
Daratan Tengah]
Di sebuah hutan yang cukup lebat terlihat sebuah celah spasial dan ada 2 orang keluar dari sana yaitu Jun jiufeng dan Xue binglan.
"Apakah ini daratan tengah" ucap jun jiufeng sambil menoleh ke kanan dimana ada Xue binglan di sana.
"Iya ini adalah daratan tengah" Balas Xue binglan
"Di mana tempat kita sekarang" Tanya jun jiufeng sambil melihat sekeliling yang dimana hanya terlihat pepohonan yang menjulang panjang.
"Sepertinya kita berada di Kekaisaran Ming yaitu di timur benua tengah" Balas Xue binglan.
"Apakah kita akan berjalan dari sini" Tanya jun jiufeng sambil melihat ke arah Xue binglan.
"Iya kita berjalan saja" Balas Xue binglan sambil berjalan.
"Apakah kamu tau rute jalannya di sini" Ada sedikit keraguan di mata jun jiufeng.
"Iya aku sedikit tau yaitu kita akan trus berjalan ke arah barat sana pasti kita akan keluar ayo" Balas Xue binglan sambil ke arah jun jiufeng dan segera menariknya.
"Oke baiklah" segera jun jiufeng berjalan.
Di sepanjang jalan ada beberapa monster, tapi segera di Tebas oleh Xue binglan, dia berkata bahwa dia ingin menguji kultivasi nya.
"Oh ya istriku aku ada sesuatu untukmu" Ucap jun jiufeng sambil mengambil bunga di samping nya yg lagi berjalan.
"Apa itu itu suami" Balas Xue binglan dengan mata berbinar.
" Ini lihat bunga yang sangat indah " Ucapnya sambil menaruh bunga tersebut di depan wajah Xue binglan.
" Terimakasih suami " Balas Xue binglan sambil mengambil bunga tersebut.
Dan merekapun terus berjalan.....
[Ding! system sudah kembali tuan apa tuan merindukan system]
Jun jiufeng sedikit terkejut tapi segera santai lagi.
__ADS_1
"Wah untung lah kamu tidak menghilang selamanya system, tentu saja aku sangat merindukan kamu" Balas Jun jiufeng
Jun jiufeng lanjut mengobrol dengan system\=blablablablablabla......
"Sayang sepertinya ada seseorang yang sedang bertarung di depan" Ucap Xue binglan sambil menarik kain baju jun jiufeng.
"Ya mari lihat, tapi sebelum itu aku punya sesuatu untukmu" Ucap jun jiufeng sambil mengeluarkan sebuah pedang dari ruang penyimpanan system.
"Ini sayang aku punya pedang yang indah untukmu" Jun jiufeng menjulurkan pedang tersebut ke depan Xue binglan.
Xue binglan sangat tekejut setelah melihat pedang tersebut, dikarenakan pedang itu sangat indah dia segera mengambil pedang tersebut.
"Terimakasih sayang" Ucapnya dan trus mencium jun jiufeng.
" Baiklah mari kita lihat siapa yang bertarung di depan " Segera mereka berdua terbang ke depan.
.........
"Hahahaha menyerah saja kamu Ji wuyi" Ucap seorang yang sedang memegang pedang yang sangat berdarah.
" Hahah baiklah aku akan membunuhmu " Ucap orang yang di sebut Zu Qi tersebut dan lagsung menebas Ji wuyi.
"Apakah aku akan mati di sini" Gumam Ji wuyi sambil menunggu kematian.
Tapi sebelum pedang itu sampai di tubuh Ji wuyi terdengar suara "kting" Ji wuyi yang melihat ada seorang wanita yang sangat cantik berdiri di depannya dengan pedang yang memiliki Aura bunga yang sangat harum.
"Sungguh dewi yang sangat indah" Gumamnya sambil melihat tubuh Xue binglan yang benar-benar mempesona.
Zu Qi yang melihat serangannya gagal dan di tangkis oleh seorang wanita benar-benar membuat nya marah.
"Wanita sialan kamu akan aku makan karena telah melakukan sesuatu yang salah hahahah" Ucap Zu Qi langsung menyerang ke arah Xue binglan dengan tehnik-tehnik nya.
" Serangan tinju petir, mati" Teriaknya
"Huh semut" Cibiran Xue binglan melihat serangan lemah Zu Qi dan segera mengarahkan pedang yang diberikan oleh jun jiufeng tadi dan lansung menegaskan nya ke depan.
Bisa di lihat ketika pedang tersebut bersentuhan dengan tangan Zu Qi tangannya langsung terpotong bahkan tubuhnya juga ikut terpotong.
__ADS_1
Ji wuyi yang melihat itu tercengang dan segera bahagia dia langsung berdiri dan melihat ke arah Xue binglan, dia bisa melihat bahwa wanita di depannya sangat cantik walaupun Xue binglan menggunakan cadar.
Dia pun memiliki sebuah pemikiran....
"Terimakasih nona, terimakasih aku sangat ketakutan" Ucap nya sambil langsung melompati ke arah Xue binglan bisa di lihat dia ingin memeluk Xue binglan.
Ji wuyi yang melihat ini tersenyum, tapi sebelum sampai Xue binglan tiba-tiba dia terpental ke arah sebuah pohon.
" Sungguh orang yang tidak tahu malu"
Terdengar suara seorang lelaki yaitu jun jiufeng yang berdiri di depan Xue binglan.
"Maafkan aku maafkan aku, aku benar-benar ketakutan" Ucap nya sambil sedikit kesal dengan pemuda di depan Xue binglan tersebut.
"Baiklah aku akan memafkan mu tapi dengan cara ini" Balas jun jiufeng dan bergegas ke arah Ji wuyi dan langsung menebas kedua tangan Ji wuyi.
"Arghhhhh..... Sialan kamu tidak tau siapa aku "
teriak Ji wuyi yang kesakitan.
"Bahkan jika kamu anak dewa sekalipun aku akan memutilasi kamu" Ucap jun jiufeng dan menebas kaki Ji wuyi.
"Arghhh tidak kumohon jangan bunuh aku, aku minta maaf, argghhhh" Teriaknya memohon ampun kesakitan.
"Baik aku tidak akan membunuhmu, jikalau kau bisa keluar Hidup-hidup berarti kau beruntung" Ucap jun jiufeng acuh tak acuh dan segera pernah meninggalkan Ji wuyi yang sedang berteriak kesakitan.
"Apakah kamu selalu seperti ini" Tanya Xue binglan dengan ngeri melihat cara menyiksa jun jiufeng ke Ji wuyi.
"Tidak apa-apa, untung saja dia tidak menyentuh sedikit pun pakaian mu kalo tidak mungkin dia sudah menjadi abu" Balas Jun jiufeng
Dan segera mereka berdua melanjutkan perjalanan ke kota terdekat.
[Ding! jangan lupa like ya cuma di tekan aja tombol ga minta lebih kok makasih kalo udh di like]
>coment and scrikep
> vote
__ADS_1