System Absolute

System Absolute
Chapter:38 Perang II


__ADS_3

[Error]


"Teknik Genesis Gerakan ke 4, Gerakan pemusnah" Kata jun jiufeng dan langsung mengangkat pedangnya ke atas langit dan langsung terdengar suara petir yang sangat keras.


"Arkhh tidak jangan ke sini" Kata seorang Iblis yang langsung musnah.


"Arkhh"


"Tolong"


"Jangan mendekat"..


Terdengar berbagai macam teriakan di tempat ini yang menggema.


Tak lama 1 menit kemudian bisa di lihat semua kehidupan di bawah jun jiufeng dengan luas tertentu musnah.


Bahkan semut sekecil itu mati dan tidak meninggalkan jejak.


"Baiklah mari keluar dari sini saat nya untuk melihat pertarungan di luar " Kata jun jiufeng melesat ke arah lubang portal.


__*A*__


Di dunia xingji saat ini terjadi perang yang cukup sengit walaupun sekarang sudah terlihat bahwa Hun clan sudah terpojok bahkan pasukan Iblis yang membantu mereka sudah hampir musnah hanya tinggal sedikit.


"Jendral bagaimana ini kenapa ras Iblis kalian berhenti mengirimkan pasukan" Tanya seorang lelaki tua sambil menatap salah satu jendral dari ras Iblis.


"Huh kamu tenang saja mungkin ada sesuatu yang terjadi tunggu saja" Balas jendral tersebut dengan mata acuh tak acuh.


"Baiklah orang tua ini ingin melihat bahwa mereka semua salah hahah" Tawa lelaki tua tersebut.


Di tempat pertempuran yaitu domain Hun sekarang seperti lautan darah dan mayat banyak sekali orang mati lebih-lebih ras Iblis.


Untuk di sisi ras manusia cukup baik dikarenakan banyaknya pahlawan muda yang ikut berperang.


"Yo.. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan 3 kaisar muda sekte Kunlun di sni" Ucap seseorang pemuda yang sedang berkumpul di medan perang tersebut.


"Hahah aku juga tidak menyangka akan bertemu tuan muda Yao clan di sini" Ucap salah satu dari 3 kaisar muda.


"Aha ramai sekali di sini" Ucap seorang pria tampan membawa kipas angin dan berjalan ke arah para gengsi muda tersebut.


"Yo.. Saudara Ge ada di sini mari kita bicara dulu, urusan di sini sudah selesai biarkan para generasi tua yang maju" Kata tuan muda Yao tersebut.


"Jangan meremehkan para Iblis ini mungkin akan ada perang lagi jadi jangan cepat-cepat pergi" Kata tuan muda Ge


"Benar apa yang dikatakan saudara ge" Saut kaisar muda sekte Kunlun.


"Baiklah-baiklah kita tunggu dulu" Ucap pemuda Yao tersebut.

__ADS_1


Tak lama kemudian terdengar suara ledakan dari Hun clan dan mulai muncul beberapa Iblis yang sangat kuat.


"Serang ras manusia sialan ini ayo.. " Triak seorang ras ibli.


"Serang"


"Ahahha saudara ge kamu benar makan ayo kita bunuh mereka lagi" Ucap tuan muda Yao langsung melesat ke arah pasukan ras Iblis dan Hun.


Terjadi pertempuran yang sangat sengit.


"Arkhh"


"Tolong"


Ting


Ting


Bom


Banyak terdengar suara ledakan dan jeritan di mana-mana.


Di langit ada lima orang paruh baya yang berdiri.


"Sepertinya mereka akan bergerak ayo kita langsung serang saja" Ucap leluhur Yao du.


Untuk tidak leluhur sekte Kunlun tidak banyak bicara mereka hanya diam mengamati pertempuran.


"Sepertinya 3 kaisar muda sekte Kunlun akan jauh melebihi generasi sebelumnya" Ucap leluhur sekte Kunlun.


"Iya benar sepertinya mereka akan menjadi pilar yang kuat" Balas yang lebih senior.


"Tapi kenapa aku tidak melihat cucu senior taiduo" Kata seorang leluhur senior sekte Kunlun.


Segera 4 orang tua lainnya terdiam.


"Ehem aku mendengar dari senior taiduo bahwa informasi ini diberikan oleh cucunya yang sudah keluar untuk melihat-lihat dunia" Ucap Yun leng.


"Oh... Katanya anak ini sangat jenius bahkan 3 kaisar muda di ledakan dengan 1 pukulan" Ucap leluhur senior.


"Sungguh sekte Kunlun tempat lahirnya para naga" Ucap Yao du.


"Hahah Yao du kamu sudah tau itu maka kita akan selalu menjadi teman jangan biarkan generasi muda saling singgung hahah" Balas Yun leng.


"Tenang saja saudara Yun" Balas Yao du


Segera terdengar ledakan yang sangat keras dari istana besar Hun clan.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian muncul beberapa sosok yang memancarkan Aura kuat.


"Ahaha mari kita hancurkan ras manusia ini" Tawa sang Jendral sambil melihat medan perang.


Tetapi sesaat kemudian terdengar tawalain dari arah depan sang Jendral.


"Ahahhaha ras Iblis belakang berani muncul mari kita lihat siapa yang akan Mati dan untuk kalian clan Hun saya tidak menyangka kalian bersembunyi sangat dalam"


Terlihat 5 sosok muncul yaitu para leluhur yang tadi bicara.


"Hahah saya Hun yu tidak akan menyesal dan akan menjadi penguasa dunia xingji" Suara seseorang keluarga dari arah belakang jendral Iblis dan beberapa sosok.


"Ternyata Iblis tua itu masih hidup" Kata leluhur sekte Kunlun yang lebih tua.


Yao clan dan ge clan benar-benar terkejut dengan kemunculan Hun yu.


"Hun clan memang bersembunyi terlalu dalam" Ucap Yao du.


"Huh mau dia bersembunyi sedalam apapun, di depan sekte Kunlun saya mereka hanya semut belaka" Kata Kunlun yang lebih tua.


Jendral Iblis ingin berkata tapi sebelum itu ge long menembak langsung tertuju kepada jendral Iblis tersebut.


"Jangan banyak bicara mari kita selesai maslah ini" Ucapnya.


Segera pertempuran besar terjadi di atas langit.


Semua orang yang sedang berperang di bawah segera berhenti dan mundur sambil melihat pertempuran di atas langit.


__"A"__


Di clan hun tepatnya di depan portal ada beberapa sosok yang berdiri di luar portal tersebut.


"Patriark siapa yang membunuh orang di sini kejam sekali" Ucap seorang clan hun.


"Aku tidak tahu kita tunggu saja ras Iblis keluar" Jawab orang yang disebut patriark.


Tak lama kemudian portal tersebut terbuka dan terlihat seorang pemuda yang menggunakan topeng keluar dari sana.


Patriark clan Hun segera ke sana ingin berbicara tapi detik berikutnya seluruh tubuhnya meledak.


"Bom"


Terdengar suara ledakan yang membuat semua orang di sana tersadar dan memandang pemuda bertopeng yang ada di depannya.


"Waktuku sudah banyak tertunda lebih baik membersihkan semut-semut ini segera mungkin" Gumam jun jiufeng langsung terbang ke atas langit.


Semua orang di sana diam tak bergeming dan bernafas lega dikarenakan Jun jiufeng tidak membunuh mereka akan tetapi detik berikutnya"BOM" "BOM" BOM".

__ADS_1


satu-persatu mereka meledak menjadi kabut darah.


__ADS_2