SYSTEM OF THE LORD

SYSTEM OF THE LORD
the true God of justice


__ADS_3

Setelah terhentinya serangan Marcell dan muncul nya sesosok pria Marcell dan sang dewa pencipta pun bertanya tanya siapakah pria itu.


"Siapa kau" ucap sang dewa pencipta


"hei kau terlalu kasar tidak mengingat ku" jawab pria itu


Marcel yang tidak mengetahui apapun hanya memiringkan kepalanya dan bergum.


"siapa lagi sih Thor udah keabisan bahan make nambahin karakter lagi"


-bercanda gaes wkwk-


Sang dewa pencipta terus berfikir dan berfikir


dia tidak mengingat apapun karena terlalu terlena dengan kekuasan nya,


"ah kau terlihat bingung sampai sampai kau melupakan teman lama mu ini bukan kah dulu kita selalu bertiga. dan bukan kah pertarungan terakhir kalian aku juga yang menghentikan nya. kalian selalu merepotkan ku" ucap pria misterius itu,


kembali kemasa saat pertarungan antara dewa kegelapan dan dewa pencipta,


saat itu pertarungan sangat sengit, serangan demi serangan di Lesatkan satu sama lain,


mereka seolah tidak pernah perduli dengan apa yang terjadi pada diri mereka atau dampak dari pertarungan nya,


dan di saat itu lah Sang True god of justice datang untuk melerai perkelahian mereka,


sang true God of justice sendiri di kenal sebagai dewa yang paling sedikit ber interaksi dan satu satu nya dewa yang tidak suka dengan sosialisasi,


dia bertindak sesuai dengan apa yang menurut nya dia benar dan dia juga menghabiskan waktu nya hanya untuk mengolah tatanan kebenaran,


"ah val'ves aku mengingat mu sekarang, apa yang kau lakukan disini jangan menghalangi ku untuk kedua kalinya" ucap sang dewa pencipta,


"hahah kupikir kau terlalu tua sekarang karena membutuhkan waktu banyak untuk mengingat ku, hahaha, aku datang kesini karena sudah menonton terlalu lama aku harus menghentikan kalian lagi, agar tidak terjadi keparahan seperti pertarungan kalian dahulu," ucap val'ves sang true gods of justice,


Marcell terus bingung dengan yang mereka bicarakan, namun setelah mengingat perkataan cipsi


dia pun sedikit memahami situasi,


"cukup hentikan sampai disini saja ya pertarungan kalian, hei dewa kegelapan mengapa kau masih sama seperti dahulu selalu tidak mengatakan apapun," ucap val'ves


Marcell memiringkan kepala nya dan bergumam


"aku tidak ingin berbicara karena tidak tau siapa kamu" ucap Marcell dalam hati,


sang dewa pencipta pun mengerutkan dan merasa di rendahkan dengan perkataan val'ves,


namun karena situasi tidak mendukung iya pun hanya diam dan seolah setuju,

__ADS_1


"bukan kah ini lucu aku seperti the Javu dengan semua ini ahaha" ucap val'ves,


"baiklah kita hentikan semuanya sampai disini" ucap Marcell sambil mengembalikan energi yang sudah di keluarkan nya,


"kalau begitu bagus jika kalian setuju dengan ku lagi tidak seperti dahulu kalian sangat keras kepala hahah" ucap val'ves,


"setuju apa nya aku bahkan tidak tahu kamu siapa bodoh" gumam marecell sambil melirik aneh kearah val'ves,


Marcell seolah acuh tak acuh meninggalkan mereka berdua,


"rasanyaasih seperti sama ya kan Anderson hahah,"ucap val'ves sambil melihat punggung Marcell,


"kau lebih baik bantu aku terlebih dahulu," balas Anderson,


Setelah pertarungan sengit terlewati Anderson dan val'ves kembali membangun ulang dunia,


namun kini val'ves yang menjadi dewa tertinggi bukan lagi Anderson,


awal nya val'ves menolak untuk menjadi sang dewa tertinggi, namun setelah perbincangan panjang dan dengan alsan ketidak mampuan Anderson akhirnya dia menyutujuinya,


sedangkan dengan Marcel dia kembali kebumi dan dia melihat sudah tidak seperti bumi yang dahulu,


"apa apaan semua ini, dimana aku sekarang? apakah ini benar benar bumi? dimana negaraku,"ucap Marcell


bumi yang sekarang bukan lagi bumi yang Marcell kenal, tentu saja ini karena ulah val'ves, dia meriset bumi kembali kemasa abat kekosongan saat orang orang masih berburu atau di buru,


"aku tidak tahu apa ini namun aku harus menemukan nenek ku" gumam marecell yang masih belum memahami situasi,


"di mna gedung gedung? apakah aku kembali ke masalalu? " gumam Marcell


sesampai nya di desa Marcell terus melihat dan memahami situasi nya, dia terus menerus berjalan hingga tidak sengaja tertabrak oleh seorang bocah perempuan,


"bisa kah ku berjalan hati hati" ucap Marcell dengan ramah dan senyum,


namun berbeda dengan apa yang anak kecil itu lihat dia melihat Marcell dengan ketakutan hingga menangis,


sang ibu dari anak itu pun menarik sang ank dan memarahi Marcell,


"hei harus nya ku yang berhati hati," ucap ibu itu,


tak lam kemudian datang seorang gadis yang melerai,


"hei sudah cukup tidak usah sampai segitunya kan mari kita sudahi saja," ucap gadis itu


"ah ternyata Sophia, baiklah jika kamu yang berkata seperti itu" balas ibu dari anak yang Marcell tabrak


Sophia atau dengan nama panjang Sophia Lawson adalah anak dari tuan kota ber nama James Lawson di sebuah kota dekat desa,

__ADS_1


Sophia yang ingin menuju kota harus berhenti di desa north Karen sudah terlalu larut,


Marcel pun menyapa dengan senyuman Sophia,


"terimakasih sudah membantu ku" ucap Marcell,


Sophia membalas senyuman dan berkata,


"lebih baik kamu tarik aura mu, karena senyuman dengan auramu itu sangat menyeramkan, apakah kamu dari guild petualang atau hanya sekedar petualang solo" balas Sophia


Marcel yang tadi nya tersenyum kini mengerutkan dahinya Karena bingung dengan apa yang di katakan ole Sophia,


"apa yang dia maksud dengan aura" gumam nya


Marcel pun menanyakan kepada system' nya,


"cipsi apakah kau di sana" ucap Marcell,


[AKU SELALU ADA DI SINI TUAN]


Jawab cipsi


"cipsi apa yang dia maksud dengan aura?" ucap Marcell


[MENJAWAB PERTANYAAN]


[ITU ADALAH SEBUAH ENERGI YANG KEKUAR DSRI TUBUG SESEORANG DENGAN KEKUATAN YANG LUAR BIASA, SEMAKIN KUAT SESEORANG SEMAKIN BESAR AURA YANG DIA PUNYA]


jawab cipsi sang system'


"ah aku mengerti sekarang" balas Marcell,


"heii mengapa kamu melamun, apakah kmu tersesat? atau sakit?" ucap Sophia sambil memegang pundak Marcell,


Marcell pun menjawab dengan senyuman,


"ah aku tidak tahu arah dan aku tidak tau ingin kemana, dan berbicara tentang menyembunyikan aura bisakah kamu mengajariku" jawab Marcell


Sophia pun terheran heran melihat Marcell


"bagaimana ada seseorang yang memiliki energi besar seperti ini tidak mengerti menyembunyikan aura"gumam Sophia


Marcell bisa saja menanyakan nya atau meminta bantuan Sophia namun karena gugup dia dengan spontan mengatakan itu,


"ah baiklah kamu bisa ikut dengan ku, apakah kamu lapar? kita pergi ke restoran di dekat sini, itu restoran terenak yang pernah aku coba" ucap Sophia,


#BERSAMBUNG.

__ADS_1


MAKASIH GAES UDAH BACA NOVEL SAYA,


INSYA ALLAH NOVEL INI LANJUT LAGI,


__ADS_2