
semua anggota guild bloodseker menelan ludah nya mereka tidak lagi meremehkan Marcell, namun sebalik nya mereka malah merasa ketakutan terhadap Marcell,
Marcell pun menggerakkan tangan nya dan seketika...
***WHUUUUUUSSSSSHHHH"
semua kepala anggota bloodseker terlepas,
marcell hanya diam dan tersenyum misterius yang membuat alis dan ketiga rekan nya merinding melihat nya,
"apakah dia memang seorang anak anak" gumam alis,
mereka berempat saling berpandang pandangan sedari tadi dan tak bergeming sedikit pun mereka juga menjadi sedikit waspada terhadap marcell,
"kalian tenang lah aku tidak akan membunuh teman sendiri, ucap Marcell yang menyadari dari kewaspadaan keempatnya,
setelah mendengar pernyataan Marcell keempat nya hanya tersenyum sambil menghampiri Marcell,
"hei marcell tunggu, kita ambil dulu lencana mereka, mungkin nanti guild akan memberikan kita hadiah tambahan setelah membunuh anggota guild bloodseker," ucap alis,
"baiklah lakukan sesukamu"jawab marcell,
setelah mereka selesai mengambil lencana para anggota guild bloodseker,
mereka melanjutkan perjalanan, saat mereka ingin menaiki kereta kudanya,
"tunggu..." ucap Marcell ,
"Marcell ada apa?" jawab Gary
"tidak apa apa hanya saja jika kita menaiki ini kita akan sangat lambat mencapai kota,"jawab Marcell,
"maksud mu? apakah kau punya rencana lain?"
"ada sih tapi mungkin akan sangat mengejutkan" balas Marcell,
tak lama kemudian Marcell melihat lihat di store system nya ia berniat membeli kendaraan yang cocok di medan bebatuan,
"ahh ini dia, akhirnya ketemu," gumam Marcell sambil tersenyum sendiri setelah menemukan barang yang ia cari,
keempat teman nya merasa kebingungan karena Marcell tersenyum senyum sendiri, dan tak perduli kan sekitar nya,
pada saat mereka keheranan dengan Marcell tiba tiba,
*gubrakkkkkk*
"appppaaa ini benda apa ini" ucap alis dan ketiga nya serentak,
Marcell hanya tersenyum senyum melihat ekspresi keempat rekan nya,
"mari masuk kedalam,"ucap Marcell,
Marcell membeli sebuah mobil OFF ROAD 4X4 bermerek Ajeep, Marcell awalnya bingung karena ia sendiri tak bisa mengemudi, namun marcell membeli skill mengemudi di system nya,
"benda apa ini besar sekali dan mengapa sangat asing" ucap mora,
__ADS_1
"eehh sepertinya ini kereta kuda, kalau begitu aku akan memindahkan para kuda ke sini,"ucap Gary dengan polos,
melihat tingkah laku dari teman teman nya Marcell tertawa terbahak bahak,
"ahahaha tak perlu Gary, kau tdk perlu melakukan itu,
kalian masuk lah ke dalam, dan alis kau duduk di depan ya,"ucap Marcell sambil membuka kan pintu,
setelah semuanya masuk dan duduk Marcell mulai menjalankan mobil itu,
"kuharap kalian tidak berteriak,"ucap Marcell
"tenang saja kami sudah trebi......."
"waaaa aaaaaaa aaaaaaa aaaaaaa aaaaaa"
belum selesai mora berbicara Marcell melajukan mobil dengan kecepatan tinggi,
mereka tidak mengetahui benda yang di keluarkan Marcell karena di dunia mereka sendiri jauh masih tertinggal dengan bumi yang sudah sangat maju,
mereka sampai lebih cepat di depan gerbang vale,
dan tentu saja berkat naik mobil mereka jadi lebih singkat, mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari 10mnit untuk sampai ke kota vale,
"apakah kita teleportasi" tanya mora dengan polos,
"hei sudah kau selalu saja bertingkah seperti orang dungu"ucap tom,
"hei apa yang kau maksud dengan orang dungu hah! ngajak gelud?"balas mora,
"lah skuy gelud"jawab tom.
Marcell dan alis tersenyum melihat kelakuan kedua rekan nya dan langsung melanjutkan perjalanan,
saat hendak masuk ke kota vale dan tepat di depan gerbang mereka jadi pusat perhatian semua orang yang ingin memasuki kota vale,
"astaga benda apa itu?"
"entah lah sepertinya mirip dengan kereta kuda,"
"apakah kau buta lihat lah tidak ada kuda yang menarik nya"
semua orang terlihat bingung dan penasaran dengan benda bergerak yang di tunggangi lima orang tersebut,
"berhenti.. tolong perlihatkan tanda pengenal kalian,"ucap salah satu penjaga,
sang penjaga sendiri sebenarnya kebingungan dengan benda bergerak itu. namun dia tetap melaksanakan tugas nya dan tidak bertanya apapun kecuali identitas,
alis pun menunjukan sebuah lencana emas yang berlambangkan pedang dan perisai,
"ah ternyata dari guild guardian master, mohon maaf atas ketidak tahun ku" uap penjaga itu sambil mempersilahkan mereka masuk,
mereka berlima masuk kedalam kota vale,
setelah mereka masuk, mereka di sambut dengan suasana yang damai dan tenang,
__ADS_1
"kemana tujuan kita" tanya Marcell
"mungkin kita ke cabang guild guardian master dulu di kota ini, untuk mendapatkan sedikit informasi tentang misi kita,"alis menjawab pertanyaan Marcell
Marcell mengangguk setuju dan langsung meminta arahkan jalan nya,
di sepanjang jalan mereka selalu jadi bahan perhatian orang, bukan karena mereka petualang namun karena mobil nya,
mobil Marcell mengeluarkan suara nyaring karena mobil yang di kenarai marcell memakai kenalpot racing :v,
setelah menyusuri beberapa menit akhirnya mereka sampai di cabang guild,
saat mereka hampir tiba di depan guild semua orang segera keluar dari guild karena mendengar suara ribut yang aneh dari luar,
ya... itu adalah Marcell yang sedang memencet kelakson nya karena ada segerombolan domba,
"tinnnnnnnnnnnnnnnnnnn"
"arrghhh bunyi apa ini" ucap alis sambil menutup kuping nya,
"santai lah ini hanya kelakson"jawab Marcell dengan tersenyum,
setelah para domba menyingkir Marcell tibah di depan cabang guild,
mereka pun segera turun dari mobil Marcell dan langsung memasuki cabang guild, kelimanya turun dan memakai kacamata hitam dengan backsound,
tettt teret tetttr, jhon Chena,,, tet teret tetttt
"ah ternyata anggota dari guild pusat, apakah ada yang bisa nenek tua ini bantu,"ucap perempuan tua di depan nya sambil menyambut mereka,
"kami hanya ada perlu sedikit"alis menjawab dengan tersenyum lembut,
"baik lah kalau begitu ikuti aku ke ruang rapat"wanita tua itu menjawab dengan mengarahkan mereka,
mereka berlima di bawa ke suatu ruangan yang di maksud nenek tadi,
kelimanya di persilahkan untuk duduk,
"sebelum nya perkenalkan nama saya adalah BHE kalian bisa panggil aku nenek bhe, aku adalah pemimpin guild cabang ini," ucap sang nenek sambil memperkenalkan diri,
"oh baik lah nenek bhe namaku alis ini Marcell dan ketiga rekan ku ini adalah mora tom dan gary,
kami kemarin berniat mencari infomasi tentang misi SS yang menaklukan naga berkepala tiga itu"jawab alis,
nenek bhe terkejut dengan apa yang di katakan oleh alis pasalnya sudah beberapa kali para petualang mencoba menaklukan naga berkepala tiga itu namun selalu gagal dan bahkan banyak yang berujung kematian,
"apakah kalian serius ingin melawan HYDRA, Ucap nenek bhe dengan nada serius,
Marcell dan rekan nya seketika bingung dengan perubahan sikap sang nenek,
"apa maksud nya dengan hydra yang nenek bilang kami ingin melawan naga berkepala tiga bukan nama yang barusan nenek bilang,"ucap mora,
"ya maksud ku naga itu bernama HYDRA" jawab sang nenek,
"HAH HYDRA"...
__ADS_1
#ABIS
JANGAN LUPA LIKE COME VOTE JUGA YA GUYS:*