
...Info...
...Energi spiritual merupakan energi yang dikeluarkan tubuh. Energi tersebut berfungsi untuk menekan lawannya dan digunakan juga untuk mengeluarkan teknik bela diri. Semakin tinggi kultivasi, semakin kuat energi spiritual....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ketika Jiang Wei memasuki kediaman, Dia melihat Ayah, Ibu, dan Adiknya yang sedang berbicara dengan seorang pria tua.
Jiang Wei kemudian menghampiri mereka dan bertanya "Ayah, Ibu, siapa Dia?"
Semua orang yang ada di sana menoleh kearah Jiang Wei. "Dia Kakekmu." Ujar Ayahnya.
Jiang Wei yang mendengar itu kemudian menoleh kearah pria tua itu.
"Halo Kakek." Ucapnya. 'Sistem bisa kau perlihatkan identitas nya?'
[Nama: Xiao Feng (Kakek).]
[Tingkat: Xuan Langit bintang 4.]
[Umur: 1.123 Tahun.]
'Astaga, umurnya sudah melebihi seribu! Apa Aku juga bisa hidup selama itu?'
"Sampah sepertimu tidak pantas memanggilku Kakek." Sambil mengeluarkan sedikit energi spiritualnya.
Jiang Wei yang merasakan tekanan tersebut tertunduk dan tidak dapat bergerak, kecuali mata dan bibirnya.
[Host mengalami luka dalam ringan. Jika terus berlanjut, luka tersebut akan menjadi fatal.]
'Keuk, apakah ada cara untuk mengurangi tekanan ini?'
[Host dapat menggunakan Aura kematian untuk melawannya. Walaupun itu sia-sia, tapi itu bisa mengurangi sedikit tekanannya.]
Jiang Wei masih memikirkan untuk menggunakan aura kematian untuk mengurangi tekanan tersebut.
Sementara, Xiao Feng yang melihatnya masih dapat bertahan secara langsung meningkat Aura tubuhnya secara maksimal selama 1 tarikan nafas.
Xiao Feng memfokuskan energi spiritualnya kearah Jiang Wei, sehingga hanya dia yang merasakannya. Adapun keluarga Jiang Wei akan dapat merasakannya walau hanya secuil dari yang diterima Jiang Wei.
Tekanan yang tiba-tiba melonjak itu langsung melukai organ dalam Jiang Wei. Secara bersamaan, Hal itu membuatnya mengeluarkan darah dari tubuh dan mulutnya.
Karena luka dalam yang serius, Jiang Wei tidak dapat mempertahankan tubuhnya dan akhirnya terjatuh sambil terus mengeluarkan darah dari ke-lima Indranya.
Semua keluarganya dengan panik menghampiri Jiang Wei dengan perasaan cemas. 'Padahal, Dia baru saja hidup dari kematian. Apakah Kau harus semenderita itu.' Batin Keluarganya.
__ADS_1
Jiang Wei yang masih setengah sadar itu seperti kembali merasakan kasih sayang, setelah melihat Ayah, Ibu, dan Adiknya yang menghampiri dirinya.
[Host mengalami luka serius. Host akan kehilangan kesadaran dalam beberapa detik.]
'Haah, Apakah Aku akan lebih menderita di kehidupan ini?'
7 Detik berlalu, dan Jiang Wei telah kehilangan kesadarannya. Seluruh Keluarganya menangis di depan anaknya yang berlumuran darah seperti telah kehilangan sesuatu lagi.
Xiao Feng yang melihat hal itu tidak mempedulikannya dan tetap diam. Tapi, dihatinya Dia merasa bersalah karena melukai cucunya itu cukup serius, Bahkan hampir membunuhnya.
[??? Akan mengambil alih.]
Secara bersamaan, Tubuh Jiang Wei bersinar dan melayang di udara. Seluruh Keluarganya juga tidak tahu apa yang sedang terjadi kepada Anaknya.
[Mengurangi 5.000 Poin.]
[Memulai penyembuhan luka.]
[Memperkuat Tulang.]
[Memperkuat Jiwa.]
Setelah 5 Menit melayang, Tubuh Jiang Wei semakin bersinar. Secara bersamaan, Sebuah energi spiritual yang sangat kuat muncul dari tubuh Jiang Wei.
Semua Orang yang Berjarak Beberapa Km dari Jiang Wei tidak dapat bergerak.
"Aku tidak tau. Apakah ada Kultivator yang marah sekarang disini?"
Di kediaman, Tubuh Jiang Wei kembali seperti semula tanpa adanya luka dan noda darah di pakainya. Siapapun yang melihat Jiang Wei yang sekarang, mereka akan menganggapnya berbeda dari sebelumnya.
Penampilannya masih sama, hanya saja ada sesuatu yang berbeda dari Jiang Wei yang sekarang.
Salah satu yang paling berbeda darinya adalah matanya. Mata Jiang Wei yang sekarang seperti kemarahan api yang siap membakar apapun yang dilihatnya.
Jiang Wei kemudian melihat kebawah dan menghempaskan tangannya.
'Woosshh' Sebuah angin menerpa keluarganya, dan juga tekanan yang dirasakan oleh Ayah, Ibu dan Adiknya menghilang.
Jiang Wei kemudian menatap Xiao Feng dan menghampirinya sambil melayang di udara. Sekali lagi, seluruh keluarganya terkejut apalagi Xiao Feng yang tak kalah terkejutnya.
'melayang di udara! Tidak mungkin, hanya Orang ranah Immortal keatas yang bisa melakukannya. Siapa yang ada dihadapanku ini sekarang?!'
Ketika berada dihadapannya, Jiang Wei membicarakan beberapa kata perlahan, tapi kata-kata yang dikeluarkan itu seperti bom waktu yang siap meledak kapanpun.
__ADS_1
"Apakah Kau yang membuatnya seperti ini?"
"Bu... bukan Aku." Elak Xiao Feng.
"Katakan dengan jujur!" Jiang Wei marah. Saat itu juga, mata kirinya mengeluarkan darah sedikit demi sedikit.
Ketika tetesan darah jatuh, darah tersebut terbakar dengan hebatnya, bahkan ketika darah tersebut menyentuh lantai, Api tersebut semakin membesar.
Seluruh keluarganya merinding melihat hal tersebut, apalagi Xiao Feng yang berada dihadapannya orangnya langsung.
"Ya, Aku yang melakukannya."
"Apa alasanmu sampai membuatnya seperti ini?"
Xiao Feng bingung untuk mengatakan alasannya. Dia kemudian terpikir untuk mencoba untuk melawan Jiang Wei melalui kata-kata.
"Aku adalah Kakekmu, jadi Aku bebas mau melakukan apapun padamu atau siapapun itu."
Mendengar perkataan Xiao Feng membuat Jiang Wei tidak dapat menahan kesabarannya.
"Karena Kau berkata seperti itu, berarti Aku juga bisa melakukan apapun juga padamu." kemudian mengambil darah dimatanya lalu memegang bahu Xiao Feng.
Ketika tangannya bersentuhan, sebuah api langsung muncul dan membakar seluruh tubuhnya secara perlahan, dan dalam beberapa menit api tersebut sudah melahap tubuhnya dan membuatnya tersiksa.
Namun, apa yang dialami Xiao Feng barusan hanya ilusi dan tidak pernah terjadi. Namum kejadian itu bisa saja terjadi jika Jiang Wei ingin melakukannya.
Mengetahui apa yang akan terjadi, hal itu membuatnya berkeringat dingin dan menatap Keluarga Jiang Wei.
Melihat itu, mereka sebenarnya tidak ingin menolongnya, tetapi Xiao Feng adalah Kakeknya. Jadi, mau tidak mau mereka harus menolongnya.
"Cukup Nak." Panggil Ibunya.
Mendengar panggilan tersebut, Jiang Wei kemudian menoleh kearahnya. Ibunya sedikit ketakutan melihat mata Anaknya yang sekarang, tetapi Dia harus melakukannya untuk membuatnya berhenti.
"Hentikan itu Nak, Kami tau Kau marah kepadanya. Tapi Dia itu Kakekmu, Kau harus memaafkannya." Ujar Ayahnya.
Mendengar itu, Jiang Wei kemudian menoleh kearah Xiao Feng. Xiao Feng yang di tatap olehnya mulai berkeringat dingin.
"Jangan sampai kau melakukan hal yang sama di kemudian hari. Jika tidak, maka Aku yang akan membuatmu merasakan apa itu kematian berkali-kali." Ujar Jiang Wei.
Xiao Feng hanya mengangguk 'Aku tidak akan pernah melakukannya lagi.' Batinnya.
"Baiklah, Tugasku disini sudah selesai. Aku akan selalu menjaganya melalui salah satu mataku ini." Secara bersamaan, mata Jiang Wei kembali berubah kecuali mata kirinya yang sebelumnya mengeluarkan darah.
Energi spiritual yang kuat itu hilang dan membuat semua orang kembali bergerak. Sementara, Jiang Wei tidak sadarkan diri dipeluk oleh keluarganya, karena takut Jiang Wei lepas kendali lagi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=