
"Baiklah sekarang, ayo kita mulai para monster"
Kagura didatangi oleh banyak monster, kagura melancarkan pukulannya dan monster yang terkena pukulannya langsung remuk bahkan tulangnya juga dan yang tersisa cuma bebarapa darah, bukan hanya monster didepannya yang hancur monster yang ada dibelakang monster yang kena pukulan kagura juga ikut hancur, ada juga monster yang terbang dilangit dan kagura melompat sampai didepan monster yang terbang dan menendangnya hingga hancur.
(Note: Kagura menggunakan skil Punc of Destruction, yang lupa silahkan lihat bagian perginya roland).
Para petualang yang melihat itu kagum begitu juga staz, tapi joseph terlihat biasa saja seakan sudah tahu kekuatan asli dari kagura.
"Dia hebat, mengalahkan monster setingkat ini dengan sekali pukul" ucap petualang 1.
"Memang benar dia hebat tapi hanya itu kekuatannya, jika seperti ini dia akan kehabisan tenaga sebelum para monster ini habis" ucap petualang 2.
"Jika seperti ini terus, pelindung kota milik neng leti akan hancur" ucap petualang 3.
"System, bagaimana caranya membunuh semua monster ini sekali serang?" tanya kagura.
(Jawab)
(Tuan tidak cocok untuk pertarungan seperti ini, tuan lebih cocok pertarungan satu lawan satu).
"Terus apa yang harus aku lakukan?" tanya kagura.
(System menyarankan untuk mundur).
"Cih, seperti biasa kamu memang tidak berguna" ucap kagura.
Kagura berpikir dengan keras dan mengingat,
"Oh ya, dia pasti hebat dalam pertempuran seperti ini" ucap kagura sambil mengingat seseorang.
(Note: Kagura berbicara dengan system sambil bertarung melawan monster).
"Vanesha!!!" teriak kagura.
"Dummm". "Dummm". "Dummm"
Suara monster yang terbang hancur karena sihir seseorang.
"Bisa tidak jika kamu tidak teriak, aku tidak tahan dengar suaramu" ucap vanesha yang melancarkan sihir tadi.
"Berisik, jika ingin menolong cepatlah jangan banyak bicara" ucap kagura.
"Apakah itu sifat dari orang yang minta tolong?" tanya vanesha berjalan kearah kagura.
"Aku menyerang dari depan dan kamu melindungiku dari belakang" ucap kagura.
"Kamu type orang yang memerintah ya" ucap vanesha.
"Mungkin itu benar" ucap kagura.
Vanesha menggunakan sihirnya "chaostik flame" dan setelah itu disekitar vanesha terdapat api berwarna api hitam, kagura berlari kearah kawanan monster itu dengan memukul-mukul monster yang ada didepannya dan monster yang ada disamping kagura dibantai oleh vanesha menggunakan sihirnya, kagura menggunakan skil OverAccel, Havent Flame ditangan kanan,dan Lightning Destruction ditangan kirinya, serangan antara kagura dan vanesha terus berlanjut sampai jumlah monster menurun secara drastis, sampai akhirnya kemenangan untuk kagura dan para petualang.
Setelah menang dengan telak kagura dan vanesha pergi keruang perawatan untuk melihat keadaan levi,
Sampai diruang perawatan,
"Levi, bagaimana keadaan?" ucap kagura datang dan melihat tubuh levi yang telanjang karena belum selesai diperban, levi melihat kearah suara dan langsung memerah melihat 2 orang yang salah satunya adalah kagura,
"Jangan masuk seenaknya" ucap levi sambil melempar sesuatu yang keras.
Setelah selesai diperban,
"Bagaimana keadaanmu?" tanya kagura.
"Bentar, sebelum itu boleh kutanyakan satu hal?" tanya levi dengan tangan menghentikan ucapan kagura.
"Apa itu?" tanya kagura.
"Siapa perempuan ini?" tanya levi sambil melihat kearah vanesha.
"Ohh, dia? Dia itu… " jawab kagura.
__ADS_1
"Hubungan kita itu apa ya?" tanya kagura pada vanesha.
"Entahlah" jawab vanesha.
"Pokoknya dia itu bukan musuh, untuk sekarang sih" ucap kagura kepada levi.
"Untuk sekarang? Berarti dia bisa saja menjadi musuh suatu hari nanti kan?" tanya levi.
"Entah" jawab kagura.
"Entah katamu, apakah akan baik baik saja?" ucap levi.
"Tenang saja, hubungan kami saling menguntungkan jadi, untuk sekarang aku akan mengikutinya" ucap vanesha.
"Menguntungkan? Memang apa keuntungannya mengikutiku?" tanya kagura didalam pikirannya setelah mendengar ucapan vanesha.
"Krieeekkkk" (suara pintu terbuka).
Semua orang yang ada diruangan itu melihat kepintu dan yang datang adalah rem.
"Levi, aku datang" ucap rem.
"Ohh, ternyata rame juga" ucap rem setelah melihat ada kagura dan satu wanita disampingnya.
"Rem, ketuk pintu dulu kalau mau masuk" ucap levi.
"Aku tahu kok ngomong-ngomong kagura, kamu dipanggil oleh ayah" ucap rem.
"Paman joseph? Kenapa aku dipanggil?" tanya kagura.
"Entahlah, kalau itu tanyakan saja sendiri" jawab rem.
Kagura diikuti vanesha meninggalkan ruangan dan pergi keguild untuk menemui joseph.
Diruang guild master,
Saat kagura membuka pintu dan dibalik pintu itu duduk joseph dengan memasang wajah serius.
"Kagura, pria itu harus bertanggung jawab pada semua perbuatannya" ucap joseph.
"Hahhh?" kagura bingung dengan perkataan joseph.
"Pria itu harus bertanggung ja… " ucap joseph terpotong.
"Aku bukan tidak didengar, aku hanya bingung apa yang kamu katakan jadi, jangan ulangi perkataanmu" ucap kagura.
"Oh kamu bingung? Kalau begitu ada orang yang ingin bertemu denganmu" ucap joseph.
"Siapa?" tanya kagura.
"Masuk" ucap joseph sambil memandang pintu.
Terdengar suara pintu terbuka dan dilanjut ucapan "permisi" suara seorang gadis, kagura melihat kearah pintu dan…
"Tunggu, kenapa kamu ada disini?" tanya kagura, ternyata yang ingin bertemu kagura adalah elvis.
"Aku mengikutimu" jawab elvis.
"Bagaimana caranya?" tanya kagura.
Kagura bertanya karena tadi saat meninggalkan elvis kagura menggunakan kecepatan yang sangat cepat, tapi elvis bisa mengikutinya.
"Aku memakai mataku" jawab elvis.
"Hahh? Mata?" bingung kagura.
[Dia memiliki Embryo Eye's Emperor, salah satu skilnya bisa mengikuti jejak orang yang sudah ditandai]
"Waaa!" teriak kagura kaget.
"Ada apa?" tanya vanesha yang ikut kaget karena kagura tiba tiba teriak.
__ADS_1
"Tidak, bukan apa apa" ucap kagura.
"Jangan mengagetkanku system" ucap kagura dalam pikirannya.
"Jadi benar kalau elf itu budakmu ya" ucap joseph.
"Tunggu, apa yang kamu katakan?" tanya kagura
"Kubilang, kalau ekf itu bu… " ucap joseph terpotong.
"Aku menanyakan apa maksudmu jadi, jangan mengulang perkataanmu" ucap kagura.
"Maksudku, dia budakmu kan" ucap joseph.
"Tidak, dia bukan budakmu" jawab kagura.
"Ehh? Tapi katanya… " ucap joseph.
"Kamu jahat sekali tuan kagura, padahal tadi pagi kamu memperlihatkan hal seperti itu" ucap elvis.
"Tunggu dulu, apa maksud dari hal seperti itu? Jangan mengatakan hal yang bisa membuat kesalahpahaman" tanya kagura.
"Hal seperti itu" ucap joseph dengan memandang dingin kagura.
"Lihat, dia salah pahamkan" ucap kagura kepada elvis.
"Dengar dulu paman, aku tidak pernah memperlihatkannya apapun" ucap kagura kepada joseph.
"Padahal kemarin malam, kamu sangat hangat" ucap elvis kepada kagura.
"Ha-hangat, nak kagura apa yang kamu ajarkan padanya?" terkejut joseph sampai bicaranya patah-patah.
"Tunggu dulu, maksudmu sup buatanku tadi malam, bukan?" ucap kagura kepada elvis.
"Jangan salah paham dulu paman" ucap kagura pada joseph.
"Dasar pedofil" ucap joseph dengan tatapan dingin.
Kagura shok sampai menjadi putih mematung,
"Tadi pagi juga, memperlihatkanku hal seperti itu dengan gadis itu" ucap elvis sambil menatap vanesha.
"Tunggu dulu, dari tadi aku mencoba diam, kenapa tiba tiba aku ikut terlibat?" tanya vanesha kesal.
"Tapi bukannya itu benar" ucap elvis.
"Tidak tidak tidak, kami belum pernah melakukannya" ucap elvis dengan muka merah.
"Belum?" ucap joseph.
"Ma maksudku kami ti tidak akan… " ucap vanesha gugup.
"Kagura kamu juga katakan sesuatu" ucap vanesha sambil menggoyang goyangkan kagura yang masih memutih.
"Woy, kalian" pintu terbukan dan terdengan suara staz.
"Paman staz" ucap kagura dan langsung memeluk kaki dari staz.
"Paman, kamu memang penyelamat, izinkan saya menyembahmu" ucap kagura yang masih memeluk kaki staz.
"Aku senang mendengarnya tapi, apa yang terjadi disini?" ucap staz.
"Hahahaha, banyak yang terjadi" jawab joseph.
"Oh ya ngomong ngomong, perayaan kemenangan akan segera dimulai" ucap staz.
"Perayaan?" ucap kagura sambil menedengkan kepalanya.
...(Semangat Baca serta dimohon saran dan kritiknya yang membangun)...
...👉(Happy Reading)👈...
__ADS_1