Tahajud Pembuka Kebenaran

Tahajud Pembuka Kebenaran
Kabar duka


__ADS_3

Sehari sebelum mendapat kabar dari keluarga,


iky berkata pada april "Bunda, diatas kamar mandi ada burung bunyi mulu. Cuic cuic cuic aja. Cuic cuic cuic mulu bunyi nya bun."


Dan


Beep beep beep...


Bergetar handpone april tepat tengah malam. Tanda panggilan masuk.


April yang sedang tertidur lelap melepas lelah nya seharian dari kondisi muntah, mual dan pusing nya.


Di kejut kan dengan sentuhan sang suami yang membangunkan nya


Seraya berkata,,, "Bun, bangun mbk sari telpon. Coba kamu angkat mana tau penting."


"Asalamualaikum"


Suara lembut disertai isak tangis dari sang kakak sepupuh.


" Wa'alaikumsalam, ada apa mbk???


Ko mbk nangis,,, "


Serrrr,,, langsung terpelotot dan hati serasa dag dig dug dengan gemetar sekujur tubuh disertai keringet dingin yang tiba-tiba dialami oleh april,


Berjuta tanya menghampiri dibenak april dan pikiran april kosong seolah terpelohok sebelum sepatah kata pun keluar dari bibir kakak sepupuh nya tersebut.


"Pril,,, udah dapet kabar belum?


Ema,,, pril, Ema,,, Ema,,, "


Tutur mbk sari sambil bicara terbata-bata

__ADS_1


Ema???


Ema kenapa mbak???


Ada apa ama Ema???


Ko mbak diem?


"Saut april yang tiba-tiba khawatir"


"Ema Udah Nggak Pril, Ema Udah Nggak Ada"


Sambut mbk sari sambil menangis tersendu


"Maksud nya apa sich mbak?"


April yang Penasaran


"Ema Udah Meninggal Pril. Kamu yang kuat ya"


Seketika april terdiam membisu tanpa sepatah kata pun.


Adi yang berada disamping april, serentak memegang pundak nya dan berkata "Ada Apa sayang?"


" Ema yah,,,


Ema udah nggak ada, ema meninggal yah.


Emaaaaaaaaaaaaaaaa"


April yang tiba-tiba histeris menangis.


Beep beep beep

__ADS_1


Handpone kembali bergetar tanpa nada, menandakan panggilan masuk.


Kali ini panggilan dari Yuni adik nya april yang kembali mengabarkan bahwa Ema Meninggal dunia.


"Teh,,, udah dapet kabar belum tentang Ema"


Tanya yuni


"Udah neng, tadi mbak sari ngabarin. paling besok pagi teteh pulang naek mobil"


Jawab april dengan suara lemas


"Ya teh, neng juga besok pagi ke rumah ema"


Sambut yuni yang berharap bisa ke rumah bersama


Selang beberapa menit dari panggilan telpon, april dan adi bergegas membereskan pakaian yang hendak dibawa pulang kedalam ransel/tas punggung nya.


Meski jam malam telah lewat dan april dalam keadaan hamil muda, april dan adi tetap memilih pulang menemui Ema.


Iky yang dikala itu terlelap tidur, dibangunkan oleh april dan dipakai kan jaket agar tidak kedinginan diperjalanan.


Dengan mengendarai sepeda motor mereka menuju kediaman april dengan jarak tempuh perjalanan kurang lebih 3 jam.


Sepanjang perjalanan, april serasa semua ini hanya mimpi.


Ema yang merangkul april dan yuni sedari kecil sejak perpisahan ke dua orang tua kandung nya tidak mungkin pergi Meninggalkan nya.


"Ucapan yang terbesit dipikiran april"


Jika Emang Ema udah nggak ada/meninggal, april merasa bersalah banget dan menyesal luar biasa.


Sebab Terakhir kali april bersama dengan Ema, Ema tidak ingin april pergi meninggalkan nya untuk ikut suami nya tapi april tetap memilih ikut bersama adi.

__ADS_1


Seperjalanan arah pulang, adi selalu menggenggam tangan april dan berkata "kamu yang sabar ya sayang, jangan banyak pikiran apa lagi kosong pikiran. Inget kamu lagi hamil"


Adi yang selalu berusaha menenangkan april.


__ADS_2