
Pagi berikutnya kagura terbangun diruangan asing,
"Dimana ini?" tanya kagura
...(Jawab)...
...(Tuan berada dirumah seorang bernama staz)...
"Oh ya kemarin…"
(Flash Back)
Setelah makan,
"Nak kagura apa kamu memiliki uang?" tanya staz.
"Tidak, karena aku baru saja datang kekota ini" jawab kagura.
"Kalo begitu kamu tidak memiliki tempat tinggal kan?" tanya leti.
"Iya, aku tidak mempunyainya" jawab kagura.
"Kalo memang tidak punya, mau menginap disini?" ucap staz menawarkan kagura untuk menginap dirumahnya.
"Apa tidak mengganggu?" tanya kagura.
Staz dan leti saling memandang, dan leti menganggukan kepalanya tanda setuju.
"Lihat istriku memperbolehkannya" ucap staz.
"Kalo tidak merepotkan, tidak apa apa" ucap kagura.
"Oh ya nak kagura, kami memiliki seorang putri, aku mohon supaya akrab dengannya ya" ucap leti.
"Aku mengerti" jawab kagura.
(Flash Back End)
Kagura keluar dari kamarnya dan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya, saat sampai didepan pintu kamar mandi kagura membukanya dan… Kagura menaikan alisnya melihat cewek cantik berbadan montok yang sedang telanjang.
"Siapa ya?" ucap kagura dengan muka merah.
"Siapa perempuan, ini kenapa ada perempuan telanjang disini, dan juga apa apaan situasi ini, ini bukan cerita komedi romantis kan?" gumam kagura dalam hatinya.
Perempuan itu mengambil nafas dalam dalam seakan mau teriak, kagura yang melihat dia mau teriak langsung maju dan menutup mulutnya.
"Tunggu dulu, jangan teriak dulu, sepertinya ada kesalahpahaman disini, aku langsung masuk karena pintunya tidak dikunci dan tidak ada tanda di pintu kalo didalam ada seseorang, jadi aku disini juga korban dan juga jika kamu teriak, seseorang mungkin mendengar dan melihat ini, dan jika seseorang melihat situasi ini aku pasti yang disalahkan padahal aku juga korbannya disini, jadi tenanglah" ucap kagura panjang lebar untuk membuat wanita itu tenang, wanita yang tadinya memberontak mencoba melepaskan tangan kagura yang menutupi mulutnya setelah mendengar itu pun tenang dan tidak memberontak lagi.
"Syukurlah kamu mengerti" ucap kagura melepaskan tangannya setelah melihat wanita dihadapannya tenang,
"Bekkk"
Wanita itu memukul kagura, kagura pun terjatuh kelantai,
__ADS_1
"Kenapa?" tanya kagura bingung yang tiba tiba dipukul.
"Kau bilang Kenapa?" ucap wanita tersebut sambil mengepalkan tangannya.
Wanita itu menendang kagura tapi terhenti setelah mendengar ucapan seseorang.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" ucap staz.
"Paman" ucap kagura bersamaan dengan si wanita itu.
"Ayah" ucap wanita itu bersamaan dengam kagura.
Mereka saling memandangi,
"heh?" kagura pun bingung, dengan situasi yang sekarang.
(Ruang keluarga)
Situasi canggung pun terjadi antara kagura dan wanita itu yang ternyata anak dari staz.
"Perkenalkan, ini putriku namanya levi dia berumur 16 tahun" ucap staz memperkenalkan anaknya pada kagura.
"Kukura anak dari staz itu masih berumur dibawa 10 tahun tapi kenyataannya sekarang dia seorang gadis remaja, dan juga kenapa pertemuan pertamanya terjadi dengam cara seperti tadi ini bukan cerita tentang komedi romantiskan" ucap kagura dalam hati.
"Halo kagura, kamu mendengarkan" ucap leti.
"Oh ya, salam kenal namaku…" ucap kagura terpotong.
"Maafkan aku" ucap kagura.
"Kenapa bisa kamu berbicara tidak sopan kepada tamu, cepat minta maaf kepada nak kagura" ucap staz.
"Kenapa aku harus minta maaf padanya dia yang salahkan, dia melihatku telanjang dengan senyum cabulnya" ucap levi.
"Memang benar aku melihatmu telanjang tapi aku tidak melihat dengan wajah cabul" ucap kagura dalam hati.
"Bukannya itu tidak sengaja kan nak kagura?" ucap staz
"Betul itu paman staz" ucap dalam hati sambil mengangguk ngangguk.
"Tapi tetap saja di melihatanya" ucap levi.
"Levi!!!" ucap staz menatap tajam kearah levi.
"Maafkan aku" levi meminta maaf.
"Iya, aku juga minta maaf" jawab kagura.
Levi hanya mengangguk, dan mereka pun sarapan bersama.
Setelah sarapan diruangan staz,
"Nak kagura, apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya staz.
__ADS_1
"Entahlah, aku belum memikirkannya" jawab kagura.
"Bagaimana kalo jadi petualang?" tanya staz.
"Petualang?" ucap kagura.
"Dengan kekuatanmu yang seperti ini kamu akan menjadi petualang tingkat S yang baru" ucap staz.
"Tidak ah, merepotkan" ucap kagura.
"Baiklah, kalo begitu aku akan mendaf…" ucapan stas yang berhenti ditengah jalan dilanjutkan kalimat, "kenapa?".
"Aku masih harus menemui seseorang, dan meminta penjelasannya" ucap kegura.
"Seseorang? Siapa itu?" tanya staz.
"Bukan siapa siapa, hanya seseorang yang ingin kuhajar" jawab kagura.
"Oh, kalo begitu apa yang akan kamu lakukan?" tanya staz.
"Mencari pekerjaan dan rumah" jawab kagura.
"Kalo begitu, ini" ucap staz sambil membawa sekantong kecil penuh emas.
"Apa ini?" tanya kagura.
"Itu uang bayaran untuk mengalahkan monster kemarin" jawab staz.
"Boleh nih?" tanya kagura sambil mengambil sekantong emas tersebut.
"Tentu, karena yang mengalahkan monster itu kan kamu" jawab staz.
"Terima kasih" ucap kagura berterima kasih.
"Sama sama" jawab staz.
"Levi!" staz memanggil levi(anaknya), levi datang keruangan staz,
"Ada apa papa?" tanya levi.
"Ajak nak kagura keliling kota" jawab staz.
"Kenapa aku harus mengajak orang sepertinya keliling kota?" tanya levi dengan memandang jijik kagura.
"Orang seperti itu katanya? Aku kena mental nih" ucap dalam hati kagura.
"Antar saja sana, kamu ingin diajarkan teknik baru tidak" ucap dengan nada mengancam staz.
Levi ragu ragu tapi akhirnya setuju untuk mengantar keliling kagura.
...(Semangat Baca serta dimohon saran dan kritiknya yang membangun)...
...👉(Happy Reading)👈...
__ADS_1