
Melawan sosok hitam yang entah muncul darimana, membuat Yue Bing kewalahan karena perbedaan kekuatan yang mereka miliki sangat besar. Sosok hitam itu berkali-kali lipat lebih kuat dari Yue Bing di masa lalu.
Sosok hitam itu perlahan keluar dari dasar lantai, dia mengarahkan pedang pada Yue Bing dan mengumumkan posisinya, "Hanya ada satu raja di dunia kegelapan, dan itu adalah aku. Tidak perlu ada dua raja di bawah langit yang sama."
Bersamaan dengan pengumuman yang sosok hitam itu katakan, dia lanjut menghilang ke dasar lantai. Yue Bing dengan panik menoleh ke segala arah untuk memastikan keberadaanya.
"Tidak mungkin." Yue Bing dengan cepat melihat ke arah Savana dan Vanessa yang berada di lantai atas.
Yue Bing sempat melihat jika sosok hitam itu melirik ke arah Savana dan Vanessa yang berdiri di lantai atas. Dengan cepat Yue Bing melesat ke arah mereka berdua, memegang tangan mereka, dan menariknya untuk jatuh ke lantai bawah.
Savana dan Vanessa sempat memarahi Yue Bing karena menarik tangan seorang gadis secara tiba-tiba. Tapi Yue Bing hanya menunjuk ke lantai atas dengan telunjuknya.
Ditempat mereka berdua berdiri, ada beberapa jarum hitam besar yang muncul keluar dengan cepat ke permukaan. Melihat itu, wajah Savana dan Vanessa terkejut dan berubah menjadi gelisah.
Masih dengan posisi waspada, Yue Bing berdiri di depan dua wanita itu, "Jangan jauh-jauh dariku." Ucapnya dengan memperhatikan sekitar.
Menepis tangan Yue Bing, Savana berkata dengan dingin, "Aku bisa menjaga diriku sendiri." Dan berjalan ke depan sembari menggumamkan sebuah mantra.
"O penguasa lautan penderitaan. Buatlah musuhku ketakutan dengan keberadaanmu. Jadikan mereka semua sebagai mangsamu. Bentuk Roh, Leviathan."
Setelah mantra itu diucapkan, tiba-tiba terbentuk sebuah pusaran air di depannya yang terlihat seperti bisa memotong apa pun dengan cepat. Bersamaan munculnya pusaran air itu, muncul seekor ular... Tidak, seekor naga air dari dalamnya.
"Leviathan. Bersihkan istanaku dari kotoran sepertinya." Minta Savana pada naga air yang berdiri dengan agung di depannya.
Menanggapi permintaan Savana, Leviathan melompat masuk ke dalam pusaran. Detik selanjutnya, pertarungan antara Leviathan dan sosok hitam itu terjadi.
Banyak suara dentingan pedang dari segala arah. Sisik Leviathan terbilang sangat keras menyamai baja. Saat pedang hitam Phantom mengenai didiknya tidak heran terdengar suara dentingan.
Merasa dia tidak bisa menang dengan cara biasa, sosok hitam itu melompat keluar dari balik bayangan karena dia merasa dirugikan jika terus menyatu dengan es yang merupakan keuntungan untuk Leviathan.
Mengangkat pedangnya tinggi ke langit, sosok hitam itu menebas secara vertikal ke arah Leviathan yang membuka mulutnya ingin memakannya. Sosok hitam itu juga bergumam, "Nohim." Dan sebuah jeda waktu bisa terasa oleh Yue Bing.
"Apa itu tadi?!" Tanya Yue Bing merasa jika waktu berhenti sebentar. Dia pernah mengalami perasaan ini ketika melawan seorang vampir yang bisa mengendalikan waktu.
Secara tidak terduga, Leviathan berhenti bergerak dan menghilang seperti debu di udara. Savana dibuat terkejut kembali oleh sosok hitam itu karena bisa mengalahkan Leviathan hanya dengan sekali tebasan pedang.
Savana bergumam tidak percaya, "Mustahil." Dengan darah yang mengalir dari mulutnya. Detik selanjutnya, dia memuntahkan darah. Itu adalah harga yang harus dibayar jika roh yang dikontrak menghilang.
Dengan cepat, Vanessa yang menyaksikan Savana terjatuh ke lantai, berlari menuju ke arahnya, "Savana." Dengan berteriak histeris.
"Ka-kakak." Dengan suara lirih, Savana menanggapi panggilan dari Vanessa.
__ADS_1
"Kakak?!" Yue Bing terkejut dengan fakta yang ada di depannya. Dia sempat berpikir jika, Vanessa adalah adik Savana, tapi itu sebaliknya.
*Srinnggg.* Suara pedang yang diseret di lantai mengeluarkan bunyi yang berdecit. Gesekan antara pedang sosok hitam itu dan es menciptakan sebuah asap hitam yang dengan samar menghilang di udara.
"O penguasa lautan. Biarkan mereka mendengar suara merdu dari penderitaan. Armor Leviathan, Vetra."
Savana yang masih mengeluarkan darah dari mulutnya, mengucapkan mantra yang membuatnya bisa memunculkan sebuah armor es yang megah.
Tubuh Savana perlahan ditutupi es dan membentuk sebuah armor yang desainnya cukup menarik. Dari atas sampai bawah, seperti jubah, tapi itu terbuat dari es yang mengkilap.
Sebuah "Halo" muncul di atas kepalanya dengan cahaya biru. Selanjutnya, dibahu kirinya, sebuah es menggumpal membentuk sebuah kepala naga. Sosoknya hampir mirip seperti Dewi Perang, Athena.
"Athena?!" Terkejut Yue Bing mengingat sosoknya yang mirip seperti Dewi perang yang pernah dia lihat dulu saat dia melawan ribuan Ligot yang keluar dari portal merah di kota X.
Penasaran, Yue Bing lalu meminta sistem untuk memeriksa informasi status milik Savana. "Sistem, cepat periksa informasi dari gadis itu.]
[Menampilkan informasi dari target.]
_____________________________________
Nama : Savana El Fenix
Ras : Semi-God
Level : 99
Title : Avatar of Goddess Athena | Time Queen Sister
Skill : Absolute Zero (?) | Light of Judgment (?) | Summon Leviathan (?) | ? (?)
Statistik : HP (???) | Mana (???) | STR (???) | INT (???) | AGI (???) | DEX (???) | LUK (???)
_____________________________________
Yue Bing sudah mengira jika status miliknya melebihi dirinya, tapi yang membuatnya lebih terkejut adalah titel yang dimiliknya ada dua. Satunya menggambarkan tentang dirinya, tapi yang kedua....
"Adik ratu waktu?!" Yue Bing spontan berkata seperti itu dan sistem langsung menanggapinya.
[Menampilkan informasi dari target.]
_____________________________________
__ADS_1
Nama : Vanessa El Fenix
Ras : ?
Level : 99
Bakat : Waktu | Ruang Dimensi
Title : Time Queen
Skill : Rewind Time (?) | ? (?)
Statistik : HP (???) | Mana (???) | STR (???) | INT (???) | AGI (???) | DEX (???) | LUK (???)
_____________________________________
Menampilkan sebuah status milik monster, pikir Yue Bing. Statusnya hampir mirip dengan sosok hitam itu, tapi yang membuatnya berbeda adalah levelnya. Status milik mereka berdua berhenti di level 99.
"Apa itu karena batasan level?" Tebak Yue Bing melihat jika status milik mereka sama.
Batasan level yang dimaksud Yue Bing adalah batasan eksternal. Bisa berupa, keadaan yang memaksa, ingatan buruk tentang seseorang, atau mungkin juga kutukan.
Tapi yang lebih memungkinkan adalah kutukan. Karena ras dan titel yang mereka miliki sudah bukan dianggap manusia. Tidak ada yang pernah tahu kapan itu pernah terjadi.
"Mari kita mulai sekali lagi." Ucap Savana dengan mengangkat tangannya ke depan.
Bersamaan dengan Savana mengangkat tangannya, sebuah pusaran es berputar membentuk sebilah pedang yang mirip sekali dengan pedang yang di pegang Yue Bing.
"Ice Sword Thrust."
Memegang pedang yang sudah sepenuhnya terbentuk, Savana menebaskan pedangnya ke arah Phantom dari jauh. Jarum es muncul dari lantai menerjangnya lurus ke arahnya.
Phantom hanya melihatnya tidak bergerak, jarum es itu perlahan mendekat, membuat Phantom bergerak. Dia hanya mengibaskan tangannya, dan jarum es itu hancur berkeping-keping.
"Serangan jarak jauh tidak efektif, kalau begitu..." Bergumam pelan, dari punggung Savana terbentuk sebuah sayap yang terbuat dari es.
"... Kita tentukan dengan pertarungan jarak dekat." Melesat dengan cepat ke arah Phantom, Savana seperti melayang di udara.
...
*Bersambung.....
__ADS_1
*Note : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.