
"Sepertinya Rico sudah menjalankan misinya dengan baik," ucap Rico palsu begitu dia membaca pesan yang baru saja diterima dari pria yang namanya Rico sebut kepada dua pria yang bersamanya. Dua pria berbadan kekar yang bertugas menjaga rumah itu, langsung menatap ke arah pria bermasker. "Sebaiknya kita masuk sekarang."
Mendengar ajakan Rico palsu, dua pria itu langsung setuju. Mereka bergegas masuk ke dalam dan menuju salah satu kamar dimana Rico asli saat ini berada. Jika dua pria itu takjub dengan apa yang terjadi begitu sampai di salah satu kamar, Rico palsu justru langsung mengembangkan senyumnya begitu melihat dua orwng yang ada di dalam kamar tersebut.
"Bagaimana? Rencanaku berhasil bukan?" tanya Rico palsu dengan penuh rasa bangga. Rico asli sendiri langsung tersenyum lebar dengan mengacungkan jempol kepada pria yang wajahnya sama dengan dirinya. "Nggak sia sia, kamu olesin batang kamu dengan obat bius. Hasilnya benar benar diluar prediksi."
Rico asli dan dua pria kekar yang ada di sana sontak terkekeh mendengar ucapan Rico palsu. Mereka sangat tidak menyangka ide Rico palsu yang tergolong aneh, nyatanya bisa berhasil dengan suksses tanpa ada drama. Jika orang lain mungkin akan mencampurkan obat bius ke dalam makanan atau minuman untuk menangkap targetnya, tapi tidak dengan Rico. Pria itu malah mengoles batang Rico asli dengan obat bius yang sudah dia siapkan.
Awalnya Rico asli juga agak keberatan saat Rico palsu mengutarakan rencananya. Namun demi tujuan dirinya agar bisa sembuh secepatnya, Rico asli pun menyetujui rencana itu. Terbukti, baru sekitar sepuluh menit Rebeca menikmati batang Rico dengan mulutnya, wanita itu langsung merasakan kepala yang sangat pusing hingga sekarang Rebeca sudah terlelap.
"Tuan tuan, sekarang tugas kalian, mengantar wanita ini ke rumahnya," titah Rico palsu pada dua pria berbadan kekar.
"Siap! Laksanakan!" jawab salah satu dari pria itu. "Tapi, apa boleh saya mencicipinya, Tuan? Wanita ini begitu cantik. Sayang aja kalau aku nggak ikut merasakan nikmatnya?"
"Silakan saja, tapi kalian jangan melakukannya disini. Setelah kalian puas, antar dia ke rumahnya."
"Siap, laksanakan!" dengan girang salah satu pria itu langsung mengangkat tubuh wanita yang sudah terlelap karena pengaruh obat. Setelah kedua pria itu pergi, kini hanya tinggal dua Rico yang ada di dalam kamar. Rico asli menunjuk tas milik Rebeca yang tadi ditaruh di atas sofa oleh pemiliknya. Rico palsu mengerti dan dia bangkit untuk mengambil tas itu.
__ADS_1
Setelah tas berada pada tangan Rico asli, pria itu langsung membuka tas tersebut dan mengambil isinya yang dia incar. Nampak sekali raut bahagia tergambar jelas pada wajah pria lumpuh itu. Bahkan dia tidak kuasa menahan air matanya karena rasa bahagia mendapatkan obat penawar yang selama ini dia cari.
Rico palsu yang sedari tadi memperhatikan kembarannya pun jadi ikut terharu. Dia paham betul apa yang dirasakan Rico asli saat ini. Biar bagaimanapun Rico palsu juga pernah mengalami nasib yang sama. Maka itu dia mau menolong Rico asli dengan sepenuh hati. "Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanyanya.
Rico asli langsung meraih ponselnya. Seperti biasa dia akan menulis jawaban pada benda pipih tersebut. Setelah mendapat jawaban dari Rico asli, Rico palsu sontak mengangguk dan mereka bergegas bersiap diri untuk pergi ke ruang rahasia sesuai perintah Rico asli.
Sebelum menjalani pengobatan, Rico asli harus mencari tahu terlebih dahulu informasi obat yang ada ditangannya saat ini. Biar bagaimanapun Rico asli harus mengetahui kandungan apa saja yang tertera dalam satu botol kecil obat tersebut, agar Rico bisa mengembangkannya sendiri.
"Sebaiknya kamu jemput Letizia untuk pindah ke rumahku yang lainnya," ucap Rico asli melalui tulisan dalam layar ponsel, begitu mereka sampai di ruang rahasia. "Bisa saja setelah ini akan ada bahaya, karena biar bagaimanapun, Rebeca sudah pernah datang ke rumah Letizia. Takutnya wanita itu dalam bahaya."
Setelah membaca tulisan yang ditunjukkan Rico asli, Rico palsu sejenak terdiam, mencerna kata kata yang baru saja dia baca. "Rumah kamu yang lain? Dimana?" Rico asli kembali mengetilk sesuatu dan menunjukannya pada Rico palsu. "Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Kamu hati hati di sini. Kalau ada apa apa segera kabari aku bagaimanapun caranya."
Begitu Rico sampai di tempat tujuan, dia mendapati Letizia yang baru saja keluar dari rumah. Rico pun bergegas keluar dari mobil, sedangkan Letizia menatap kedatangan Rico dengan wajah terlihat heran sekaligus bingung.
"Kamu sudah pulang? Rico yang itu mana? Kok kamu sendirian?" ucap Letizia dengan melempar pertanyaan beruntun disertai tatapan herannya.
"Kita masuk dulu, ada yang akan aku bicarakan sama kamu," bukannya menjawab semua pertanyaan Letizia, Rico malah menarik tangan wanita itu dan mengajaknya masuk.
__ADS_1
"Ada apa sih? Apa ada masalah serius? Kok kamu kayak tegang banget?" tanya Letizia saat tangannya ditarik menuju ke kamarnya.
"Mending untuk sementara waktu, kita pindah ke tempat yang lebih aman. Agar kamu tidak terlibat dalam masalah yang cukup besar," jawab Rico sambil terus membuka lemari dan mengambil baju baju miliknya.
"Pindah? Pindah kemana?" Jelas saja Letizia semakin terkejut begitu mendengar ucapan pria itu.
"Nanti aku jelasin saat di jalan. Sekarang kamu kemasi dulu pakaian kamu dan semua barang yang kamu butuhkan." mendengar jawaban Rico yang terlihat sangat serius, mau tidak mau Letizia bergegas menuruti permintaan pria itu.
Selain merapikan baju, Letizia juga merapikan uang uang yang dia dapat dari Rico asli. Hari ini rencananya dia mau menaruh uang itu di bank, tapi karena tadi saat hendak pergi, Rico mencegahnya, terpaksa dia mengurungkan niatnya. Setelah semuanya siap, Rico dan Letizia segara saja pergi meninggalkan rumah itu menuju alamat yang Rico dapatkan dari Rico asli.
Selang beberapa jam kemudian. Di dalam sebuah mobil, seorang wanita yang matanya terpejam, saat ini terlihat menggerakan tubuhnya. Dilihat dari keadaannya, wanita itu nampak baru sadar dari sesuatu yang membuat dia bisa terlelap dalam waktu yang cukup lama. Perlahan, mata wanita itu terbuka, dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui tempat keberadaannya saat ini.
"Loh, kenapa aku sudah berada di depan rumah? Apa yang terjadi?" gumam wanit
ta itu. Seketika otaknya langsung berpikir keras, mencari jawaban atas pertanyaan yang dia gumamkan. "Bukankah tadi aku sedang di dalam kamar bersama Rico? Kenapa aku sudah berada di dalam mobil?"
Wanita itu masih bergumam dan saat dia teringat sesuatu, wanita itu langsung bergerak, nampak mencari sesuatu.
__ADS_1
"Tas aku mana? Kok tidak ada?" wanita itu kembali berpikir keras, sampai dia menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri. "Jangan jangan Rico ... sialan! Awas kamu, Rico!"
...@@@@@...