
"Masih sakit?"
"Pegal sedikit."
"Ya udah, sambil istirahat, kamu hirup lagi aroma tubuhku ya?" titah seorang pria.
Wanita yang baru saja melepaskan mahkotanya itu, dengan senang hati menuruti permintaan pria yang baru saja membuat dirinya kehilangan mahkotanya. Meski tubuh pria itu penuh dengan keringat, tapi tidak membuat si wanita itu merasa jijik untuk menikmati bau asam yang menyengat pada bagian paling menggoda tubuh pria di sebelahnya.
Sambil melepas lelah, dua anak manusia yang baru saja selesai dalam melakukan permainan nikmatnya, nampak terdiam. Untuk beberapa saat lamanya, tidak ada sesuatu yang mereka bicarakan. Yang ada mereka hanyut dalam sisa sisa nikmat yang masih membekas dengan nafas yang mulai berhembus normal.
Rico sendiri saat ini menjadi kepikiran dengan misinya. Dia penasaran, hadiah misterius apa yang akan dia dapat, setelah menjalankan misi ke empatnya. Sesekali matanya melihat jam tangan yang melingkar, tapi tidak ada tanda tanda kalau jam itu akan memunculkan layar hologramnya. Mungkin layar itu akan muncul jika Rico dalam keadaan sendirian, sama seperti waktu yang lainnya.
"Setelah ini, apa yang akan kamu lakukan?" akhirnya pertanyan Rico memecah keheningan dalam kamar itu.
__ADS_1
Wanita yang masih asyik mengirup bau asam itu sontak menghentikan aksinya dan kepalanya mendongak, menatap pria yang melempar pertanyaan kepadanya. "Penginnya sih main lagi. Tadi enak banget, meski agak pegel."
Rico sontak tersenyum lebar. "Ya lebih baik istirahat dulu. Lagian kan aku masih disini, nanti kalau pegalnya sudah hilang, kamu bisa minta aku sodok milik kamu berkali kali," ucapan yang keluar dari mulut Rico, sontak membuat Letizia tersenyum sangat lebar.
"Maunya sih, kamu selamanya tinggal disini, biar aku bisa disodok tiap hari sama anak presiden. Apa lagi bau badan kamu enak bangat. Asemnya menyengat gitu," balas Letizia lalu dia kembali menempelkan dua lubang hidungnya di area penuh bulu di tubuh Rico.
"Mungkin untuk sementara waktu, aku memang akan lama tinggal di sini." ucapan Rico sontak membuat kepala Letizia kembali terangkat dengan mata menetap pria itu.
"Benarkah?" tanya Letizia dengan wajah yang kelihatan senang. Wajah wanita itu semakin berbinar saat melihat anggukan kepala dari Rico. "Wahh! Aku bakalan tiap hari minta disodok nih."
"Ya nggak lah. Itu kan hak anak presiden. Lagian sudah jadi prinsip banyak wanita, jangan sampai jatuh cinta pada anak presiden, karena sudah sangat jelas, kalau anak presiden pasti akan ganti ganti pasangan. Nggak cewek, nggak cowok."
"Hahaha ... emang ada peraturan kayak gitu?" tanya Rico, yang sebenarnya dia cukup takjub dengan apa yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
"Ya ngggak ada sih, cuma ya itu kayak peraturan yang tidak tertulis aja. Katanya peraturan itu memang sudah ada sejak lama, sebelum kita lahir. Menjalin hubungan dengan anak pejabat, terutama dengan anak presiden, cukup hubungan lewat ranjang saja. Jangan pakai hati, biat nggak sakit."
Rico kembali terbahak. Benar benar peraturan yang aneh. Namun peraturan seperrti itu cukup membuat Rico senang untuk saat ini. Dia memang tidak ingin terlibat cinta dengan wanita dari negara yang tidak dia ketahui. Tujuan utama Rico adalah, dia menemukan jalan pulang dan membalas dendam kepada orang orang yang telah menghancurkan hidupnya.
Setelah cukup lama berbincang dan hasrat keduanya kembali naik, Rico dan letizia kembali mengulang permainan mereka. Dalam ronde kedua ini, permainannya lebih lama dari ronde yang pertama. Begitu permainan ronde kedua selesai, Letizia bahkan langsung memilih tidur karena terlalu lelah. Begitu wanita itu benar benar terlelap, jam yang melingkar ditangan Rico pun memancarkan cahaya, sebagai tanda kalau layar hologram akan segera muncul.
Tanpa menggunakan apapun untuk menutupi tubuhnya, Rico memilih beranjak dari kamar dan duduk di ruang tamu. Seperti biasa, dia akan mengikuti interuksi yang terpampang pada layar hologram. Setelah semuanya selesai, Rico kembali menuju kamar. Pria itu memilih ikut istirahat sambil menunggu kejutan apa lagi dari hadiah misterius yang akan dia dapatkan kali ini.
Sementara itu, di tempat yang berbeda, nampak seorang pria sedang mengetuk pintu sebuah rumah. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pintu itu terbuka dan nampak seorang wanita menyambut tamunya itu.
"Apa kamu yakin kalau kamu tidak salah orang?" tanya pria yang baru saja masuk itu.
"Sangat yakin, aku masih muda dan penglihatanku masih sangat jelas," jawab wanita yang menjadi tuan rumah. "Masuk saja ke kamar dan kamu bisa menyaksikannya sendiri."
__ADS_1
Pria itu tanpa memberi tanggapan apapun langsung melangkah menuju kamar yang ditunjukkan wajah itu. Keningnya berkerut saat menatap sesuatu yang ada di dalamnya. "Ternyata benar, ini Rico."
...@@@@@@...