.


Menatap mereka berdua, Yue Bing memberikan jawaban yang samar." A-aku tidak bisa memilih di antara kalian. Jika bisa mungkin aku akan memilih Xuan Jing, karena dia adalah teman masa kecilku."


Setelah menjawab seperti itu, dua wanita itu saling memandang dan menatap kembali Yue Bing dengan melepas pegangan tangan mereka padanya.


"Ya. Kuanggap ini tidak dihitung."


"Hmm. Benar."


(Ada apa dengan dua wanita gila ini? Tadi mereka bertengkar dan sekarang mereka sependapat? Jalan pikir seorang wanita memang rumit.)


Xuan Jing bertanya pada Yue Bing kemana dia pergi selanjutnya. Dia menjawab mau pergi ke kota K untuk misi pengawalan, dia tidak memberitahu jika di kota K adalah tempat para bandit berkeliaran.


"Kota K, ya..." Gumam Xuan Jing dengan sedikit melamun seperti berpikir tentang sesuatu yang berkaitan dengan kondisi kota K.


"Ada apa? Apa ada yang salah dengan kota itu?" Tanya Yue Bing mencoba untuk menggabungkan informasi yang sudah dia dapatkan dari sistem dengan informasi yang akan dikatakan Xuan Jing.


Dengan menghela napas pelan, Xuan Jing berkata, "Harusnya aku ingin ikut denganmu. Aku tidak bisa tenang meninggalkanmu sendirian dengan wanita ular ini, tapi aku ada urusan di guild."


"Apa maksudmu aku wanita ular?"


Mengutuk Xuan Jing, Yue Bing sempat berharap jika Xuan Jing akan memberikannya sebuah informasi yang sangat bermanfaat untuknya di kota K, tapi itu semua sirna karena Yue Bing lupa bahwa dia seorang wanita.


Setelah itu, Xuan Jing berjalan pergi untuk menyelesaikan urusan dengan guilldnya. Tapi sebelum keluar dari asosiasi, dia mengatakan beberapa kalimat yang menurut Yue Bing sebagai informasi yang sangat berguna.


"Kak Ren, hati-hati dengan orang yang mempunyai bekas luka di mata kirinya." Ucapnya sambil berlari keluar dari asosiasi.


"Pergi sana dasar wanita licik." Ucap Ming Yae dengan mengibaskan tangannya seperti mengusirnya pergi.


Ming Yae menatap Yue Bing dengan heran, dia melihatnya seperti melamun memikirkan sesuatu. Menepuk pundak Yue Bing, Ming Yae berkata, "Kak Ren, ada apa?"


Terkejut, Yue Bing reflek menjawab, "Tidak apa-apa. Kalau begitu ayo kita berangkat untuk misi ini." Ajaknya dengan berjalan pergi keluar dari asosiasi.


"Ada apa sih?" Tanya Ming Yae bingung dengan tingkah lakunya sembari mengikutinya dari belakang.


****


Sekarang Yue Bing dalam perjalanan untuk mengawal beberapa muatan pergi ke kota K untuk mengirimnya. Di awal perjalanan, tidak ada sesuatu yang aneh, hanya ada beberapa hewan buas yang keluar dari hutan.


Sampai di suatu titik, diujung pengelihatannya, Yue Bing melihat sosok seorang manusia dibalik pohon di sebelah kirinya.

__ADS_1


"Apa itu bandit?" Batinnya bersiap dengan memegang gagang pedangnya.


"Demon Eye."


Karena lokasi sosok itu agak jauh dan suasana di sekitar agak gelap karena cuacanya yang mendung. Yue Bing mencoba untuk mengaktifkan skillnya untuk melihat siapa sosok itu.


"Apa yang sedang kamu liat, kak Ren?" Tanya Ming Yae yang melihat Yue Bing melihat ke kejauhan dengan tangannya menempel di alisnya.


"Itu... Benar bandit."


Terkejut, Ming Yae bertanya untuk memastikan, "Apa? Apa itu benar kak Ren? Mus-"


Belum menyelesaikan kalimatnya, sebuah kilatan benda tajam menusuk tangan kiri Yue Bing dan darah bercucuran keluar di depan mata Ming Yae.


"Kak Ren..." Teriak Ming Yae.


Terjatuh ke tanah, Yue Bing memegang tangannya yang terluka akibat anak panah yang dilepaskan seseorang untuk menahan darahnya agar tidak banyak yang keluar.


"Ahh. Aku lengah! Siapa itu?" Tanyanya melihat ke arah dari tembakan itu dengan merintih kesakitan.


Disana berdiri seorang wanita yang satu matanya di tutupi oleh kain seperti bajak laut, memegang busur dan arah yang di tunjukkan busur itu adalah kearahnya.


Wanita itu menyeringai ke arah Yue Bing. Tapi matanya tidak melihat ke wajahnya, tapi pada dua pedang yang dibawanya.


"Apa dia mengincar pedang ini?" Ucapnya dengan berusaha berdiri dan dalam mode bersiap.


Wanita itu terlihat menarik napas dan berteriak, "Serang!" Dan dari balik pohon di seberang jalan muncul banyak orang memegang pedang, tombak, dan belati.


"Apa dia orang yang disebutkan Xuan Jing saat itu?" Menahan ayunan pedang dari bandit yang menyerang, Yue Bing masih penasaran dengan wanita itu.


*Clank* banyak suara benturan pedang dan tombak.


Bagi bandit yang memegang belati, kemungkinan mereka berperan sebagai orang yang akan bersembunyi dan menikam orang yang sedang sibuk bertarung di tengah pertarungan.


Matanya yang makin lama makin buram, membuat Yue Bing tidak bisa memfokuskan untuk mengayunkan pedang, hanya menahannya saja sudah sangat sulit.


Tiba-tiba dari belakangnya, ada seseorang yang memegang belati dan berniat untuk menusuk Yue Bing dari belakang. Karena intuisi dari seseorang yang pernah di panggil pahlawan, dia dengan cepat menghindar ke samping.


"Kau lagi." Ucap Yue bing melihat sosok seorang wanita yang memegang busur tadi berada di belakangnya, memegang belati dengan menyeringai.


...


*Bersambung.....

__ADS_1


*Note : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


__ADS_2