
Di tengah perjalanan, Yue Bing diserang oleh sekelompok bandit yang menginginkan barang yang sedang diantarnya. Alhasil, dia menang berkat skill miliknya yang berevolusi.
Dan saat ini, dia sedang berada di sebuah penginapan di kota K. Menurut apa yang dia dengar saat dia berada di sebuah rumah makan, kota K ini dulu makmur dan banyak orang yang sering berkunjung.
Tapi karena ada sebuah kejadian amukan Ligot peringkat-S, Giant Ant, kota K menjadi lautan darah yang menyebabkan banyak orang yang selamat segera meninggalkan kota ini dan tidak pernah kembali lagi.
Kota K kembali beroperasi saat ada seorang Hunter rank-S yang datang dan membangun kembali kota ini menjadi seperti dulu. Dan Hunter itu bernama, Jin Haetus.
Jin Haetus, Hunter yang melawan mundur Giant Ant seorang diri. Dia disebut-sebut sebagai inkarnasi dari Hercules, pahlawan dari mitologi Yunani yang paling kuat dan terkenal.
Dia dipanggil seperti itu karena prestasi dan pencapaiannya yang sangat tidak masuk akal. Dari melawan monster rank-S yang berada di laut, Leviathan. Sampai monster rank-S yang berada di langit, Wyvern.
Dan kali ini, dia mendapat pencapaian baru berupa mengusir Giant Ant dari kota K seorang diri. Mengapa dia tidak membunuhnya? Giant Ant dikatakan sebagai monster yang tubuhnya sekuat baja dan yang paling merepotkan adalah 8 kakinya yang akan melemparkan ratusan duri beracun.
"Hercules..." Gumam Yue Bing dengan merebahkan tubuhnya di atas kasur tempat tidur.
Mengingat julukan itu, membuat Yue Bing mengingat masa lalu. Dia adalah salah satu kandidat yang akan menjadi pahlawan yang mengikuti Yue Bing pergi ke "Portal Terakhir".
Pada akhirnya dia menolak ajakan dari Yue Bing dengan alasan jika istrinya akan melahirkan anaknya yang kedua. Memang benar jika istrinya sedang mengandung, dan Yue Bing tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Tapi Jin Haetus berjanji akan melindungi tempat Yue Bing pulang saat dia berhasil menaklukkan "Portal Terakhir" dan membawa pulang medali kemenangan.
"Maaf, Jin. Aku tidak bisa pulang waktu itu dan memberimu selamat atas kelahiran anak ke dua-mu." Sembari mengingat senyum Jin Haetus dan juga istrinya yang sedang duduk dikursi, membuat Yue Bing hampir menangis.
Yue Bing merasakan kenyamanan saat bersama mereka berdua. Dia merasa seperti kehangatan keluarga sedang memeluknya. Dia juga sudah mulai mengganggap mereka berdua seperti ayah dan ibunya sendiri.
Beberapa teknik pedang dan juga gerakan dalam pertarungan diajarkan oleh mereka berdua. Istrinya, Teressa, seorang mantan petualang rank-S yang pernah mengalahkan seekor naga yang didalam hutan Yulris, dan mendapatkan julukan, Dragon Slayer.
Mengingat kembali kehangatan yang mereka berikan, sebuah air mengalir dari mata Yue Bing membasahi pipinya.
"Aku sangat minta maaf, Jin, Teressa..." Dia terus mengulangi perkataannya untuk meminta maaf pada mereka.
Disaat Yue Bing mengenang kembali ingatan tentang kehangatan keluarga, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dan suara seorang wanita terdengar di balik pintu itu.
__ADS_1
"Kak Ren, apa kakak masih bangun?" Ucap Ming Yae dengan terus mengetuk pintu kamar Yue Bing.
Terkejut, Yue Bing mengusap air matanya dan bergegas untuk membuka pintu, "Iya, ada apa Ming Yae?" Tanyanya setelah membuka pintu.
"Kak Ren, kakak makan sekarang... Mata kak Ren kenapa merah begitu?" Ming Yae mengganti pertanyaannya setelah melihat mata Yue Bing memerah.
"Tidak apa-apa, tadi ada debu yang masuk, jadi aku gosok-gosok dan jadi seperti ini." Jawabnya dengan mengulangi tindakannya untuk menggosok matanya.
Memegang tangan Yue Bing, Ming Yae berkata, "Jangan digosok kak Ren, nanti akan tambah merah." Balasnya dengan meniup pelan mata Yue Bing.
"Baiklah sudah selesai. Tadi apa yang akan kamu katakan?" Yue Bing bertanya dengan melangkah mundur dan sedikit mendorong Ming Yae untuk menjauh darinya.
Cemberut, Ming Yae menjawab, "Kak Ren mau makan sekarang atau nanti? Kalau sekarang makanannya sudah ada di kantin bawah."
"Baiklah aku akan kesana sebentar lagi." Jawabnya langsung dan menutup pintu kamarnya.
Makin cemberut, Ming Yae menendang pintu kamar Yue Bing lalu pergi meninggalkannya untuk turun kebawah dan menunggunya di sana.
"Dasar gadis yang merepotkan." Gumamnya sembari berjalan menuju jendela di sebelah tempat tidurnya.
Yue Bing menduga itu adalah ulah dari sisa bandit yang menyerangnya waktu itu. Yue Bing akan mengurus mereka nanti saat sudah selesai makan. Tapi sayangnya, Yue Bing harus menyelamatkan dia sekarang saat suara itu memanggil namanya di masa lalu.
"Lepaskan aku! Jika kalian tidak melepaskanku, paman Yue Bing akan datang dan mengalahkan kalian seperti apa yang dikatakan ayahku."
Berhenti melangkah, Yue Bing mengepalkan tangannya dengan erat sampai berdarah, dengan wajahnya yang marah, dia melesat dengan kecepatan yang hampir tidak bisa dikatakakan manusia bisa lakukan ke tempat sumber suara itu.
****
"Lepaskan aku!" Teriak gadis kecil yang parasnya terbilang cantik dengan rambut dan matanya yang biru sebiru lautan.
"Berhenti teriak gadis kecil!" Ucap seorang pria yang memegangnya dengan menutup mulutnya.
Gadis kecil itu sepertinya ingin diculik oleh pria tidak di kenal itu. Berusaha melepaskan diri, gadis kecil itu menggigit tangan pria itu yang menutup mulutnya.
__ADS_1
"Aw! Dasar gadis sialan!"
*Plak*
Pria itu menampar gadis kecil itu sampai terjatuh ke tanah. Karena rasa sakit yang tidak pernah dia rasakan, dia akhirnya menangis.
"Kubilang berhenti menangis." Pria itu ingin menampar gadis kecil itu lagi, tapi...
"Berhenti menyentuh gadis kecil itu dengan tangan kotormu itu." Sebuah suara dengan nada yang marah datang dari belakang pria itu.
Pria itu menoleh, dan mendapati seorang remaja mendekatinya. Dengan menunjuk remaja itu, pria itu berkata, "Siapa kau? Jangan ikut campur dengan urusanku."
*Zhing*
Sebuah kilatan pedang terlintas di depan pria itu. Detik selanjutnya, jari yang digunakannya untuk menunjukkannya terpotong.
"Ahhhhhhh." Pria itu berteriak dan terjatuh ke tanah sambil memegangi tangannya yang jarinya hilang satu.
Yue Bing mendekati pria itu sembari bergumam, "Apa ini benar dunia yang aku selamatkan dengan susah payah sampai mengorbankan nyawaku. Tapi kalian baj*ngan tidak bersyukur dan malah mencoba menculik anak kecil."
"Ja-jangan mendekat." Pria itu menangis dan menatap Yue Bing dengan ketakutan.
Dengan mengangkat pedangnya dan menempelkannya di leher pria itu, dia berkata, "Aku tidak butuh orang sepertimu, di dunia yang ku selamatkan dan akan ku hancurkan ini."
"Gadis kecil, bisa kau tutup matamu sebentar." Ucap Yue Bing menatap gadis kecil itu dengan tersenyum. Tanpa berkata, gadis itu mengangguk dan menutup matanya.
Yue Bing memegang kepala pria itu dan membawanya pergi dengan menggunakan skill "Accel". Dia membunuh pria itu disuatu tempat dan kembali lagi ke gadis kecil itu.
Saat kembali, Yue Bing melihat gadis kecil itu masih menutup matanya. Penampilannya sangat mirip dengan seseorang yang sangat dia kenal di masa lalu.
Tanpa sadar Yue Bing bergumam, "Te...res...sa..."
...
__ADS_1
*Bersambung.....
*Note : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.