System Magical World

System Magical World
Chapter 47: Kemenangan Raine Dan Rein Volt !


__ADS_3

Boom !


Bola api saling bertabrakan dan menyebabkan ledakan besar yang menghancurkan seluruh medan perang seketika.


Raine masih tidak percaya jika musuh yang dilawannya sangat kuat bahkan sekarang dia dengan kecepatan tinggi serta api yang besar menyelimuti tubuhnya mengarah ketempat Wutong.


"Apa kau putus asa naga kecil?"


Raine dengan tidak peduli segera mempercepat serangan miliknya hingga pada akhirnya tubuhnya berada didekat Wutong tadi.


Wutong dengan kekuatan penuh segera ingin memukul kembali Raine yang melesat kearahnya, tapi beberapa jarak mereka mendekat api mulai menghilang menyisahkan sebuah asap besar karena Raine kembali kebentuk manusia untuk mengecoh dirinya.


Tidak berselang lama sebuah pedang besar melesat keperut Wutong dan menyebabkan tubuhnya terbelah menjadi dua bagian besar menyebabkan dia harus terjatuh dengan melihat Raine berdiri tegak.


Karena kecerobohan dia sendiri yang semula hampir menang Wutong harus menerima kekalahan mutlak hingga harus merangkak menjauh karena tidak mau mati saat ini.


Raine yang melihat itu tidak membiarkan Wutong lari dan mengancam dengan menjatuhkan pedang besarnya ketanah.


"Tunggu!, tolong ampuni aku!"


"Yah?, dimana kesombongan dan kekuatan besar milikmu tadi?"


Raine mulai heran dengan Wutong karena selama ini Raine sama sekali tidak pernah membiarkan mangsanya hidup bahkan berbicara ampun sedikit saja akan tetapi karena informasi orang ini diperlukan maka membunuhnya akan jadi masalah besar nantinya.


Pada akhirnya Mika, Raine, dan Liam telah berkumpul karena musuh mereka tidak terlalu kuat.


Tempat Pertempuran Sky !


Mata mulai terbuka dan Sky melihat bayangan teman lamanya sekarang tengah berada didepannya sekarang,


"K-Kak Rein?" lirih Sky.

__ADS_1


"Yo!" Rein dengan santainya menyapa Sky yang terjatuh pingsan dan pada akhirnya dia harus berhadapan dengan orang setingkatnya, Ziyun yang terlempar kaget dengan luka yang berada diwajahnya saat ini.


Luka itu bahkan tidak menutup ataupun regenerasi karena memang Rein menggunakan kekuatan yang berelement cahaya dan juga listrik kecil disekitarnya, Rein tidak melanjutkan bicara dan terus maju dengan kecepatan tinggi dan memukulkan kepalan tangannya keatas dagu milik Ziyun sekeras mungkin.


Ziyun yang terlempar keatas tidak sadar jika kedua kakinya telah tertangkap oleh Rein dan pada saat itu juga Rein melempar tubuh Ziyun ketanah hingga hancur seketika lalu memukulnya sekali.


Bruk ! Boom !


Tanah hancur dan Rein berjalan santai kearah Sky yang bangun dan berteriak kepadanya, "Kak belakangmu...," Ziyun tanpa bicara melesat kearah Rein dan mutar untuk memenggal kepala musuhnya. secara kilas mungkin serangan dari Ziyun mengenai Rein dengan cepat akan tetapi ternyata sebuah armor emas yang menutup membentuk sebuah zirah yang berpola.


Pola yang membentuk hewan kuno penghancur dunia yaitu taotie namun sangat tidak cocok untuk kekuatan Rein yang mengarah kepada harimau, karena memang dari dulu selera orang tersebut sangat jelek.


Rein yang sudah antisipasi segera maju dengan memukul sebuah pedang yang memiliki bentuk unik dimana bilah lebih tajam pada satu sisi depan saja, setelah itu pedang yang ditebas mengenai salah satu sayap Ziyun yang tidak ada hentinya tumbuh kembali dan ketika jeda muncul kedua orang tersebut beradu pedang dengan tombak.


Petarungan sengit terjadi ketika Rein melompat lalu menendang wajah Ziyun keatas dan menebaskan pedangnya secara horizontal serta menendangnya kembali sesaat beberapa detik jatuh, tubuh memang terbelah menjadi dua akan tetapi seperti biasa tubuhnya mulai meregenerasi sendiri.


"Sial kenapa aku selalu lemah? dan kenapa aku selalu harus ditolong oleh orang? kenapa aku bodoh?...," gerutu Sky dengan menundukan wajahnya dan mulai memukul tanah. tidak berselang lama sebuah cahaya menuju kearahnya dengan kecepatan tinggi akan tetapi sesuatu telah menghadangnya dari tadi.


Ziyun segera meludahkan sebuah cairan hitam yang tidak lain menandakan dia adalah sebuah summons dari seseorang yang mungkin akar dari permasalahan ini, Rein langsung curiga dan tidak mau memberi jeda segera mengeluarkan sayap buatan bewarna emas lalu mencekik tubuh Ziyun hingga melesat Kelangit dengan cepat.


Rein sekarang benar benar seperti seorang rich player karena banyak sekali artefak pada tangannya telah dia dapatkan selama ini, bahkan jika satu hancur tidak ada rasa kehilangan karena menurutnya satu hancur masih ada yang kedua. sekarang fokus kepada Sky yang sedang merenung diam.


Sungguh keberadaannya sekarang bukanlah sesuatu yang harus diperhatikan karena tidak melakukan apapun dan selalu kalah oleh lawannya yang kuat, "Apa aku tidak salah sebagai yang terpilih?" tanya Sky kepada langit-langit tentang keberadaannya sekarang.


⟨Apa kau akan menyerah tuan?, jika iya maka aku akan mengabulkannya⟩


"Apa maksudmu Pixie?"


⟨Membunuhmu lalu mencari master baru yang lebih pintar dan tidak naif seperti anda!, apalagi saya diciptakan bukan untuk dikalahkan...⟩


Sky yang terdiam lalu menepuk kepalanya mencoba untuk berdiri kembali lalu bertanya satu hal kepala sistem tentang apa yang akan terjadi kedepannya dan kenapa dia harus melakukan hal merepotkan ini, padahal dia bisa saja hidup damai tanpa mencari orang tuanya selama ini.

__ADS_1


⟨Kewajiban anda sekarang adalah membunuh Ziyun dan pergi keportal untuk menemukan kebenaran tentang dunia terpendam ini tuan...⟩


"Apa aku bisa melakukannya?..."


⟨Anda bisa⟩


Sky yang menunduk secepat mungkin mengangkat kepalanya dan berlari kearah dalam hutan dengan spectral eye miliknya tidak peduli sakti dan lelah tubuhnya saat ini karena sekarang tujuan Sky adalah menemukan orang yang tengah menjadikan Ziyun mayat hidup.


Hutan yang kosong dan tidak ada tanda kehidupan menyimpan sebuab misteri sendiri sebab semua binatang yang masuk dan menuju keatas bukit selalu saja menghilang, dan tidak disangka ketika Sky berada didepan jalan yang menuju bukit batu kecil dibelakang ia lempar kedepan.


'Dang'


Sebuah pelindung sihir yang transparan dan memusnahkan seluruh benda yang masuk kedalam sana dan terbukti jika bukit pasti adalah tempat yang cocok untuk mengawasi perang yang berada di lapangan luas, Sky segera memadatkan mana miliknya dan memasukan semuanya kedalam tubuh terdalam agar tidak dapat dideteksi pemiliknya.


"Aku mulai pixie!"


Menuju ke Rein yang masih dengan pertempuran melawan Ziyun karena dia masih bertahan meskipun sekarang tangannya telah dihilangkan oleh Rein, seperti biasa Ziyun dengan wajah datar mulai berbincang kepada musuh didepannya.


"Kenapa kau membantunya...,"


"Karena dia temanku lah!"


"Hahahaha... teman?, sungguh lucu padahal orang yang kau anggap teman tersebut telah membohongimu! dia adalah orang yang terpilih akan tetapi kenapa kalian harus menanggung kesalahannya?" perkataan Ziyun mengarah kepada sistem yang kini telah diketahui olehnya baru-baru.


"Bukan urusanmu bukan?..." Rein menyipitkan matanya dan mulai melesat menggunakan sayap lalu sekali lagi mengeluarkan kapak tapi sekarang bewarna hitam merah, aura kapak itu sangat pekat sehingga Ziyun yang selalu menerima serangan kemudian bergegas untuk menghentikan serangan Rein itu.


Ziyun meraung dengan getaran keras agar Rein jatuh karena sayap miliknya tidak melawan hukum dunia dan mengandalkan dorongan mana yang membuat dirinya terbang, tanpa hal ataupun jurus lain yang dikeluarkan oleh Ziyun membuat Rein merasa akan menang dengan mudah sekali. apalagi ketika jarak mereka sudah beberapa meter sebuah tombol dekat bilah kapak Rein sentuh dan seketika bilah tersebut meluncur seperti anak panah.


"Matilah brengsek...,"


Seketika bilah menancap dan Rein melepaskan sentuhan tombol membuat bilah dan tubuh Ziyun terdorong kearah gagang kapak dan untuk itu Rein segera menimbun kekuatan secara cepat sehingga ketika Ziyun telah mendekat dia memukulnya kembali kebawah hingga menghancurkan tanah hingga beberapa meter akan tetapi juga memperlihatkan tubuh Ziyun yang tengah terpotong dengan aura hitam yang entah muncul dari mana ketika menghantam tanah.

__ADS_1


Rein tidak menyia-nyiakan kesempatan itu karena musuhnya tengah diam dan membentuk cahaya emas besar lalu memunculkan meteor dari ruang angkasa yang berukuran sangat besar, meteor terbesar yang hampir tidak memperhatikan Rein segera membentur kearah Ziyun yang terbaring dibawah....


__ADS_2