SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Setelah Misi Kelima


__ADS_3

Di sebuah rumah, yang keberadaannya ada di suatu tempat, terlihat seorang pria yang diperkirakan usianya di atas lima puluh tahun, terlihat sedang meluapkan amarahnya saat ini. Pria itu marah saat dia tidak menemukan sosok yang berada di rumah itu. Setelah mencari ke beberapa sudut, pria itu sama sekali tidak melihat adanya orang tempat tersebut.


"Apa wanita itu membawa Rico pergi? Kurang ajar! kalau sampai benar, tidak akan aku ampuni wanita sialan itu!" sumpah sang pria dengan segala kemarahan yang membakar dalam rongga dadanya. Pria itu segera keluar dari rumah yang bukan miliknya lalu dengan segera dia mengendarai mobilnya menuju ke tempat tinggalnya sendiri.


"Apa yang terjadi, Tuan Piero? Kenapa anda pulang dalam keadaaan marah?" tanya orang kepercayaan pria itu saat dirinya sudah sampai di kediamannya. sendiri.


"Wanita itu membawa kabur anak presiden," ucap pria yang dipanggil dengan nama Piero. Suaranya begitu lantang sampai semua orang yang berada tidak jauh dari tempat keberadaannya begitu terkejut.


"Apa! Dibawa kabur? Kok bisa?" tanya anak buah Piero dengan tatapan yang tidak percaya.


"Aku sendiri tidak tahu, sekarang kerahkan semua anak buah untuk mencari mereka. Aku yakin, mereka belum jauh dari tempat kita," titah Tuan Piero. Tentu saja hal itu langsung mendapat persetujuan dari anak buahnya. Sesuai perintah, orang kepercayaan Piero langsung saja mengerahkan semua anak buah untuk mencari wanita yang sudah pasti sangat mereka kenal hanya dengan menyebut namanya.

__ADS_1


Semenetara itu, masih dihari yang sama, Rico yang bukan anak presiden masih berincang dengan wanita bernama Kasandra, tentu saja tempat ngobrol mereka sudah berbeda tempat. Jika di awal pertemuan mereka berdua berada dalam sebuah restoran, sekarang kedua anak muda itu sudah berada di atas ranjang dalam sebuah hotel. Mereka baru saja selesai melakukan permainan nikmatnya.


Sudah bukan rahasia lagi, jika yang dinamakan kencan pada negara itu, pasti akan berakhir di atas ranjang. Rico juga awalnya terkejut saat pertama kali mengetahui aplikasi kencan itu dari letizia. Namun setelah Letizia memberi tahu segalanya tentang aplikasi kencan termasuk hubungan ranjang, Rico semakin semangat menggunkaan aplikasi kencan yang baru dia kenal.


Sama seperti pria pada umumnya, Rico juga sangat menyukai yang namanya permainan ranjang. Apalagi di negara ini, untuk melakukan hubungan penuh nikmat seperti itu sangat mudah. Hanya dengan kencan singkat, Rico bisa langsung mengajak kenalan kencannya untuk menghabiskan waktu di kamar.


Namun di balik hubungan ranjang yang Rico lakukan, pemuda itu hanya melakukannya untuk mendapatkan hadiah dari misi yang sedang dia emban. Maka itu, rico sangat memilih wanita yang mau diajaknya kencan, karena hal itu harus ada hubungannya dengan misi yang dia miliki.


Rico lantas tersenyum. "Emang bedanya apa? bukankah sama sama bau ya?" tanyanya heran.


"Ya beda aja, Ric, beda banget malah," jawab Kasandra antusias. "Kalau punya yang lain itu kurang menyengat dan kebanyakan para cowok baru mengeluarkan bau keringatnya juga setelah beraktifitas seharian. Sedangkan kamu, sedari tadi kita masuk kamar, baunya sudah sangat menggoda dan bikin resah. Apa lagi berkeringat seperti ini."

__ADS_1


Rico kembali mengembangkan senyumnya. Untuk kali ini dia memilih diam, tidak mengeluarkan suaranya lagi. Pemuda itu membiarkan Kasandra untuk menghirup aroma tubuh Rico sampai wanita itu merasa puas nantinya. Tentu saja, mereka juga akan melanjutkan permainan mereka. Bagi Rico, paling tidak main dua ronde, baru dia merasa puas.


Sampai beberapa waktu kemudian, Rico dan Kasandra harus berpisah. Waktu yang sudah malam membuat mereka harus mengakhiri pertemuan mereka. Keduanya melewatkan makan malam bersama terlebih dahulu sebelum mereka pulang ke tempatnya masing masing, dan membuat janji untuk bertemu lagi satu hari ini.


"Sepertinya, misi kelimaku berhasil dengan sukses," gumam Rico begitu melihat jam tangannya menyala, setelah Kasandra menghilang dengan taksi yang digunakan wanita itu. Rico bergegas mencari tempat yang aman untuk menjalankan interuksi dari misi yang muncul pada layar hologaram.


"Kira kira, apa lagi hadiah misterius yang aku dapatkan kali ini?" gumam Rico begitu selesai menjalankan semua interuksi yang harus dia lakukan. Tidak dipungkiri, pemuda itu berharap, kali ini hadiah misteriusnya adalah petunjuk jalan pulang ke dunianya. Biar bagaimanapun yang menjadi beban pikirran Rico adalah keadaan ayahnya saat ini.


Rico mengedarkan pandangan matanya ke sekitar, dimana dia saat ini sedang duduk. Mungkin karena sudah malam, jadi tempat itu terasa sepi. Rico pun memutuskan untuk pulang ke rumah Letizia. Namun saat kakinya baru melangkah beberapa meter, Rico mendengar sesuatu dari orang orang yang ada di sisi kanannya.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2