System Kultivator

System Kultivator
Elf.


__ADS_3

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa jam kemudian, Jiang Wei tersadar di sebuah kurungan besar yang terbuat dari kayu. Dia juga menyadari bahwa hanya bagian bawahnya yang tertutup kain.


Jiang Wei kemudian melihat Elf perempuan yang sedang membaca buku. Dia kemudian mencoba untuk melihat informasinya.


[Nama: ???]


[Ras: Elf.]


[Tahap: Supreme bintang 3.]


'Mengapa namanya tidak bisa dilihat?'


[Host perlu meng-upgrade sistem untuk melihatnya.]


'Nanti saja, Aku harus keluar dari sini.'


"Hei." Panggilannya, namun Elf tersebut mengabadikannya. Jiang Wei mencoba memanggilnya berkali-kali, namun hasilnya tetap sama.


Merasa diabaikan, Jiang Wei merasa memiliki peluang untuk kabur dari sana. Namun perkataan Elf yang menjaganya berkata, "Sebaiknya kau tidak mencoba kabur. Jika Kau ingin tidur lagi, maka lakukan saja."


Mendengar itu dari Elf tersebut membuat Jiang Wei berpikir kembali. Dia kemudian memiliki rencana untuk menggunakan pedang awan untuk menangkis jarum penenang yang mengarah padanya, sementara dirinya mencoba untuk memotong kurungan tersebut.


Sebelum melakukan rencananya, Jiang Wei mencoba melihat map hack untuk mengetahui berapa banyak yang akan menembakkan jarum.


Ketika melihat, Jiang Wei tidak percaya ada 6 Elf tahap Xuan Langit yang bersembunyi di balik pepohonan. "Atahap kultivasi mereka sangat tinggi. Apakah rencana ini bisa berhasil?"


[Kemungkinan Host berhasil sekitar 0%]


"Sia-sia kalau begitu. Hmm, Aku akan memikirkannya di pondok." Ucapnya dan mengeluarkan pondok serta mengaktifkannya dan memasukinya.


Beberapa Elf terkejut melihat sebuah pondok muncul didalam kurungan. "Darimana pondok itu berasal." Pikir mereka.


Beberapa jam berlalu, dan sudah saatnya untuk makan. Salah satu Elf Pria kemudian memasuki kurungan sambil membawa makanan untuk diberikan kepada Jiang Wei.


Makanan yang dibawakan para Elf berupa buah dan sayuran segar. Ketika Elf tersebut sampai didepan pondok Jiang Wei, Dia mencium aroma harum hingga membuatnya penasaran.


Elf tersebut tidak segan-segan memasuki pondok untuk melihat darimana aroma tersebut berasal. Beberapa menit berlalu dan Elf tersebut tidak kunjung keluar. Hal itu membuat Elf kain khawatir.

__ADS_1


5 Elf Pria kemudian mencoba untuk melihat apa yang dilakukan temannya itu. Namun, Hal yang sama juga terjadi terhadap para Elf ketika berada di depan pondok.


Aroma yang sangat harum itu membuat mereka penasaran dengan isi pondok tersebut. 5 Elf tersebut kemudian memasuki pondok tersebut.


10 Menit berlalu, salah satu Elf keluar dari pondok dengan wajah ketakutan. Elf tersebut kemudian menghampiri Muri (Elf yang dipanggil oleh Jiang Wei sebelumnya.)


Elf tersebut kemudian bicara kepada Muri. "No... Nona Mili." Panggilnya. Mili yang sedang membaca menutup bukunya dengan keras, hingga membuat Elf tersebut kaget.


"Mengapa hanya kau yang keluar, dimana yang lainnya."


"Me... Mereka didalam sana dan tidak bisa pergi."


"Apa yang sebenarnya terjadi pada kalian."


"Ka... Kami tidak bisa memberitahukannya Nona. Tetapi, tawanan tersebut mengatakan unuk mengembalikan barang yang kalian ambil darinya."


"Humph, Aku akan masuk dan memberikannya pelajaran! Berani sekali dia meminta sesuatu padaku." Ujar Mili berjalan menuju pondok. Sementara, Elf yang sebelumnya mengikuti dari belakang.


Ketika sampai di depan pondok, Mili mencium aroma harum dari dalam pondok. "Apa aroma ini yang membuat kalian memasukinya?!"


"I... Iya Nona. Kami tidak bisa menahan diri, karena ini pertama kalinya kami mencium bau yang sangat harum seperti ini."


"Lalu Aku akan bertanya, dari mana aroma ini berasal?"


Mendengar itu Mili kemudian memasuki pondok, Dia juga penasaran darimana aroma ini berasal.


Ketika Mili berada didalam pondok, Dia melihat Jiang Wei yang sedang terbaring santai di sebelah kanan dengan seporsi makanan didepannya.


Sementara, Semua Elf yang sebelumnya memasuki pondok sedang duduk terdiam sambil meneteskan air liur.


Jiang Wei kemudian menoleh dan melihat penjaga yang membaca buku tersebut. "Apakah Kau membawa barang-barangku?"


"Aku tidak akan pernah mengembalikan barang milikmu, barang itu sudah menjadi milik kami." Sahut Mili dengan tegas, tetapi matanya tertuju kearah makanan yang ada didepan Jiang Wei.


Karena tidak ada yang bisa dipakai untuk keluar, Jiang Wei menunjuk salah satu Elf yang duduk terdiam.


"Haah. Kau, Kemari." Sambil menunjuk Elf yang sebelumnya membawakan makanan.


"Siapa, Aku?" Sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ya, Kau. Cepat kemari." Elf tersebut kemudian dengan patuh mendekati Jiang Wei.


"Buka bajumu." Sambil menunjuk pakaiannya.


Mili yang merasa Jiang Wei hendak melakukan hal yang tidak senonoh mulai siaga. "Apa yang ingin Kau lakukan padanya. Kau, jangan lakukan apa yang dia katakan." Sambil berjalan kearahnya.


Ketika hendak menghentikan Elf tersebut, Mili ditahan oleh Elf lainnya. "Apa yang kalian lakukan! Cepat lepaskan!"


"Maaf Nona, kami tidak bisa menurutimu."


Sementara, Elf yang ditunjuk Jiang Wei mulai melepas pakaiannya. Ketika tanpa baju, terlihat tubuh Elf tersebut sangat bagus. "Tubuhmu lumayan bagus."


Elf tersebut malu dengan perkataan Jiang Wei. "Apakah Tuan ingin Aku..." Ucapannya terhenti ketika mendengar perkataan Jiang Wei berikutnya.


"Berikan bajumu padaku untukku gunakan."


"Hah?" Semua orang berpikir Jiang Wei akan melakukan hal itu terhadapnya, tapi mereka tidak menyangka Jiang Wei hanya menginginkan bajunya saja.


Melihat semua Elf terdiam, Jiang Wei kemudian menyadarkan mereka. "Apa yang Kau pikirkan? Cepat berikan." Ujarnya. Elf tersebut menuruti apa yang dikatakan Jiang Wei.


Jiang Wei kemudian mengambil baju tersebut. "Hmm, Lumayan cocok." Semua Orang terdiam seperti patung ketika melihat penampilan Jiang Wei ketika menggunakan pakaian Elf.


Penampilan Jiang Wei seperti pangeran Elf. Bahkan Mili yang sebelumnya mengabaikan Jiang Wei mulai tertarik dengannya.


Jiang Wei kemudian menyadarkan mereka dengan sebuah kalimat.


"Baiklah, kalian bisa melakukannya." Ucapnya sambil menunjuk makanannya. Semua Elf mulai memakan makanan yang ada didepan Jiang Wei.


"Aku pikir kau akan melakukan hal itu terhadapnya." Ucapnya sambil menggaruk kepalanya.


"Hah, Kau gila ya? Aku masihlah Pria normal, apa yang para Elf pikiran dikepalanya?"


Mili Merasa malu dan menundukkan kepalanya. Mili kemudian dengan percaya diri mengangkat kepalanya, secara bersamaan wajah Mili Jiang Wei saling menatap satu sama lain.


Wajah Mili seketika memerah, Dia mencoba menutupi wajahnya itu dengan kedua tangannya. "Sangat tampan." Batinnya.


Jiang Wei yang melihat Mili menutupi wajahnya kemudian menyentuh bahunya. Hal itu sontak membuat Mili kaget dan terjatuh. Semua Elf yang mendengar mempedulikannya dan melanjutkan memakan makanan yang pertama kali mereka rasakan.


"Ap... Apa yang Kau inginkan?!" Ucapnya gemeratan ketika Jiang Wei menekan kedua bahu Mili.

__ADS_1


Mili menutup matanya karena tidak sanggup menatap Jiang Wei. Namun, perkataan Jiang Wei membuat Mili termenung.


"Bawa Aku ketempat barang-barangku, Aku harus pergi kesuatu tempat untuk berlatih."


__ADS_2