System In Another World After 1000 Years

System In Another World After 1000 Years
Pertempuran kedua


__ADS_3

Cerita sebelumnya,


Setelah mengalahkan evil dragon kagura bertarung dengan vanesha salah satu dari 7 true demon lord, dan menang yang menjadikan vanesha harus menjadi bawahan kagura setelah pertarungan mereka berdua melihat loli elf dengan pakaian yang lusuh.


Sementara dikota ada penyerangan yang dilakukan oleh 10.000 monster dan 8 petualang mencoba menghentikannya.


(Author: gila 10.000 monster melawan 9 manusia 🤣🤣🤣)


(Dihutan ilusi)


"Bagaimana kalo menggunakan sihir perbudakan klan iblis" ucap kucing.


Kagura dan elvis hanya terdiam melihat kucing itu berbicara.


"Nah elvis, apa kamu pernah melihat kucing berbicara?" tanya kagura.


"Tidak, ini pertama kalinya" jawab elvis.


"Jangan abaikan aku, woy!" ucap kucing.


"Kamu vanesha, bukan?" tanya kagura.


"Menurutmu siapa?" balik tanya kucing.


"Jadi benar ya, kamu vanesha" ucap kagura.


"Kenapa kamu terkejut?" tanya kucing.


"Tidak, kukira kamu tidak bisa bicara saat dalam mode kucing" jawab kagura.


"Siapa yang bilang?" tanya kucing.


"Dari pada bahas itu, kembali ke intinya saja kamu bilang menggunakan sihir tapi kamu tahu sendiri aku tidak bisa menggunakan sihir apa lagi terkena sihir" ucap kagura.


"Tidak tidak, sihir perbudakan ini aku yang akan menggunakan sihirnya dan yang akan terkena sihirnya hanya pelayannya dan tuannya hanya menambahkan setetes darahnya di lingkaran sihir itu" ucap kucing.


"Oh, kalau begitu cepat lakukan" ucap kagura.


"Tapi aku harus dalam mode iblisku, jadi ubah aku kembali" ucap kucing.


"Aku menolak" ucap kagura dengan cepat menolak.


"Kenapa?" tanya kucing.


"Karena kamu berbohong" jawab kagura.


"Kenapa kamu bisa berpikir aku berbohong?" tanya kucing.


"Kamu bilang tidak bisa menggunakan sihir dalam bentuk kucing, itu adalah kebohongan. Kamu bisa menggunakan sihir dalam bentuk kucing, walaupun tidak sekuat saat menggunakan sihir dalam mode iblismu tapi kamu masih bisa menggunakannya kan" jawab kagura.


"Kenapa kamu tahu?" tanya kucing.


"Karena aku adalah majikanmu" ucap kagura.


"Sebenarnya karena system yang memberitahuku" ucap dalam hati kagura.


Tadi saat vanesha(kucing) bicara system bilang…


...[Karena dia salah satu dari 7 true demon lord maka dia masih bisa menggunakan sihirnya dalam mode kucingnya walaupun lebih lemah dari biasanya]...


"Cepat lakukan vanesha" ucap kagura.


"Cih, baiklah" ucap kucing.


"Woy kau tadi bilang cih bukan?" ucap kagura.


"Apa yang kamu bicarakan? Aku sungguh tidak mengerti" ucap kucing.


"Jangan pura pura bodoh, aku mendengarnya lho" ucap kagura.


"Jadi melakukan ritual(sihir perbudakan) nggak nih" ucap vanesha.


"Jadilah" ucap kagura.


"Kalau begitu cepat sini mendekat, jangan kelamaan" ucap kucing.


"Yang bikin ini lama karena kamu berbohongkan?" ucap kagura.


"Hahahahahahaha" tertawa elvis melihat tingkah laku antara kagura dan vanesha.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya kagura.


"Tidak, hanya saja kalian sangat akrab, bukan?" ucap elvis.


"Hahh? Akrab? Aku dan dia?" ucap bebarengan(kagura dan vanesha).


"Hem hem" mengangguk angguk elvis.


"Mustahil mustahil" ucap bebarengan( kagura dan vanesha).


"Siapa juga yang akrab dengan penghisap darah ini?" ucap kagura sambil menunjuk kearah kucing(vanesha).

__ADS_1


"Kamu benar, siapa juga yang ingin akrab dengan orang cabul ini" ucap kucing yang menyinggung kagura.


"Apa kau bilang?" ucap kagura sambil menatap kucing dan kucing itu juga menatap kagura, diantara tatapan mereka seperti ada petir permusuhan.


"Ngomong-ngomong kapan kita akan melakukan ritualnya?" tanya elvis yang ingin melerai mereka.


"Baiklah ayo lakukan sekarang, kurasa ini lebih penting" ucap kagura.


"Kamu benar, ayo lakukan karena ini lebih penting dari pada mengurusi orang cabul ini" ucap kucing.


"Woy, kamu bilang apa tadi?" tanya kagura.


"Aku bilang ayo lakukan karena ini lebih penting" jawab kucing.


"Tidak bukan itu, tapi diakhir kalimatmu kamu bilang sesuatu kan?" tanya kagura.


"Apa yang kamu bicarakan? Aku sungguh tidak mengerti" ucap kucing.


"Kukira tadi aku mendengar sesuatu, mungkin perasaanku saja" gumam kagura.


Beberapa menit kemudian,


Persiapan ritual selesai, dan juga lingkaran sihir pun sudah dibuat tinggal elvis masuk dalam lingkaran sihir itu dan memasukan darah kagura dalam lingkaran sihir yang dimasukan elvis dan selesai.


Saat kagura hampir melakukannya ada suara ledakan yang besar yang terdengar oleh kagura dan vanesha(mode kucing) dari arah kota.


"Suara apa itu?" tanya kagura.


"Entahlah" jawab kucing(vanesha).


"System kamu tahu sesuatu?" tanya dalam hati kagura.


...[Jawab]...


...[Kota sedang diserang oleh sekitar 10.000 monster dan sedang ditahan oleh beberapa petualang]...


"10.000? Itu gila bukan?" ucap kagura.


"Ada apa tuan kagura?" tanya elvis.


"Maaf ya elvis, kurasa aku akan pergi kekota, ayo vanesha" ucap kagura.


Kagura berlari dengan cepat dan vanesha yang ada dipundak kagura. Saat sampai di medan perang kagura melihat ada 9 petualang yang mencoba menghentikan para monster, para petualang itu adalah para petualang profesional atau petualang peringkat A.


Kagura melihat pertarungan itu dan kagum kepada staz karena sihir petirnya yang kuat juga dengan joseph(guild master) yang menggunakan sabit hitam.


"Ternyata staz sangat hebat ya, apakah dia titisan dari thor(dewa petir mitologi nordik)" ucap kagura.


"Tidak mungkin kan" ucap kagura.


Kagura juga melihat levi disana, yang sedang terdesak oleh salah satu monster dan terkena serangan oleh salah satu monster hingga terpental jauh, levi yang berlumuran darah dan sudah sulit bergerak bahkan berdiri pun susah didatangi oleh salah seekor monster.


"Aku tidak boleh dikalahkan disini" ucap levi yang mencoba berdiri dengan susahnya.


"Jika aku kalah disini, kotanya akan…" ucap levi dengan berdiri compang camping


kagura yang melihat levi didatangi oleh monster dan langsung melesat kedepan dan memukul monster yang akan menyerang levi dan monster itu terpental kelangit tanpa kepala.


"Kamu terlihat sangat menyedihkan ya, levi" ucap kagura.


Levi melihat kagura dengan muka merah dan secara tidak sadar matanya mengeluarkan air mata,


"Ehh, kenapa menangis? Aku tadi hanya bercanda jadi jangan menang…" ucap kagura terpotong karena levi langsung memeluknya.


"Hehh? Kenapa? Jangan jangan karena aku mengejeknya? Aku tidak tahu kalau dia secengeng ini" ucap dalam hati kagura.


"Bodoh" ucap levis dengan suara pelan.


"Heh? Apa?" tanya kagura tidak mendengar ucapan levi.


"Bodoh, kenapa kamu menghilang tiba tiba? Aku sangat khawatir kamu tahu" ucap levi dengan air matanya yang menetes.


Kagura mengangkat tangannya dan tidak membalas pelukan dari levi, dia juga tidak tahu apa yang harus dia katakan karena ini pertama kalinya ia dicemaskan.


"Tenang saja, walaupun begini aku ini cukup kuat lho, jadi jangan khawatir, oke" ucap kagura dan menghapus air mata levi.


Setelah mendengar ucapan kagura levi menggelembungkan pipinya dan memukul kagura. "Bekk"


"Heh? Kenapa? Apa aku mengatakan sesuatu yang aneh?" tanya kagura.


"Bukan apa apa kok, haaaaa hah aku menyesal mengkhawatirkan orang sepertimu" ucap levi.


"Woy, apa maksud dari kata orang sepertiku?" tanya kagura.


"Tidak ada maksud apa apa" jawab levi.


"Kagura kamu memang orang yang tidak peka ya" ucap kucing.


"Cih, terserah" ucap kagura.


"Yang lebih penting, bagaimana membunuh seluruh monster ini?" tanya kagura.

__ADS_1


"Oh ya kagura, kamu adalah type petarung 1 lawan 1, jadi kalau musuhnya sebanyak ini pasti akan susah" ucap kucing.


"Kamu benar" ucap kagura.


"Woi babi laknat, dari tadi kamu bicara sama siapa sih?" tanya levi yang dari sudut pandangnya kagura sedang berbicara sendiri.


"Aku sedang berbicara sama kucing ini" jawab kagura sambil menunjuk kearah vanesha(dalam bentuk kucing).


Levi terdiam sesaat,


"Aku tahu kamu cabul tapi tidak kusangka kamu juga gila" ucap levi dengan menatap jijik kagura.


"Tunggu tunggu, aku tidak cabul dan aku masih waras, juga kucing ini beneran bisa bicara" ucap kagura.


"Hehhh" ucap levi dengan nada seperti tidak percaya sama ucapan kagura.


"Kamu tidak percaya? Baiklah akan kubuktikan, vanesha ayo bicara" ucap kagura.


Vanesha hanya diam,


"Kenapa kamu tidak bicara?" tanya kagura menggunakan telepati.


"Kenapa aku harus mengikuti perintahmu?" tanya balik vanesha menggunakan telepati.


"Bukannya aku adalah tuanmu" jawab kagura menggunakan telepati.


"Hehh" ucap vanesha sambil memalingkan wajahnya.


(Note: Vanesha masih menggunakan wujud kucingnya).


"Kamu memang orang gi… " ucap levi terpotong karena tiba tiba kagura menendang kearahnya, ternyata kagura menendang monster yang sedang mencoba menyerang levi.


"Ini bukannya waktu untuk bercanda, pertama-tama kita harus menghabisi monster monster ini dulu" ucap kagura.


"Untuk kali ini aku setuju denganmu" ucap levi.


"Ngomong-ngomong bagaimana keadaan kota?" tanya kagura.


"Ibuku menggunakan kekuatannya untuk melindungi kota" jawab levi.


"Ibunya? Berarti leti ya, tapi jika pelindung itu tidak hancur walaupun digempur oleh banyak monster seberapa kuat sebenarnya leti itu" ucap kagura dalam pikirannya.


Kagura melihat kearah levi yang hampir kehabisan sihir begitu juga darah, bahkan berdiripun susah.


"Levi, pergilah kekota untuk berobat" ucap kagura.


"Apa maksudmu? Aku nasih bi… " ucap levi dan jatuh pingsan.


Kagura menangkap levi yang pingsan,


"Vanesha bawa levi ketempat aman" ucap kagura dan mengubah vanesha menjadi wujud manusianya.


"Baiklah" ucap vanesha dan membawa levi ketempat aman.


"Baiklah sekarang, ayo kita mulai para monster"


(Disisi lain)


Disuatu tempat yang bernama celah dimensi, terdapat naga raksasa dengan warna putih dan anak kecil(loli).


"Hey great white, ada kabar tentang kelahiran dewa baru" ucap anak kecil.


"Dewa baru? Dari fraksi mana?" tanya naga putih.


(Note: Suara naga putih seperti suara kurama yang belum dijinakan oleh naruto dalam anime naruto shipuden).


"Sepertinya dia tidak memiliki fraksi" jawab anak kecil.


"Kalau dia tidak memiliki fraksi maka dia tidak akan bertahan hidup didunia" ucap naga putih.


"Ucapanmu ada benarnya tapi kurasa tidak sepenuhnya benar" ucap anak kecil.


"Hahh?" bingung naga putih.


"Dia memiliki anugrah dari orang itu" ucap anak kecil.


"Maksudmu… " ucap naga putih.


"Iya, sang raja dewa itu" ucap anak kecil memotong ucapan naga putih.


"Kalau begitu ini akan tambah menarik" ucap naga putih.


"Apa yang akan kamu lakukan, Great white?" tanya anak kecil.


"Aku hanya akan melihat dari jauh" jawab naga putih.


"Kalau kamu, Oroboros?" tanya naga putih.


"Aku? Aku akan menemuinya langsung" jawab anak kecil pergi meninggalkan naga putih.


...(Semangat Baca serta dimohon saran dan kritiknya yang membangun)...

__ADS_1


...👉(Happy Reading)👈...


__ADS_2