SYSTEM AROMA TUBUH

SYSTEM AROMA TUBUH
Nasib Yang Hampir Sama


__ADS_3

Dua pria yang wajahnya sangat mirip, saat ini saling melempar senyum jahatnya. Setelah Rico palsu mengutarakan rencananya sembari menyerahkan sesuatu yang dia dapat dari dua orang kepercayaanya, Rico asli langsung meresponnya dengan baik dan tentu saja dia sangat setuju dengan ide brilian yang keluar dari otak cerdas Rico palsu. Setelah membicarakan tentang, keduanya langsung bergerak untuk melakukan tahap berikutnya dari rencana yang tadi mereka bicarakan.


"Oh iya, kamu dapat salam dari Letizia," ucap Rico palsu saat mata kedua pria itu sedang menatap layar komputer untuk menjalankan misi dari rencananya. Sebelum tiga kelompok besar melaksanakan rencana mereka, dua Rico harus terlebih dahulu menjalankan rencana yang akan membuat tiga kelompok itu kalang kabut nantinya.


"Letizia?" tanya Rico asli sambil menoleh sejenak ke arah pria yang duduk di sebelahnya. Lalu anak presiden itu menyeringai dan kembali menatap layar komputer dan memainkan jari jarinya di atas papan tombol. "Apa wanita itu merindukanku?"


"Hahahah ..." Rico palsu malah terbahak. "Sepertinya iya, dia sangat merindukan kamu. Atau mungkin dia tidak ada lawan untuk diajak berbedat. Bukankah kamu tahu sendiri kalau bersama kamu, sikap wanita itu selalu terlihat kesal?"


Rico asli langsung terkekeh. "Hehehe ... tapi aku juga merindukannya juga sih, dia sangat menggemaskan kalau lagi maki maki aku. Namun semua yang dia katakan tentang aku, itu adalah hal yang benar. Dulu aku terlalu menganggap rendah wanita miskin."


"Astaga!" Rico palsu nampak terkejut sampai dia mengarahkan matanya kepada Rico asli yang masih menatap layar komputer. "Aku pikir, itu hanya pikiran buruk Letizia aja sama kamu. Biasanya kan wanita begitu, selalu berpikiran buruk sama laki laki."


Rico asli kembali menunjukan senyum manisnya. "Tidak. Aku dulu memang seperti apa yang Letizia tuduhkan. Bahkan saat aku sudah lumpuh pun, aku masih bersikap egois. Tapi aku sadar, hanya gara gara aku anak presiden dan dari kalangan orang kaya raya, aku selalu memandang rendah semua orang yang levelnya dibawahku. Aku terkesan baik hanya karena aku anak presiden saja, selebihnya, aku mendapat hujatan dibelakangku."


Rico palsu pun ikut tersenyum tipis begitu mendengar kehidupan pribadi yang dilewati anak presiden. "Meski keadaannya seperti itu, tapi kan kamu tetap untung. Banyak wanita yang masih antri untuk tidur bersama kamu meski mereka tahu betapa jahatnya sikap kamu, bukan?"


Rico asli sontak mengangguk cepat. "Itu juga yang membuat aku semakin sombong. Aku memanfaatkan keadaanku yang menjadi anak presiden untuk melakukan itu semua. Apa lagi setiap wanita yang memiliki surat keterangan pernah tidur denganku, akan mendapatkan jalan mudah untuk urusan pekerjaan. Aku pun makin senang bertindak semena mena. Mungkin karena aku terlalu jahat, jadi dewa menghukumku sedemikian rupa."

__ADS_1


Rico paslu kembali tersenyum masam tanpa ada niat menanggapi ucapan pria yang sedang folkus menatap layar komputer. Namun Rico sedikit tertegun saat tiba tiba Rico asli melempar pertanyaan untuknya. "Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu memiliki kisah hidup yang lebih baik dariku?"


Untuk sejenak Rico terdiam dengan senyum yang perlahan memudar. Matanya dia alihkan ka arah yang sama. Rico asli menoleh sejenak, menatap Rico palsu dengan kening berkerut. Mungkin karena Rico palsu tidak menjawab pertanyaan darinya, membuat anak presiden itu menatap lekat pria di sebelahnya untuk beberapa saat. "Apa kamu juga mengalami hal yang buruk dalam hidup kamu?"


Rico palsu sontak menoleh dan membalas tatapan Rico asli, diiringi dengan senyuman tipis. Lalu Rico palsu kembali menatap layar komputer sembari menghela nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan. "Sama seperti kamu, aku juga mengalami kelumpuhan dan kebisuan."


"Apa!" pekik Rico asli sampai dia menghentikan sejenak pekerjaan yang sedang dia lakukan dan menatap Rico palsu dengan penuh banyak pertanyaan.


"Ya, seperti yang pernah kamu dengar, aku dulu mengalami kelumpuhan dan tidak bisa bicara. Sama seperti kamu, yang membuat aku lumpuh justru orang yang berada di rumahku. Bahkan, bukan hanya aku saja yang dibuat lumpuh dan bisu, ayahku juga. Aku nggak nyangka aja, gara gara harta, orang bisa berbuat sesuatu yang mengerikan."


"Ntar dulu, kamu dan ayah kamu mengalami hal yang sama?" tanya Rico asli dengan segala rasa penasarannya. melihat Rico mengangguk dan mengiyakan dengan cepat, membuat anak presiden semakin ternganga tak percaya. "Kok bisa? Gimana ceritanya?"


Rico asli nampak menganggukan kepalanya beberapa kali. "Terus, kamu sembuh oleh parfum yang aku ciptakan bersama jam tangan misterius itu?" Rico palsu langsung mengiyakan sembari menganggukan kepalanya. "Lalu nasib ayah kamu gimana?"


"Itulah yang membuat aku khawatir. Aku takut ayahku juga sudah dihabisi oleh mereka semua. Maka itu aku ingin segera menemukan jalan pulang untuk membalas dendam kepada mereka yang telah membuat hidupku berantakan."


Rico asli kembali menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti dan dia menatap jam yang melingkar di tangan Rico palsu. "Terus selama kamu menjalani misi bersama parfum hasil ciptaanku, apa ada tanda tanda tentang jalan yang bisa membuat kamu kembali kedunia kamu?"

__ADS_1


Rico palsu menoleh sejenak ke arah Rico asli, lalu dia menatap jam di tangannya. "Setelah aku berhasil menyingkirkan Dokter Frisian, sisi lampu yang berwarna kuning ini terlihat lebih terang. Dari sana aku yakin, apa yang dikatakan orang dari masa depan waktu itu benar, jam ini menentukan keberhasilanku dan akan menuntunku untuk menemukan jalan pulang. Bisa jadi, jika aku berhasil mengatasi semua masalah yang terjadi di negara ini, terutama tiga kelompok besar itu, semua sisi dari jam tangan ini akan menyala dan besar kemungkinan hal itu akan menunjukan jalan pulang."


"Ya, aku mengerti," ucap Rico asli. "Baiklah, aku akan membantu kamu untuk segera menemukan jalan pulang," sambung anak presiden dengan antusias. Pria itu lalu kembali menatap layar komputer dan memainkan jari jarinya dengan lincah, di atas papan tombol.


Rico palsu juga langsung mengembangkan senyumnya dan hatinya merasa senang, karena dia disini tiidak sendirian. Ada orang lain yang bersedia membantunya. Setidaknya kerja sama yang dilakukan pria kembar itu, akan saling menguntungkan satu sama lain.


Hingga beberapa lama kemudian.


"Akhirnya selesai juga," ucap Rico asli merasa lega sambil meregangkan kedua tangannya. "Ide kamu memang brilian, Ric. Aku yakin beberapa jam lagi akan ada kegemparan di negara ini."


"Hahaha ... kita tunggu aja kabar beritanya," sahut Rico palsu merasa senang.


"Bagaimana kalau kita bersenang senang terlebih duhulu sambil menunggu kabar?" usul Rico asli.


"Bersenang senang? Gimana maksudnya?" tanya Rico palsu penasaran.


Rico asli sontak menyeringai. "kamu akan tahu nanti, ayo!"

__ADS_1


Dengan segala rasa penasaran, Rico lantas mengikuti ajakan anak presiden.


...@@@@@...


__ADS_2