
Disebuah hutan tempat para monster berbahaya berada ada anak laki laki yang perawakannya berusia 20an tahun yang terbaring disana dan tidak sadarkan diri di sebelahnya ada pertempuran para orang barbar dengan monster besar berkulit serba hitam dengan aungan yang sangat keras sampai sampai membuat orang sekitarnya tidak bisa bernafas. Salah satu orang yang melawan monster tersebut melihat orang yang terbaring tidak jauh dari pertempuran mereka, orang tersebut menghampiri pria yang pingsan tersebut,
"Oy, apa yang kamu lakukan disini" ucap pria barbar yang menghampiri anak yang pingsan dan melihat anak tersebut yang pingsan,
"Aaaaaaaa" teriak anak yang pingsan terbangun dari pingsannya, orang barbar yang ada disampingnya terkejut,
"Aaaaaaaa" teriak orang barbar terkejut mendengar teriakan anak yang baru bangun dari pingsan,
"Jangan mengagetkanku paman" ucap anak yang baru bangun,
"Seharusnya aku yang bilang begitu" ucao orang barbar dilanjut "apa yang kamu lakukan disini nak, disini sangatlah berbahaya".
"Kenapa bisa tempat ini berbahaya paman".
"Kamu lihat disana nak, ada monster besar"
"Oh, jika monster tersebut berbahaya, terus kanapa tidak lari saja paman".
"Jika kami para petualang lari dan monster ini sampai dikota maka bisa bisa kota akan hancur".
Anak yang baru bangun pingsan tadi berdiri dan mendekati pertempuran para petualang dan monster tersebut.
"Nak, kamu mau kemana disana berbahaya?"
"Tenang saja paman, begini begini aku cukup kuat lho"
Anak tersebut melihat pertempuran yang mirip seperti pembantaian kepada para petualang yang dilakukan monster tersebut, monster tersebut melihat ke anak yang masih berdiri sehat yang dibelakangnya ada salah seorang petualang dan monster itu menghampirinya dengan berlari
"Oh ya paman, siapa namamu?" tanya anak tersebut sambil melihat kebelakangnya.
"Aku Staz, salam kenal" jawab paman yang ditanyai anak tadi, dan paman tersebut melihat monster menghampiri anak yang ada didepannya.
"Nak, hati hati"
"Salam kenal paman" ucap anak tersebut sambil tersenyum
"Namaku…" ucap anak itu dengan memasang kuda-kuda dan memukul monster tersebut sampai tubuj yang terkena pukulannya berlubang dan area yang ada dibelakang monster ikut hancur. Setelah itu anak tersebut melanjutkan perkataannya…
"Kagura".
__ADS_1
...(Flash Back)...
"Dimana ini?" tanya kagura yang bingung melihat dirinya berada ditempat yang terlihat aneh, tempat tersebut seperti kagura terbang padahal kagura hanya berdiri terlihat disamping seperti ada tembok padahal ruangan tersebut tidak berujung.
"Kenapa bisa aku berakhir disini, bukannya tadi aku lagi melawan thanatos dan …" ucapan kagura terpotong karena kepalanya yang kesakitan setelah tidak terasa sakit lagi kagura mengingat bahwa dirinya menghancurkan thanatos dan dunia tutorial.
"Aku menghancurkan dunia? Apa jangan jangan, sekarang aku telah menjadi raja iblis?" tanya kagura dengan nada bercanda dan diakhiri dengan senyuman aneh.
"Kamu tidak menjadi Raja iblis anak manusia" ucap suara entah dari mana, suara tersebut terdengar seperti suara yang tidak memiliki gender(suaranya disini seperti "Phantom" dalam anime "Date a Live" pada saat Shido kemasa lalu).
"Hah? Siapa tadi yang bicara?" tanya kagura dengan santai dan seperti tidak begitu terkejut. Tiba tiba ada bola cahaya putih yang datang dari belakang kagura.
"Senang bertemu denganmu Kagura" kata kata yang keluar dari bola cahaya
"Siapa kau, sepertinya aku tidak mengenali kau apalagi suaramu?" tanya kagura bingung kenapa bola cahaya tersebut mengenalinya.
"Simpan baik baik pertanyaanmu untuk nanti. Aku disini untuk memberitahukan sesuatu padamu dan hadiah untukmu" ucap bola cahaya.
"Hadiah?" ucap kagura senang karena mendapat hadiah karena biasanya diseting-seting anime isekai hadiah yang diberikan berupa skil atau sesuatu yang kuat.
"Tapi setelah kamu menerima ini kamu harus menyelesaikan semua masalah yang ada di UNIVERSE STARS" ucap bola cahaya.
"Iya" jawab singkat bola cahaya.
"Kalau begitu tidak jadi usah" ucap kagura.
"Kenapa tidak mau?" tanya bola cahaya
"Sangat mencurigakan mendapat sesuatu dari seorang yang tidak kukenal" jawab kagura.
"Pertama-tama sebutkan kamu itu siapa?" tanya kagura.
"Baiklah, jika kamu memaksa… Aku tidak memiliki nama tapi bisa disebutkan aku adalah tuhan" jawab bola cahaya yang mengaku sebagai tuhan.
"Kamu a-ada-dalah tu-tu-tu-tuhan?" tanya kagura kaget cahaya didepannya sebenarnya adalah tuhan.
"Betul, makanya kamu harus menerima pemberian… " ucap bola cahaya yang terpotong.
"Hahahahahhaha" tawa kagura memotong ucapan bola cahaya.
__ADS_1
"Apakah ada yang lucu disini?" tanya bola cahaya.
"Hahaha, tidak tidak apa apa." jawab kagura
"Kamu tidak percaya dengan ucapanku?" tanya bola cahaya.
"Tidak kok, siapa bilang aku tidak percaya?" jawab kagura dengan nada sedikit mengejek.
Tiba tiba dada kagura melembung, kagura kaget karena tiba tiba dadanya membesar seperti perempuan,
"Heh? Ada" kaget kagura sambil meremas-remas dadanya yang membesar. Setelah itu kagura mengecek di selakangannya atau menyentuhnya, "Tidak ada".
"Aaaaaaaa" teriak kagura yang tiba tiba dirinya berubah jadi wanita.
"Apa yang terjadi?" ucap kagura dengan teriak sangat keras.
"Bagaimana masih tidak percaya denganku?" tanya bola cahaya.
"Percaya, aku percaya jadi kembalikan aku jadi laki laki" ucap kagura dengan bersujud kearah bola cahaya. Bola cahaya pun mengembalikan kagura jadi laki laki kembali.
"Baiklah lanjut ketopik, bagaimana apa kamu mau menerima pemberianku" tanya bola cahaya.
"Aku mau nanya, dari sekian banyak orang kenapa aku?" tanya balik kagura.
"Karena kamu bukan makhluk ciptaanku" jawab singkat bola cahaya.
"Hah? Apa maksudmu?" kagura tambah bingung dengan jawabannya.
"Intinya karena kamu berasal dari dimensi yang berbeda dan kamu juga orang pilihan Roland" jawab bola cahaya, Kagura yang bingung hanya terdiam mendengarkan.
"Baiklah waktuku tidak lama lagi, aku serahkan UNIVERSE STARS padamu, Kagura" ucap bola cahaya yang cahaya mulai redup seperti mau mati.
"Tunggu, apa maksud dari UNIVERSE STARS?" tanya kagura tapi tiba tiba dia bangun di tempat asing yang disebelahnya ada pria berotot.
...(Flash back)...
(Note: Mulai sekarang dan seterusnya Author tidak akan menggunakan "level" untuk menentukan besar atau kecilnya kekuatan, jadi mulai sekarang pembaca tidak akan melihat/membaca kata level pada novel ini).
...(Semangat Baca serta dimohon saran dan kritiknya yang membangun)...
__ADS_1
...👉(Happy Reading)👈...