
Selama 2 jam perjalanan nyatanya Iqbal berkutat seorang diri dengan kemudi tak ada teman untuk berbicara hanya alunan musik yang menemani, sesekali ia melirik kearah dua orang temannya memberengut kesal dengan kelakuan mereka berdua yang begitu asyik terbuai mimpi. Hingga tanpa Iqbal sadari salah satu dari mereka mulai sadar dari tidur nyenyaknya.
"Eughhh.... sampe mana ini??" Ivan tersadar seraya meregangkan ototnya bahwa ia tertidur cukup lama dan membuat lehernya sedikit kaku.
"MOLORR aja trus sampe balik kosan lagii!!!!!" dengus Iqbal dengan kesal.
"Eheheeeee sorry mas broo,, gw ketiduran abis ngantuk beratt. kan gw udah bilang abis begadang" kilah Ivan.
"BODOAMATTT!!! gw gx mw denger alesan Cihh." tambahnya lagi dengan nada sangat jengkel.
"Uluh..uluhhh kacian Babang Iqbal cape yah nyetir sendirian, sini..sini Ivan ganteng gantiin nyetir" rayu Ivan sambil membelai lembut Iqbal.
Tentu saja itu membuat Iqbal bergidik ngeri melihat kelakuan absurd Ivan.
"Ikhhhhh...apaan sihh lu!!!!gw masih normal kalii. Hiiihhhhhh"
"Ahahahahaha,,takut dia ternyata. santai bro gw juga normal kali"
" Iyah badan normal tapi otakk jauh dari kata normal"
"SEMBARANGAN LU..!!! gini-gini gw gx doyan sesama jenis kalii." sungut Ivan.
"Cihhhh...faktanya sekarang lu masih JOMBLO..!!" balas Iqbal dengan penuh penekanan.
Keributan yang terjadi antara Iqbal dan Ivan nyatanya tak mengganggu tidur nyenyak seorang Reyhan, ia tetap tak terusik sama sekali dengan suara bising kedua manusia tersebut.
Ivan yang menyadari diantara mereka ada Reyhan ia pun menengok sekilas kebelakang. Dan ternyata Reyhan tak terusik sama sekali.
"Sssstttt..sssttttt... si Reyhan kebo juga yak kita ribut kaga melek juga tu bocah..ckckckkc parahhh" seringai Ivan.
__ADS_1
Iqbal sama sekali tak menggubris ucapan Ivan, ia sudah sangat kesal karna ivan ingkar janji untuk bergantian di membawa kereta besinya.
"Udah cepetan gantian pegel ni gw!!!"
" Iyaaaa...iyaaa... BAWEL bet lu ke emak-emak komplek"
Mereka pun akhirnya bertukar posisi dan sialnya Iqbal malah duduk di belakang bersama Reyhan, sedangkan Ivan duduk sendiri di depan kursi kemudi. Namun Ivan memilih tak meributkan hal tersebut, dalam benaknya hanya ingin segera sampai di tempat yang di tuju yaitu rumah Asti si gadis manis yang semenjak kehadirannya mengusik pikiran Ivan.
"Eungghhhh...." Reyhan mulai tersadar. Ia terbangun karna kepala Iqbal bersandar pada bahunya jelas saja ia tersentak kaget. Karna seingatnya ia sendirian di belakang.
" Van,, sejak kapan ini si landak di belakang bareng gw??" Tanyanya.
" Widihhhh... Si kebo bangun juga lu. Gw kira gx bakal bangun sampe balik ke kosan lagi" ledek Ivan.
" SIAL lu....belom nyampe aja yak perasaan udah lama dahh"
" Bentar lagii Rey,, lu ngebet bet pen cepet nyampe. Mw ketemu siapa emang lu?Arumi atau Resa??" Selidik Ivan.
"Uhukk...uhukk..uhukkk" Ivan seketika langsung tersedak mendengar ucapan Reyhan.
"Ngapa lu Van?? Kayanya syok bener gw sebut nama Asti. Jan bilang lu juga ada something sama Asti??" Selidik Reyhan.
"Lah emang kenapa? Sah aja kali sebelum berstatus istri orang" timpal Ivan.
" Ok, kita bersaing secara sehat" Reyhan mengajak Ivan berjabat tangan tanda menyetujui kesepakatan.
Tak di sangka-sangka ternyata dua lelaki yang awalnya mengklaim Asti sebagai adik nyatanya mereka perlahan mulai memiliki perasaan lain terhadap Asti.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
Wuhuuu,, Kira- kira Asti bakal jadian sama siapa nih?? Ivan? Reyhan? Atau bahkan langsung sama Iqbal.
.
.
.
.
.
Staytune terus readers
__ADS_1
Jangan lupa like banyak-banyak ❤❤