System Kultivator

System Kultivator
Mengambil barang.


__ADS_3

"Uhm, bisa Kau ulangi lagi apa yang Kau katakan?"


"Aku bilang, bawa Aku ketempat dimana barang-barang yang Aku bawa."


"Jadi Kau tidak ingin diriku melakukan hal itu terhadapku?"


Mendengar jawaban itu, sontak membuat Jiang Wei kesal dan memukul kepala Mili.


'Bugh.' Sebuah benjolan kecil muncul dikepalanya. Mili yang merasakan sakit tersebut kemudian memegang kepalanya yang benjol tersebut.


"Mengapa Kau memukulku?!"


"Karena Kau membuatku kesal."


"Apa yang membuatmu kesal, apa Kau tidak ingin..."


"Sebaiknya Kau diam atau Aku akan memukulmu dengan benda keras."


Mili dengan cepat memegang kepalanya, karena takut dipukul oleh Jiang Wei.


Jiang Wei kemudian keluar dari pondok. Tidak lupa, Dia juga menonaktifkan pondok tersebut dan menyimpannya.


Ketika pondok mengecil, apa yang terdapat di dalamnya keluar secara otomatis, kecuali fasilitas yang memang dimiliki oleh pondok.


Ketika pondok tersebut menghilang, aroma makanan yang keluarkan Jiang Wei mulai tercium oleh Elf lain.


Beberapa Elf lain mulai berbondong-bondong menghampiri aroma makanan tersebut. Sementara keenam Elf yang sedang makan tersebut dengan cepat kabur sambil membawa beberapa makanan tersebut.


Jiang Wei Kemudian berjalan keluar santai keluar dari kurungan tersebut. Mili yang mengikutinya mulai penasaran dengan makanan yang mengeluarkan aroma harum tersebut.


Mili dan Jiang Wei mulai berbincang beberapa hal sambil berjalan-jalan mencari barang miliknya.


"Makanan apa yang Kau berikan kepadanya itu?"


"Ohh, itu hanya 10 Porsi Steik."

__ADS_1


"Makanan itu saja seharga 10 Poin seporsi." Batinnya.


"Steik, apa itu?"


"Kau tadi melihatnyakan. Itu hanyalah daging panggang dan beberapa kentang goreng."


"Ohh, jadi itu yang namanya steik. Tapi, darimana Kau mendapatkan makanan tersebut?"


"Aku tidak bisa memberitahukannya." Ucapnya dan menyembunyikan keberadaan sistem dari siapapun.


"Dan juga, sejak kapan Aku akrab dengan dirimu."


"itu, sejak Kau menggunakan pakaian Elf. Kau mirip seperti pangeran Elf."


"Pangeran Elf? Aku tidak mirip sama sekali, Aku ini manusia bukan Elf. Sudahlah, cepat antar diriku ketempat barang-barangku."


"Baiklah, pangeran Elf." Ucapnya sambil mencoba menggoda Jiang Wei, tetapi itu tidak akan membuat Jiang Wei menyukai dirinya, melainkan melayangkan pukulan di kepalanya.


Setelah beberapa saat berjalan, tidak jauh darinya, Jiang Wei mulai melihat beberapa rumah sederhana dan sebuah pemandangan.


"Ya, ini adalah tempat kami para Elf tinggal. Bagaimana, apakah indah?"


"Ya, pemandangannya sangat indah." Sambil melihat berbagai tanaman yang di tanam di sekitar rumah, dari tanaman bisa sampai tanaman herbal.


"Ini surganya obat." Gumamnya dan masih berjalan dengan tenangnya dihadapan para Elf.


Beberapa Elf mulai memperhatikan Jiang Wei dan Mili yang berjalan bersama-sama. Beberapa Elf bahkan membisikkan sesuatu dihadapannya langsung.


"Dia adalah Nona Mili. Mengapa Dia berjalan bersama dengan Manusia itu?"


"Aku tidak tau. Tapi yang pasti, Manusia itu sangat tampan ketika menggunakan pakaian kita."


"Benar, bahkan Dia berjalan tanpa celana didepan umum. Aku jadi penasaran, apakah miliknya itu besar atau tidak."


Walaupun mereka seperti berbisik, tetapi Jiang Wei masih dapat mendengar dengan bantuan sistemnya. Mendengar perkataan itu dari Elf perempuan membuat Jiang Wei sedikit merinding.

__ADS_1


'Apakah semua elf selalu bicara terbuka seperti ini?' Batinnya.


Mili yang melihat Jiang Wei sedikit bergetar kemudian memegang tangannya dan berkata "Apa yang membuatmu gemetaran?"


"Tidak ada. Hanya saja, apakah seluruh Elf yang ada disini selalu berpikiran negatif?"


Mendengar jawaban itu membuat Mili malu, alasannya karena apa yang dikatakan Jiang Wei ada benarnya dan ada salahnya. Dalam artian 20% - 30% Elf yang berpikiran netagif termasuk dirinya.


"Ahaha, Aku tidak yakin apakah itu benar atau tidak." Ucapnya, tetapi didalam hatinya dia berkata 'Semoga Dia tidak membenciku jika tahu bahwa Aku adalah Elf yang akan berpikir negatif jika melihat pria tampan.


Beberapa saat kemudian,Mili dan Jiang Wei sampai di sebuah rumah kecil dengan sebuah aray yang menyegel pintu tersebut.


"Apah ini tempat kalian meletakkan barangku?"


"Ya, didalam sana terdapat barang yang kau bawa. Aku akan mengikutimu agar tidak ada sesuatu yang kau ambil disana."


"Memang apa saja yang ada didalam sana?"


"Ada berbagai macam barang yang berharga dan tidak berguna." Ucapnya Mili kemudian membuka segel pintu tersebut.


Ketika segel dihilangkan, pintu terbuka dengan sendirinya. Ketika sepenuhnya terbuka, Jiang Wei dapat melihat berbagai macam benda berkilau dan tanaman herbal didalamnya.


Jiang Wei kemudian memasuki bangunan tersebut dan sekali lagu kagum dengan barang yang ada disana.


"Aku tidak menyangka. Didalam bangunan kecil ini terdapat berbagai macam barang, bahkan ada juga artefak." Ucapnya melihat beberapa artefak seperti pedang, tombak dan lain-lain.


Mili kemudian menghampiri Jiang Wei sambil membawa barang yang dibawanya sebelumnya. "Ini barang milikmu, ayo kita keluar sekarang." Ucapnya sambil memberikan barang milik Jiang Wei.


Jiang Wei mengambil barangnya tersebut sambil melihat benda-benda yang ada di sana. Jiang Wei hendak meminta 1 buah pedang untuknya gunakan di ruang monster, tetapi mungkin permintaannya tidak akan terpenuhi.


Jiang Wei kemudian berbalik dan bersiap untuk pergi. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat sebuah pedang berkarat di pojok bangunan.


"Pedang apa ini?" Kemudian menghampiri pedang tersebut dan mengambilnya.


Mili kemudian menjelaskannya. "Kami tidak tahu. Kami menemukannya di dalam tanah, dan saat kami menemukannya itupun pedangnya sudah berkarat. Karena tidak bisa digunakan, kamu menyimpannya di barang yang tidak berguna."

__ADS_1


Jiang Wei terus menatap pedang berkarat tersebut dengan serius dan bergumam 'Ini bukan pedang sembarangan.'


__ADS_2