Tahajud Pembuka Kebenaran

Tahajud Pembuka Kebenaran
Air mata yang tak terbendung


__ADS_3

Sebelum sampai di kediaman april, april terlebih dahulu menyambangi kediaman orang tua adi.


Sekedar untuk mengabari ema dan abah serta meminta ijin kepada mereka bahwa april akan tinggal di rumah april beberapa hari untuk membantu sedekah/tahlil almarhumah nenek nya april/ema sanah.


Meskipun keadaan april yang sedang ngidam mual, muntah-muntah dan selalu pusing sangat membuat khawatir adi dan keluarga nya.


Tapi mereka mengijinkan,,,


Tok tok tok,,,,


Asalamualaikum...


Suara ketuk pintu dan salam terdengar dari luar dengan sambut jawab Wa'alaikumsalam,,,


Dengan tutur lemah lembut suara wanita paruh baya sang ibu/ema terdengar sembari membuka kan pintu.


Terkejut dan dengan keadaan yang semeraut, rambut terurai serta mata yang terlihat sepet karena masih mengantuk.

__ADS_1


Ema menoleh ke arah jam dinding disudut atas, yang menunjukan pukul 03:00 dini hari.


Ko pulang ga ngasih kabar???


Tanya sich ema yang bingung.


Ya mak, dadakan. Tadi dapat kabar jika Neneknya april meninggal dunia jadi langsung pulang. "jawab adi"


Innalillahi,,, ya udah pada makan dulu ge sebelum ke tempat almarhumah nenek nya april.


Ucap ema sebari menyiapkan makan tuk adi, april dan iky.


Tak lama setelah selesai makan, adi dan april serta iky pun kembali bergegas melanjutkan perjalanan ke kediaman almarhumah nenek april.


Sesampai didepan rumah, april disambut dengan isak tangis saudara yang pecah kala itu di depan pintu dengan segerumunan tetangga serta sanak saudara yang sedang berkumpul menemani keluarga yang ditinggalkan oleh almarhumah dengan jasad yang tertutup kain serta wajah almarhumah yang terlihat bercahaya dengan senyuman terbalut oleh kerudung putih transparant serta buku yasin dan al-qur'an yang setia di dekat almarhumah.


Dan suara beberapa orang yang sedang meng'ngajikan almarhumah.

__ADS_1


Tanpa waktu lama april dan adi serta iky pun segera masuk dengan memberi salam


"Asalamualaikum"


Dan disambut jawab salam


"Wa'alaikumsalam" oleh seluruh keluarga dan orang yang berada di rumah.


Bibir april terbungkam dengan air mata yang tak mampu terbendung melihat sang Nenek yang begitu dia sayangi terbujur kaku dikelilingi orang-orang yang melantunkan ayat suci al-qur'an.


Perlahan-lahan april mendekat dan mendekap erat nenek nya yang sedang terbaring serta menciumi kaki, kening dan kedua pipi nya seraya berkata "maafin april ema, april mohon ampun"


Maafin april ema.


Perasaan bersalah serta penyesalan yang teramat dasyat april rasakan karena di detik-detik terakhir sebelum nenek nya menghembuskan nafas, april tak berada di samping nya.


Terlebih lagi april belum bisa membahagiakan nenek nya, yang ada april selalu menyusahkan almarhumah nenek april yang sedari kecil hingga kini. Sebab april kecil tepat nya sejak kelas 2 SD selepas perpisahan antara kedua orang tua nya. April dirawat, dibesarkan dan di sekolah kan sampai SMA oleh nenek nya.

__ADS_1


Terlebih lagi almarhumah nenek nya selalu menyayangi dan ada untuk nya semasa hidup nya dalam keadaan apa pun.


Tak berselang lama, april mengambil air wudhu dan mengajikan almarhumah nenek nya, dengan suara serak tersedu-sedu dan air mata yang bagaikan cucuran air hujan tanpa henti.


__ADS_2