
"matchless god of shadows"
dewa ares terdiam membeku Melihat jurus yang di keluarkan oleh Marcell karena menurut nya itu adalah jurus bayangan tingkat sempurna, meskipun ada di bawah satu tingkat dari jurusan bayangan nya,
namun dewa ares hanya memahami hingga tingkat menengah saja dan jika dia sama sama berada di tingkat sempurna mungkin dewa ares akan unggul namun kenyataan nya berbededa,
Marcell juga sudah berbeda 70 level dengan dewa ares, jumlah itu sudah lebih dari cukup apa lagi saat mercel menerima setiap serangan exp nya akan bertambah,
"ahahaha hanya apakah hanya segitu saja kekuatan dari sang dewa perang? sudah kubilang kau yang akan menemui jurang kematian itu" ejek Marcell dengan tampang yang melihat dewa ares sangat rendah,
"kau pikir hanya segini saja kekuatan dari dewa ini ahaha sungguh arogan sekali kau anak muda" balas dewa area dengan sinis sambil mengeluarkan jurus berikutnya,
"thinder shadow blade"
dan seketika tempat mereka berdua bertarung di hujani dengan bayangan pedang putih yang tak terhitung jumbelah nya,
"katakan lah katakata terakhirmu anak muda" ucap dewa ares,
Marcell hanya tersenyum kecu menanggapi peekataan daei dewa ares dan bukan nya panik malah sebaliknya dia merasa yang datang padanya adalah sekumpulan exp,
"come to papa baby"
serangan dari menghantam Marcell dengan bertubi tubi seolah tidak memberikan Marcell ampun,
"tikus tanah yang arogan terima lah nasib mu" ucapan dewa ares dengan nada menghina
tak lama kemudian setelah serangan itu selesai Marcell muncul dari dalam kepulan asap sambil merobek bajunya yang mulai compang camping,
terlihat tampan nya dengan rambut oldschool dan badan kekarnya,
"cih serangan seperti ini jangan harap bisa membunuh ku, sudah kubilang semua serangan mu hanya berpengaruh pada benang bajuku saja"ejek Marcell
Ya sekarang Marcell memang terlihat arogan dan lebih berani karena dia telah mendapatkan exp dari serangan dewa ares, semakin tinggi jurus yang di keluarkan maka akan semakin besar juga exp yang Marcell akan dapatkan,
dan sekarang Marcell berada di level 600 lebih,
jadi ya wajar dia arogan di depan dewa ares
"sekarang giliranku bukan"
"dance of the shadow god"
__ADS_1
segera marcel menari hari di udara diiringi dengan 13 bayangan yang keluar secara perlahan saat dia menari,
"in tarian bayangan dewa, bagai mana mungkin seorang tikus tanah bisa mempelajari jurus dewa hingga sedalam ini, siapa dia sebenarnya"gumam dewa ares
ya jurus yang di gunakan Marcell adalah jurus peringkat kelima paling sulit untuk di pelajari oleh para dewa karena jurus ini ama sangat rumit dengan paduan tarian di dalam nya,
satu persatu bayangan itu mulai menyerang dewa ares dengan kecepatan yang bahkan dewa ares sendiri agak sulit untuk melihat semua gerakan musuh,
"sial jika terus seperti ini aku bisa di kalahkan oleh tikus ini" gumam dewa ares dengan nafas ter enggah enggah,
"lihat lah tampang menyedihkan mu itu, Ahahaha segeralah berlutut pada dewa ini dan aku akan mengampuni nyawamu dan setia lah padaku ahahaha" ucap Marcell dengan penuh ke aroganan,
##
sementara di bumi terlihat semua orang terheran heran dengan fenomena alam yang terjadi hari ini,
semua pihak beranggapan masing masing dari mulai terjadi nya perang mahluk luar angkasa di atas bumi mereka dan ada juga yang beranggapan itu adalah akan datang nya kiamat,
tapi nyatanya semua itu hanya asumsi mereka, kejadian sebenarnya adalah karena sesosok 2 dewa sedang bertarung,
beberapa kali suara ledakan kencang yang melebihi kencang nya suara petir mulai terdengar dengan jelas dan si iringi oleh hawa mencekam dan menherikan langit berubah malam siang sore dan semua itu membuat bingung bangsa manusia yang di bawah langit,
"ya tuhan apa ini"
di saat semua orang sedang terheran heran di atas gunung tepat nya di sebuah perguruan seni beladiri bernama perguruan altar, mereka sudah mengetahui apa yang terjadi,
"ketua mike apakah ada dua orang yang bertarung hidup dan mati di atas sana" ucap salah satu petinggi di perguruan tersebut,
"ya tebakkan mu tidak salah di atas sana sedang terjadi pertempuran antar dewa, namun setauku di dunia para dewa sekarang sudah damai siapa yang memprovokasi nya?" ucap tetua dari peeguruan altar itu,
dunia dewa sejatinya memang sudah hidup damai dan tentram setelah hilangnya sang dewa kegelapan,
di bandingkan di dunia dewa terbandi terbalik dengan neraka yang kehilangan akan keseimbangan karna kehilangan sang pemimpin mereka ,
##
di atas langit lapis ke 5 terlihat seorang dewa yang terkapar tak berdaya yang sedang beeusaha mencoba untuk bangkit,
dia mencoba bangkit walaupun merasakan sakit,
semua usaha nya untuk berdiri dan mengalahkan Marcell sia sia,
__ADS_1
"aku sudah memberimu keringanan untuk tunduk padaku dan kau malah menyerang ku dengan pedang sampah mu itu" ucap Marcell
"cuih lebih baik aku mati walaupun harus mati dengan kepala terpisah aku tidak akan pernah tunduk padamu, aku hanya akan tunduk kepada raja dewa yang agung, raja dewa agung zeus sekaligus ayah ku"jawab dewa ares,
"baik lah jika itu kemauan mu mati dengan cara kepala mu terpisah aku akan mengabulkan permintaan terakhirmu, sungguh baik sekali hati ku mengabulkan permintaan dari musuh" marcell menjawab dengan nada yang arogan,
seketika dewa ares menjadi diam seribu bahasa dia mengumpat dalam hatinya,
"iblis sepertimu masih bilang baik hari sungguh tidak tau malu" gumam dewa ares,
seketika Marcell mengayunkan pedang God of dragon nya kearah leher dewa ares,
dewa ares hanya bisa pasrah dan tidak bisa memberikan perlawanan,
seketika kepala dewa ares terpisah dari badan nya,
Marcell pun memungut kepalanya dan membawa ke kerumunan meng dan lucifer,
lucifer dan meng yang tengah asik bersenang senang di kejutkan dengan suara yang tidak asik di dengar,
"hentikan *****semuanya*****"
ya sosok itu adalah Marcell yang melayang di atas awan lebih tinggi dengan membawa kepala dewa ares,
"tuan kalian sudah kupenggal kepalanya jika kalian masih ingin memberikan perlawanan maka kalian akan bernasib sama dengan tuan kalian,
sekarang bagi siapa yang bersumpah setia kepadaku akan kubiarkan hidup sebaliknya jika tidak kalian akan mati dan kuhitung sampai tiga jika di antara kalian masih ada yang berdiri aku akan menganggap itu sebagai penolakan" ucap Marcell,
1
2
3
seketika semua pasukan suci milik dewa perang bersujud dan bersumpah setia kepada Marcell sedangkan para jendral suci memilih untuk mati,
#bersambung
hai guys makasih ya udah baca novel yang gajelas ini makasih juga buat yang udah like,
buat para reader lain nya jangan lupa like comen vote nya dong.
__ADS_1
makasih se u to the next champer guys laffyu❤