SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Menggagalkan Rencana Orang


__ADS_3

"Ikut aku!" titah Rico sambil menarik tangan Letizia ke salah satu arah jalan dengan langkah yang begitu cepat. Wanita yang baru saja berdiri dari duduknya itu, hampir saja terjatuh karena ajakan Rico terlalu mendadak dan hal itu cukup membuat Letizia terkejut.


"Ikut kemana?" tanya Letizia dengan suara yang agak kencang sembari menyeimbangi langkah kaki Rico, yang terlihat sangat tergesa gesa. Hampir saja wanita itu tadi terjatuh karena Rico menariknya dengan cepat, tanpa pemberitahuan sama sekali.


Rico tidak menjawab, tapi mata pemuda itu terus menatap ke arah satu pria yang sedang melangkah santai di depannya. Pria itu mengendong sebuah tas dan Rico tahu apa isi dalam tas tersebut. Kelebihan Rico yang bisa membaca pikiran manusia, benar benar sangat berguna bagi dirinya. Seperti saat ini, Rico benar benar tahu betul apa rencana pria yang sedang dia ikuti.


"Kita mau kemana, Ric?" tanya Letizia yang memang sedari tadi sangat penasaran.


"Nanti kamu bakalan tahu, kita ikuti aja orang yang memakai jaket hijau itu," jawab Rico sembari sesekali menoleh ke arah wanita yang melangkah di depannya.


"Emang dia siapa? Kamu kenal?" tanya Letizia lagi dengan menatap ke arah pria yang dia ikuti dengan tatapan cukup tajam.


"Nanti kamu juga bakalan tahu," jawaban yang sangat jelas dari Rico membuat Letizia terdiam dan mengerti. Wanita itu menuruti saja apa yang diperintahkan pemuda di depannya.


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, pria berjaket hijau itu menghentikan langkah kakinya tepat di depan sebuah pusat perbelanjaan. Pria itu berdiri, menghadap gedung tersebut dari bawah hingga ke atas. Nampak pria itu tersenyum, dan senyuman yang dia kembangkan, menunjukkan kalau pria itu memang memiliki rencana jahat.

__ADS_1


Pria itu lalu melangkah masuk setelah berdiam diri beberapa waktu lamanya. Begitu langkah kakinya masuk ke dalam pusat perbelanjaan, mata pria itu mengedar ke setiap sisi. Lalu dia kembali melangkah ke salah satu arah. Setelah beberapa meter, langkah pria itu kembali berhenti di tempat yang cukup sepi.


Pria itu kembali tersenyum lalu menurunkan tas gendongnya. Dibukanya tas genddong tersebut, kemudian salah satu tangannya masuk ke dalam tas. Entah apa yang dia lakukan, tapi tidak sampai lama, tangan pria itu keluar lagi dari dalam tas, lalu melangkah menuju ke tempat penitipan barang. Pria itu menitipkan tas tersebut kepada petugas yang ada di sana. Setelah selesai, pria itu pergi dengan memasukkan sebuah nomer ke saku bajunya.


"Gawat!" pekik Rico yang sedari tadi mengawasi gerak gerik orang itu.


"Ada apa sih?" tanya Letizia yang masih bingung dengan apa yang sedang terjadi pada Rico.


"kamu tahu, orang yang tadi kita ikuti?" ucap Rico, seketika Letizia mengangguk cepat. "Tas yang dia titipkan di sana isinya bom."


"Apa!" pekik Letizia. "Darimana kamu tahu?"


"Ya kita tinggal kasih tahu petugas aja kalau di sana ada bom," usul Letizia.


"Tapi kita nggak tahu kapan bom itu akan meledak," di saat itu juga, pria yang menaruh bom melintas di hadapan Rico dan Letizia. Seketika Rico mendengar isi pikiran orang itu. Rico langssung memberi tahu Letizia kalau dalam lima menit, bom itu akan meledak.

__ADS_1


"Apa!" Letizia semakin panik. "Kita harus melakukan sesuatu, Ric."


Rico langsung berpikir cepat. Entah kenapa pada saat itu Rico seperti ada yang mendorongnya untuk bergerak. Pemuda itu langsung lari mendekat ke arah pria itu dan dengan sengaja Rico menabrakkan tubuhnya ke pria tersebut dengan keras.


"Aduh!" pekik keduanya dan anehnya pria itu terpental sedikit lebih jauh sampai dia terjatuh.


"Maaf, Tuan, Maaf. Tadi aku sedang terburu buru," ucap Rico begitu dia bangkit dan menghampiri pria yang tadi terpental. Pria itu hanya mendengus dan menatap Rico dengan kesal. Tanpa mempedulikan ucapan Rico, pria itu langsung saja pergi dengan segala rasa sakit dan kesalnya.


Senyum Rico lantas mengembang. Pria itu pergi dengan menahan rasa sakit sampai dia lupa telah menjatuhkan sesuatu dari saku bajunya. Rico segera saja memungut kartu berisi nomer tempat penitipan barang. Dia pun mengajak Letizia untuk mengambil tas milik pria yang tadi.


"Ini mau dibawa kemana, Ric? Sebentar lagi meledak itu!" Letizia terlihgat begitu panik saat dia dan Rico berhasil membawa tas itu keluar dari pusat perbelanjaan. "Tinggal dua menit lagi itu."


Rico pun berpikir keras. Lagi lagi di saat bersamaan seperti ada yang berbisik mempengaruhi pemuda itu. Rico mencoba meredam rasa paniknya dan dengan sekuat tenaga, Rico melempar tas tersebut ke arah langit. Saat itu juga mata Rico dan Letizia dibuat membelalak.


"Rico, kamu!"

__ADS_1


"Apa ini, hadiah misteriusnya!"


...@@@@@...


__ADS_2