System : Hunter Villain

System : Hunter Villain
Episode 22 : Tiba di Kota Krest


__ADS_3

Saat ini Yue Bing terluka saat dia mengambil misi pengawalan dari asosiasi. Dan orang yang membuatnya terluka adalah seorang wanita yang mengenakan satu penutup mata di mata kanannya.


Rambut pirang dengan mata kirinya yang berwarna merah membuatnya terlihat kharismatik. Dengan aura mencengkam yang dikeluarkannya, tidak mustahil untuk memanggilnya Sang Penguasa.


"Kau lagi." Ucap Yue bing melihat sosok seorang wanita yang memegang busur tadi berada di belakangnya, memegang belati dengan menyeringai.


Dengan melempar pisau belati ke udara, wanita itu berkata, "Pedang biru itu bukankah pedang mawar kristal milik wakil guild Ambasador, bagaimana caramu mendapatkannya?"


Mendecakkan lidahnya, Yue Bing memaksa tangannya untuk mengarahkan pedangnya ke arah wanita itu. Dengan terbata-bata, dia menjawab, "Itu...itu bukan urusanmu."


"Hahaha... Nak, kau sangat menarik." Tawa wanita itu sangat membuat Yue Bing kesal.


Setelah wanita itu tertawa, dia melesat maju melayangkan belati ke arah leher Yue Bing. Pergerakan yang ditunjukkan wanita itu seperti CQC milik tentara militer yang berpengalaman.


Semua serangan belati itu harusnya bisa dihindari dengan cukup mudah, tapi Yue Bing merasa jika pengelihatannya makin lama makin buram.


Tanpa sadar Yue Bing bergumam, "Apa panah tadi beracun?!"


Masih menyerang dan memojokkan Yue Bing, wanita itu menjawab, "Benar. Racun dari Ligot tipe tumbuhan, Mandragora. Itu sangat beracun sampai bisa menghilangkan beberapa panca indera seseorang."


Begitu banyak gerakan yang dilakukan Yue Bing sangat sia-sia dan membuang energi. Itu disebabkan karena menghindar serangan dari wanita itu sangat susah saat pandangannya mulai kabur.


Dengan telinganya yang mulai tidak bisa mendengar, itu membuatnya berada dalam situasi yang sangat tidak menguntungkannya. Dipukul mundur, Yue Bing menancapkan pedangnya ke tanah dan bertekuk lutut.


"A-Apa yang harus kulakukan?" Gumamnya dengan pandangan matanya yang sudah mulai menggelap.


Disaat-saat kritis seperti itu, tiba-tiba suara yang sangat dia kenal memberinya sebuah saran.


[Disarankan host untuk menggunakan skill "Darkness Domain".]


"Ta-Tapi jika aku meninggalkan pertarungan, bagaimana dengan Ming Yae?" Ucapnya dengan melihat Ming Yae yang ikut bertarung dikerumunan para Hunter dan bandit.


Yue Bing bisa saja melarikan diri ke sisi lain dunia, tapi itu akan membuatnya meninggalkan Ming Yae sendirian disini. Meskipun Yue Bing menjadi seorang Villain, tapi hati seorang pahlawan masih cukup melekat pada jiwanya.


[...]


[Jika begitu, host bisa mencoba untuk mengaktifkan "Demon Lord Eye".]


Menanggapi saran yang di ajukan sistem padanya, dia terkejut dan mengulangi perkataan sistem dengan bertanya, "Demon Lord Eye?"


[Demon Lord Eye akan memungkinkan host untuk menetralisir racun yang saat ini ada di tubuh host.]


"Darimana aku dapat skill itu? Dan juga mengapa kau tidak bilang dari... Baiklah, aku mengerti apa jawabanmu."


Mencoba berdiri tegak, Yue Bing dengan perlahan menggumamkan, "Demon Lord Eye."


Matanya yang tadinya mulai menghitam, kini berubah menjadi merah darah yang menyala. Bahkan jika dalam kegelapan, mata itu akan terlihat sangat menakutkan.

__ADS_1


Melihat mata Yue Bing berubah menjadi merah, wanita itu melompat mundur dan merasakan suatu firasat buruk saat dia berkata, "Mata merah itu... Siapa dia sebenarnya?"


Merinding ketakutan, mata wanita itu terlihat terkejut dengan apa yang dia lihat di depannya. Mata itu seperti mata Ligot humanoid yang pernah dia lawan di portal ungu di kota P.


Diiringi dengan aura merah yang menyebar di sekelilingnya, membuat banyak orang pingsan di sekitarnya. Yang tersisa tinggal wanita itu, dan Ming Yae yang masih bisa sadar.


"K-kak Ren..."


"Mu-mustahil." Wanita itu bergidik dan jatuh ke tanah tiba-tiba saat melihat aura mencekam yang dulu dia rasakan.


"Ra-raja...Ib-"


"Accel."


Belum menyelesaikan kalimat yang akan dia ucapkan, kilatan pedang terlihat menyayat lehernya. Detik selanjutnya, wanita itu tersungkur di tanah dengan bersimbah darah.


Dengan mengibaskan pedangnya untuk membersihkan darah yang menempel, Yue Bing lalu menyarungkan kembali pedangnya.


"Haaah..." Menghela napas pelan, dia lalu terjatuh ke tanah karena kelelahan. Setelah Yue Bing pingsan, pemberitahuan sistem keluar dengan cepat.


[Membunuh seorang kandidat Villain.]


[Mendapatkan +50 poin Villain.]


[Achievement "First Blood" didapatkan.]


[Membuka Kunci Pertarungan "System Swap".]


[Level Host meningkat menjadi 33.]


[Menampilkan informasi Host.]


_____________________________________


Nama : Yue Bing / Ren Ashfall


Ras : Half Demon


Level : 33


Bakat : Kegelapan | Es


Title : Reincarnation of Calabras


Skill : Darkness Domain (Lv. 2) | Demon Lord Eye (Lv. 2) | Ice Javelin (Lv. 2) | Mind Slash (Lv. 1) | Accel (Lv. 1)


Poin Villain : 470

__ADS_1


Toko Villain : [+]


Fungsi Sistem : System Swap


Statistik : HP (38) | Mana (29) | STR (30) | INT (28) | AGI (34) | DEX (37) | LUK (27)


_____________________________________


****


"Kak Ren, janji ya. Saat kita dewasa, kita akan...."


"Siapa itu? Apa yang kamu katakan?" Tanya Yue Bing melihat sebuah gambaran dari ingatan milik Ren Ashfall saat kecil berpegangan tangan dengan seorang gadis.


Membuka matanya, Yue Bing melihat dua gunung kembar yang pernah dia lihat dulu saat dia keluar dari portal Goblin Cave Village.


"Apa ini yang dinamakan De Javu." Gumamnya sembari bangun dari bantal pangkuan yang sama dengan yang dia ingat terakhir kali.


"Oh, kak Ren. Kamu sudah bangun?" Sebuah suara terdengar di belakang Yue Bing saat dia bangun.


Dengan tersenyum kecut, Yue Bing membalas, "Iya. Terima kasih, Ming Yae."


Ming Yae membalasnya kembali dengan tersenyum. Dia mengambil sebotol air minum dan diberikan pada Yue Bing.


Dia bercerita, saat Yue Bing pingsan, para sisa bandit itu ditangkap dan dikirim kembali ke kota Yuqing untuk diberikan pada asosiasi agar ditangani lebih lanjut.


Selama perjalanan, tidak ada lagi serangan mendadak dari bandit. Tapi saat Yue Bing melihat informasi misinya, itu tertulis sebagai belum diselesaikan.


Yue Bing lalu bertanya pada sistem mengapa misi itu belum selesai, padahal dia sudah mengalahkan para bandit itu tadi.


[Host belum mengalahkan mereka semua. Harusnya ada dua grup bandit yang harus dikalahkan oleh Host.]


"Dua grup bandit?" Dengan mengulangi perkataan sistem, Yue Bing ingat jika Xuan Jing pernah mengatakan suatu informasi saat dia bertemu dengannya di asosiasi.


'Kak Ren, hati-hati dengan orang yang mempunyai bekas luka di mata kirinya.' itulah yang dia katakan pada Yue Bing.


"Mata kiri?" Mengingat penampilan dari wanita bandit yang dia kalahkan, itu berbeda dengan deskripsi yang dikatakan Xuan Jing.


Mata kiri dari wanita itu tidak ada bekas luka atau apapun, tapi hanya mata kanannya yang ditutupi kain. Yue Bing juga tidak tahu itu ada bekas luka atau sebagai aksesoris semata.


Sembari memikirkan itu, Yue Bing akhirnya tiba di kota K. Dari penampilan luarnya saja, itu terlihat tidak cukup terlindungi. Tembok yang retak dan berlubang, itu cukup mengganggu Yue Bing saat dia melihatnya.


"Sepertinya aku harus membunuh beberapa orang lagi jika mereka tidak menyerah." Sambil bergumam seperti itu, dia melihat ke arah seseorang dibalik bayangan tembok kota yang selalu memperhatikan rombongan Yue Bing saat mereka masuk.


...


*Bersambung.....

__ADS_1


*Note : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


__ADS_2