
[Alam lukisan Heaven mountains]
Di bawah bulan malam yang indah terlihat gunung-gunung yang menjulang tinggi, bahkan gelapnya malam tidak bisa menutup keindahan alam lukisan Heaven mountains.
(Selanjutnya author akan menyebutkannya alam heaven mountains)
Di salah satu puncak gunung yang lapang, terlihat ada sebuah istana yang sangat indah, dimana itu adalah istana yang di beli jun jiufeng dari system.
Di dalam sebuah kamar Megah yang di dominasi oleh warna merah, terlihat ada 2 orang di atas tempat tidur yang sedang bertatapan.
"Suamiku aku kira kamu punya ganguan kelamin, soalnya sebagai seorang lelaki kamu cukup kuat bahkan beberapa kali aku menggoda secara berlebihan tetapi kamu tetap tidak bertindak" Ucap Xue binglan sampai menutup mulutnya dan terkekeh kecil.
"Oh... Aku sebenarnya belom bisa melakukan hal ini sayang, tapi ini terpaksa aku lakukan dikarenakan ini untukmu " Gumam jun jiufeng di dalam hatinya.
"Tentu saja tidak istriku, aku tidak ingin melakukannya terburu-buru" Balas Jun jiufeng sambil menatap ke arah Xue binglan yang sangat menggoda di mana Xue binglan yang sudah berganti baju, kini dia menggunakan pakaian tidur berwarna merah yang cukup ketat dan juga ada dua gunung yang menonjol di depan.
" Hehehe kalo begitu ayo kesini " Ucap Xue binglan dengan tantangan.
"Oh ayo" Balas Jun jiufeng dan segera ke Xue binglan.
Xue binglan langsung tertidur di atas tempat tidur tersebut dan di atasnya ada jun jiufeng yang sedang menatapnya dengan mata merah+hitam yang sangat indah.
"Aku ingin memberikan semuanya kepadamu" Ucap Xue binglan dan segera nyosor ke arah mulut jun jiufeng.
Jun jiufeng yang merasakan rasa yang aneh di mulutnya, dia pun menerimanya tanpa perlawanan.
Cukup lama terjadi adegan cuci mulut dan akhirnya Xue binglan terengah-engah.
"Hah hah ha... , sayang aku suka gayamu" Ucap Xue binglan dengan suara yang sangat menggoda.
" Oh... Mari kita lanjut sayang" Balas jun jiufeng dan segera dia memasukkan tangannya ke dalam baju Xue binglan dan segera melepaskan bagian atasnya.
"Oh gunung yang sangat indah dan besar, di dalam gua di hutan 10.000 ras monster aku tidak terlalu jelas melihatnya ternyata begitu mempesona" Kata jun jiufeng sembari memegang gunung kembar tersebut.
Terdengar suara erangan yang keluar dari mulut Xue binglan.
"Suamiku sepertinya ada sebuah tongkat yang menyentuhku" Ucap Xue binglan memberi tahu jun jiufeng.
"Oh" Jun jiufeng segera melihat ke arah bawah badannya dan terlihat ada tongkat di sana.
Dan setelah itu terjadi adegan bla bla bla bla bla kalian pikirkan aja sendiri.
[Ding! ada yang tegak tetapi bukan keadilan].
__ADS_1
Keesokan harinya terlihat jelas ada dua orang di dalam kamar yang sangat indah tersebut.
"Sayang kamu serap saja yang Qi yang ku berikan semalam kepadamu" Ucap Jun jiufeng menatap Xue binglan dengan mata sedikit ragu.
"Apa, apa yang kamu katakan? Serap yang Qi" Tanya Xue binglan yang sedikit linglung dengan perkataan jun jiufeng.
"Iya, aku sebernarnya tidak menginginkan ini, akan tetap kamu harus menyerap yang Qi aku berikan padamu semalam kalo tidak itu akan Buruk dan bisa menimbulkan masalah" Balas Jun jiufeng dengan mata yang serius menatap Xue binglan.
"Tidak aku tidak akan menyerapnya ini adalah anakku dan kamu bagaimana aku bisa melakukan hal yang begitu tega dan menyempurnakan anakku sendiri" Ucap Xue binglan dengan air mata yang keluar dari matanya.
Jun jiufeng yang melihat ini segera memeluk Xue binglan dan menenangkannya.
"System apakah ada cara lain agar Xue binglan bisa aman selalu" Ucap jun jiufeng sembari bertanya di benaknya.
"Aku tahu Xue binglan tidak ingin menyempurnakan yang Qi itu dan dia sudah pasti akan hamil, aku tidak ingin membahayakan nya" Lanjut jun jiufeng di benaknya.
[Ding! Ada satu cara tuan yaitu nona Xue binglan harus tetap berada di sini sampai anda memiliki kekuatan yang cukup kuat]
Setelah mendengar suara System Jun jiufeng segera menghela nafas dan menatap Xue binglan.
"Baiklah kamu tidak akan menyempurnakan anak kita tetapi istriku kamu harus tinggal di sini sampai anak kita lahir atau kekuatan aku cukup kuat sayang" Ucap Jun jiufeng sembari memeluk Xue binglan.
"Kenapa sayang kenapa apakah kamu tidak menyukai anak kita" Tanya Xue binglan dengan air mata penyesalan.
" Kamu salah paham sayang, dunia ini sangat luas bahkan di luar pengetahuan mu, dan untuk aku ini sedikit spesial yang dimana keluargaku cukup Misterius dan sebenernya aku bukan dari keluarga Yun " Jawab jun jiufeng.
"Tetapi kamu juga bisa tetapi mengenalku dengan Yun jiufeng karena aku juga sudah bagian dari keluarga Yun walaupun tidak sepenuhnya" Lanjut jun jiufeng.
Xue binglan yang mendengar ini berhenti menangis dan menatap jun jiufeng dengan mata marah.
"Jadi selama ini kamu membohongi aku" Teriaknya.
"Aku baru saja mengetuai hal ini bagaimana mungkin aku membohongi kamu istriku" Balas jun jiufeng dengan mata serius.
" Trus apa salahnya?, kenapa aku harus tetap tinggal di sini kalo aku ingin mengandung anak kita" Tanya Xue binglan dengan mata memerah.
"Sebenarnya kita saat ini berada di sebuah artefak yang tidak terikat dengan aturan alam semesta" Balas Jun jiufeng.
"Trus apa alasannya apakah cuma itu" Dengus Xue binglan.
" Aku itu sebenarnya tidak boleh berhubungan badan untuk saat ini, darah garis keturunan ku tidak boleh di gunakan sembarangan jika aku ingin berhubungan badan maka itu harus mencapai kultivasi tertentu, dan aku melanggar hal itu jadi sudah pasti jika kamu keluar dan orang dari keluargaku mengetahuinya kamu pikirkan saja pasti mereka akan membunuh anak kita dan aku belum cukup kuat untuk melawan mereka untuk saat ini jadi aku hanya bisa mengatakan ini untukmu " Jelas jun jiufeng dengan panjang lebar.
"kamu tahu larangan itu tetapi kamu melakukannya apakah kamu sengaja" Tanya Xue binglan lagi.
__ADS_1
"Sebenarnya ini juga mendesak yaitu kamu dalam masa yin Qi murni 1× dalam seumur hidup orang yang memiliki tubuh Perawan abadi, jadi mereka harus melakukan hubungan badan kalo tidak mereka akan mati oleh serangan yin Qi murni tersebut" Jelas jun jiufeng lagi.
"Jadi sebernarnya ini demi aku sayang" Tanya Xue binglan lagi.
"Iya istriku" Balas jun jiufeng.
Setelah mendengar penjelasan jun jiufeng, Xue binglan yang tadinya mundur dari tubuh segera melompat ke pelukan jun jiufeng dan lanjut menagis.
"Maafkan aku sayang karena sudah menuduh mu yang tidak-tidak" Ucap Xue binglan yang tenggelam di pelukan jun jiufeng.
"Tidak apa-apa aku mengerti perasaan mu sayang" Balas jun jiufeng.
Segera jun jiufeng membawa Xue binglan ke tempat tidur lagi dikarenakan mereka tadi bertengkar dan Xue binglan keluar dari kamar tersebut.
"Mari kita tidur terlebih dahulu dikarenakan kamu cukup lelah" Ucap Jun jiufeng yang menggendong Xue binglan.
"Iya suamiku" Balas Xue binglan dengan senyuman yang mempesona.
Dan segera mereka tertidur. . . .
Tetapi di saat bersama......
__""___""__
[Alam misterius]
Ini adalah tempat yang sangat gelap bahkan tidak tau apakah itu siang ataupun malam.
Ini adalah tempat misterius bahkan yang abadi sejati pun akan mati jika masuk ke tempat ini.
Di sebuah gua terlihat ada api hitam kecil yang berada di sana.
Di sebelah api hitam tersebut ada seorang yang sangat tampan bahkan itu tidak kalah dengan MC kita.
Orang yang duduk tersebut seperti patung dengan mata yang sudah tertutup bertahun-tahun lamanya.
Tetapi tiba-tiba "wush... " Mata pria tersebut terbuka dan segera alam misterius itu bergetar.
Dapat terlihat dengan mata telanjang bahwa mata pria tersebut berwarna merah+emas yang sangat indah.
"Oh kenapa begitu terburu-buru, apakah ada masalah" Gumamnya dan langsung menutup matanya kembali.
(Buat yang nanya tor kok lu tau sih dai di dalam sebuah gua, katanya di situ gelap dan tidak terlihat apapun di sana, gimana sih tho)
__ADS_1
> saya selaku author adalah Tuhan yang sebenarnya di novel ini jadi mana mungkin hal seperti semut saya tidak lihat.