System Magical World

System Magical World
Chapter 46: Raine Versus Wutong


__ADS_3

Keadaan Perang Utama !


Raine sekarang dengan pedang besar miliknya mulai menebas kearah pria besar dengan kapak,


Memang jika dibandingkan dengan kekuatan mungkin Raine paling unggul tetapi karena efek dari kapak itu membuat keadaan semakin menjadi rumit apalagi saat menyerang dengan kekuatan penuh selalu dikembalikan kepadanya tanpa kesulitan.


Tanpa pikir panjang Raine menggeser pedangnya dan membuat tanah dibawah lelaki itu hancur seketika dan karena tubuhnya yang besar retakan lubang tersebut dapat menahan untuk sementara waktu agar Raine dapat melancarkan serangan terakhir.


"Inilah akhirmu!" kata Raine.


Melompat dengan great sword yang dialiri oleh api besar Raine segera menebas lelaki tadi.


Crat ! Boom !


Badan terbelah menjadi dua dan Raine yakin jika dirinya sudah menang dari lelaki itu.


Di Tempat Mika !


Mika yang juga melawan wanita yang menggunakan tongkat sihir tingkat tinggi sedikit merasa kesusahan saat melawannya.


Tapi karena tidak mau mengecewakan Sky, Mika segera mengeluarkan sayap putihnya dan menekankan aura malaikat,


"Heh... aura segini tidak ada apa apanya dibanding tuanku!"


Wanita dari lawan Mika berteriak dan merapalkan sebuah sihir yang berbentuk kaca namun ujungnya terdapat sebuah racun.


Mika yang tau akan hal tersebut segera terbang keatas dimana kaca yang dikeluarkan oleh lawannya bergerak secepat mungkin untuk mengejarnya seperti sebuah rudal,


"Sial!" Mika mulai berhenti dan mefokuskan banyak sekali mana ditelapak tangannya dan seketika sebuah tombak muncul untuk menahan sihir kaca tadi.


Wuss ! Boom !


Sihir mereka bertabrakan namun karena perbedaan mana ditambah Mika sendiri adalah demigod jadi kaca tersebut hancur dan wanita yang mengeluarkan sihir tersebut mati tertimpa oleh tombak.


Tempat Liam !


Seorang misterius terakhir yang gerakan miliknya sangat cepat dan tidak terasa sedang mempermainkan Liam yang terdiam karena hanya sebuah suara yang muncul dari lawannya.


Apalagi kalau mempertimbangkan seluruh kemungkinan yang ada jika Liam langsung melawannya face to face hanya ada kekalahan pada keadaannya sekarang.


Jadi Liam mulai memprovokasi lelaki itu karena memang ketika dilihatnya sifat salah satu dari ketiga orang tadi dia adalah yang paling muda dan masih kekanak-kanakan,


"Apakah kau takut aku membunuhmu?" ejek Liam.


"Apa aku takut?"


Benar saja lelaki itu muncul disebelah Liam yang hanya tersenyum iblis karena rencananya berhasil dengan mudah pada musuhnya.


Liam menghindar dari serangan belati aneh itu dan berdiri tegak dibelakangnya dan menjerat sebuah rantai besi yang dialirkan mana khusus miliknya.

__ADS_1


Mana Liam sangatlah aneh karena dapat memperkuat benda besi hingga ketitik dimana senjata tingkat dewapun akan retak saat berhadapan dengan senjata yang telah dia aliri mananya.


Lelaki itu mulai marah dan dalam sekejap menghilang kembali dari jeratan Liam dan muncul dibelakang untuk menusuknya,


Jleb ! Ting !


Pisau memang menancap akan tetapi setelah dia lihat ternyata hanya sebuah baju besi yang retak dan tidak tembus.


Hal itu membuat dia berkeringat dingin apalagi setelah menoleh keatas dimana Liam telah memegang kapak besi dan menebaskannya secara cepat kearah kepala hingga terbelah menjadi dua bagian.


Tempat Sky !


Liyun berjalan pelan kearah Sky yang kesakitan apalagi setelah terkena serangan dadakan darinya yang tidak mati setelah dihantam berkali kali dengan batu besar secara brutal.


Sky pingsan dan memperlihatkan Liyun yang datang dengan wajah datar serta sebuah belati kecil untuk memotong kepala Sky.


"Jadilah batu pijakanku!"


Gumam Liyun mulai menebaskan belatinya namun sebuah aura tingkat dewa muncul dari arah hutan dimana perbatasan antara dunia luar sangatlah jauh.


Apalagi aneh melihat seseorang yang berkekuatan datang kesana hanya untuk mencari masalah.


Tanpa banyak bicara aura tersebut melesat dengan cepat kearah Ziyun dan memukul wajahnya hingga terlempar sejauh mungkin,


Bruk ! Boom !


Muncul seorang lelaki dengan rambut kuning panjang dan sebuah lambang harimau dibelakang pakaiannya.


Lelaki itu berbicara kepada Sky yang sedikit membuka matanya.


Kembali Ke Raine !


Raine yang juga telah membersihkan sebagian prajurit milik Ziyun yang berada disana ingin melaju kearah teman temanya disisi lain.


Splash !


Air muncul dari mayat yang dia bunuh tetapi bukan itu yang Raine takutkan karena ada sebuah darah yang muncul bersamaan dari air tersebut.


Air itu naik dan merendam sebagian tubuh dari lawannya dan seketika ledakan muncul.


Boom !


Ledakan yang muncul membuat mata Raine sakti karena terkena debu dan pada akhirnya lelaki yang telah mati tadi tubuhnya bersatu kembali tetapi ada sebuah mata diperutnya.


Berdasarkan pengalaman Raine sekarang adalah waktunya untuk menyerang lelaki itu karena jika tidak dia yang akan mati nantinya.


Pedang besar Raine seret kearah pria itu dan dia tebaskan,


Ctar !

__ADS_1


Sungguh terkejut Raine saat melihat pedangnya hancur ketika menyentuh tubuh milik lelaki itu.


"Eh siapa kau?" tanya lelaki itu,


Lelaki yang telah sadar tersebut bertanya dengan aneh tetapi belum beberapa detik ketika bertanya sebuah senyuman muncul dan dia mencengkram serta melempar Raine kearah batu dibelakang sana.


Boom !


Raine terlempar dan juga kesakitan dari serangan milik lelaki itu yang jika diukur setingkat dengan dia yang sudah mencapai dewa tetapi ada suatu hal dari lelaki itu yang tidak Raine ketahui alasannya.


Terlalu lama berpikir Raine tidak sadar jika lelaki itu sudah berada didepan dan memukul serta berteriak kepadanya,


"INGAT NAMAKU ADALAH WUTONG ORANG YANG AKAN MEMBUNUHMU HARI INI!"


Bruk ! Boom !


Raine tidak terlempar maupun terluka dia hanya diam dan menahan pukulan keras Wutong.


Raine masih tertunduk dengan sebuah api yang membara disekitar tubuhnya, Raine seketika mengeluarkan sebuah tanduk dan sayap merah,


Wutong yang sebelumnya kaget hanya tersenyum lebar dan mulai saling beradu pukulan dengan Raine yang juga marah tadi.


Bruk ! Brak ! Bruk !


Pukulan mereka sangat cepat sehingga orang biasa yang melihat atau berada disana mungkin akan terhempas jauh.


Tak berselang lama mereka beradu pukulan Raine segera memusatkan api disekitar lengannya dan sekali lagi memukul Wutong yang juga memsatkan energi hitam seperti Raine dan beradu pukulan.


"Matllah!" teriak mereka,


Pukulan pun terjadi hingga angin yang tenang menjadi sebuah badai api besar membuat semua tanah disekitar sana hancur.


Tidak berhenti disana ketika badai masih menerjang Raine melompat keatas setelah kabut bertumpuk dan berubah menjadi naga merah dengan kedua tanduk melengkung yang disertai sayap berlubang.


Entah apa yang terjadi dengan sayapnya namun Raine masih bisa terbang dengan meratapi Wutong yang berubah menjadi kera besar tetapi bewarna hitam dengan mata ungu yang menyala,


Keduanya hanya bertukar pandangan beberapa detik dan tanpa ada peringatan sebuah bola api dan batu besar saling berhadapan karena yang melemparnya adalah masing masing pihak yaitu Raine dan Wutong.


...----------------...


......................


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung...


Mungkin sekarang bakal sering gak upload karena memang jadwal harian author sedang padat sekali. (Tugas)

__ADS_1


Like » Favorit » Commentnya !


__ADS_2