TAK SEINDAH YANG DI BAYANGKAN

TAK SEINDAH YANG DI BAYANGKAN
Bab 8


__ADS_3

...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


...β€œCinta itu kotak, adil di tiap sisinya. Cemburu itu segitiga, tajam di tiap sisinya. Rindu itu lingkaran, tak berujung.”...


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


Tak tau mengapa cinta yang terjalin beberapa bulan itu kini terasa hambar, seperti ada pergolakan batin dalam hati Numa. Rasa yang dulu begitu besar, kini perlahan-lahan mulai pudar terkikis waktu. tak ada lagi rindu, tak ada lagi rasa kehilangan saat ia tak ada kabar.Numa sendiri tak tahu apa sebenarnya, dan mengapa...


Apa ada yang lain? sepertinya perlu waktu untuk itu semua.


tapi yang pasti memang tak mudah menjalani LONGDISTANCE RELATIONSHIP.


Akhirnya malam itu di habiskan oleh dua pasang sejoli dengan candaan dan obrolan via telpon, walaupun ada rasa terpaksa salah satu pihak karna semua yang mereka jalani kini terasa HAMBAR.


"Num,,serius kamu mw di lamar sama kakak??"


*DEG...


"*Ikhh kakak, gx lucu akh"


" Aku serius sayang..."


"Ka,,jalani aja dulu yang sekarang. lagian Num masih sekolah. Num, mw fokus sama pendidikan dlu"


" O-oh.. iya.. iyaaa kakak, lagian cuma bercanda ko..heheheh yaudah Num sayang,, ini udah malem.. kesayangan kakak jangan tidur terlalu malem yahh"

__ADS_1


" Iyaaaa kakak,, selamat tidur..."


tut*..........


Berakhir sudah sesi kencan malam minggu Iqbal, ia begitu senang bisa menghabiskan waktu malam minggunya dengan Numa ya walaupun cuma via telpon. tapi itu bida sedikit mengobati rasa rindu Iqbal pada pujaan hatinya. jika boleh jujur Iqbal ingin segera menghalalkan Numa, tapi ia cukup sadar diri dengan kondisi Numa yang berstatus murid SMK.


Jika Iqbal tengah asyik membayangkan keindahan masa depan. lain halnya dengan Numa, ntah mengapa ia mulai merasa jika ini tak bisa di pertahankan dan harus segera diakhiri.


Ada apakah???


...****************...


Tok..tok..


"Num...Numa bangun nak udah siang, kamu gx sekolah??" seru wanita paruhbaya itu seraya membelai lembut rambut Numa.


"Udah jam 6 Num,, ayoo sana mandi terus sekolah" titah ibu.


Numa pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu bersiap untuk berangkat sekolah. ia pun bergegas menghampiri ibunya di dapur.


"Ayoo,,Num kita sarapan" ucap ibu sambil menyiapkan makanan dimeja.


" Iyahhh ibu,, ahh ini pasti enak.. ibu memang terbaik" Numa memeluk sang ibu dengan erat.


"Num,,gimana kamu sama cowo itu masih? kapan kamu kasih tau kebenarannya. jangan di tunda Num, kasian dia nanti terlalu berharap tapi kenyataannya menyakitkan"

__ADS_1


Ucapan sang ibu tentu membuat Numa tercekat, rasanya makanan pun sulit untuk ia telan saat ini.


"Berat bu, dia sangaatttt baik sama Num bu. Rasanya tak rela melepas bu"


sejujurnya Numa pun amat bimbang dengan keadaannya. Kalau saja ia tau dari awal jika mereka berbeda mungkin takkan sampai sejauh ini kisah mereka.


" Num,, lebih baik lepaskan. kamu dan dia itu berbeda nak, jangan pernah memaksa hal yang tak mungkin" tegas ibu.


" Doakan Num yah bu, supaya bisa nemu celah bagaimana melepaskannya yah bu. Num berangkat dulu bu..." beranjak dari kursi memeluk sang ibu lalu ia bergegas menuju sekolah.


"Apa dia sebegitu baiknya nak, sampai kamupun sulit melepaskan. andai kamu dan dia sama mungkin ibu akan amat bahagia dengan kehadiran dia di hidupmu nak" lirih sang ibu.


.


.


.


.


.


.


Apa yang berbeda dengan Num dan Iqbal???

__ADS_1


Jangan lupa like banyak-banyak πŸ€—


semoga suka


__ADS_2