
...πΈHAPPY READINGπΈ...
Malam ini Asti memilih tampil simple casual tak ketinggalan mengenakan kerudung bergo warna senada dengan sweaternya meninggalkan kesan manis.
Sedangkan Numa memilih mengenakan Dress hitam selutut menampilkan kesan tomboy dengan rambut sebahunya namun tetap girly.
...****************...
......................
...****************...
KAMAR Asti &Numa
Numa menyadari ada keanehan dengan situasi saat ini. ia pun tanpa ragu menanyakan hal tersebut pada Asti.
"Stii sebenernya mw ada apaan sih??" tanya Numa penasaran.
Tapi sayangnya Asti tak menjawab pertanyaan tersebut. ia hanya mengulum senyum lalu berkata.
"Udah siap? kita ke bawah yah,,ke kosan ka Iqbal" ucapnya seraya menarik dan menutup mata Numa dengan sehelai kain.
"E-eehhh ko mataku di tutup segala sih Sti??ntar aku jalannya gimna?? lepas ikh lepas..."
"Udah ayo cepetan..hehehe"
"SSSSUUUURRPPPRRRRRIIIIISEEEEEE....!!!!!!!!!!!
"Happy brithday to you...Happy brithday to you...Happy brithday, happy brithday... Happy brithday to youuu... Selamat Nambah umur Numaisa Anara happy sweet seventen."ucap mereka serempak.
"Aaaahhhh,,makasih banget..hiks hiks" ucap Numa disertai isak tangis karna terharu.
"Ohh no baby, jangan sedih gitu dong. ini hari bahagia kamu.. masih ada kejutan lagi" sahut Ivan.
Jreng
Jreng
Jreng
*Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
__ADS_1
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
Oh-oh-oh, oh-oh*
Kemudian, Iqbal berlutut di hadapan Numa sambil memberikan sebuket bunga sambil mengutarakan perasaannya.
"Numaisa Anara, Kakak ini bukan orang yang sempurna tapi dengan adanya kamu membuat kakak menjadi sempurna. mau kah kamu jadi bagian dari hati kakak, jadi sandaran kakak saat dunia dan seisinya meninggalkan kakak??"
"Uuuuhhhh....so sweett"
" TERIMA.."
"TERIMA.."
"TERIMA.."
suara riuh teman-teman Numa serta Iqbal begitu menggema. mereka sangat antusias melihat adegan tersebut.
"Jadi gimana Num?? Mw kah kamu terima kakak jadi kekasih hati kamu,kita lewati setiap waktu bersama. ambil bunga ini kalo kamu terima kakak, tapi kalo kamu gx terima jangan ambil bunganya" jelas Iqbal.
Numa terus menunduk sambil tersipu malu. bagaimana tidak ini kali pertama ia mendapat pernyataan cinta begitu special dan romantis. akhirnya dengan perlahan sambil terus menunduk Numa mengambil bunga tersebut disertai anggukan.
"Wohoooo..." sorak Reyhan dan Irvan.
"Numaaaa,,selamat" ucap Resa dan Arumi sambil berhambur memeluk Numa.
*Deg
*Deg
Astagfirullah kenapa rasanya begitu sakit,perasaan apa ini ya allah. Harusnya aku bahagia melihat Numa mendapat perlakuan istimewa dari Ka Iqbal.
Hahh,,kenapa begitu sesak rasanya.
kenapa mataku terasa panas,tumbuh terasa gemetar tak karuan.
Ahhhh,,aku kenapa?gumam Asti terus terpaku menatap pemandangan di depan matanya. ia benar-benar tak mengerti dengan hatinya.
"Se-selamat Num, jadi jangan salah paham lagi yah. Ka Iqbal itu cinta sama kamu" ucapnya agak terbata-bata seraya mengulum senyum semanis mungkin menahan nyerii di dada yang tak bisa di jelaskan.
"Ahhh,,Asti you're the best. makasih yah udah bantu Ka Iqbal nyiapin ini buat aku" balas Numa seraya memeluk Asti.
"Lhooo,,Sti kamu mw kemana?? ayoo kita makan-makan dulu" seru Iqbal menarik tangan Asti.
"No ka, aku capek banget pengen istirahat. badan aku gx enak ka" jelasnya.
"Kamu sakit Sti?? maaf yah selama 2 minggu ini kakak sering ajak kamu pergi terus buat nyiapin semua kejutan Numa" ucap Iqbal merasa bersalah.
"Aku gpp ka, aku seneng bisa bantuin. yaudah yah ka,,aku keatas dulu".
Malam ini begitu berkesan untuk Numa, bagaimana tidak di usisa nya yang ke-17tahun mendapat kejutan ulang tahun istimewa sekaligus mendapat pernyataan cinta dari pria yang akhir-akhir ini mengisi kesehariannya.
Mereka berdua menghabiskan waktu berbincang-bincang bersama, saling bertukar cerita walaupun masih agak canggung.
"Uhuyyyy,, yang udah punya pacar. temen dianggurin cuy" celoteh Ivan.
"Iyahh broo,,dia asik sendiri. kita berempat jadi obat nyamuk,, Ajegileee emang tuh yah si Iqbal" timpal Reyhan.
Tapi sayang, Iqbal sama sekali tak menggubris ocehan kedua temannya. ia asyik memulai obrolan dengan Numa sang kekasih hati.
Sedangkan Arumi dan Resa sibuk mengerjakan tugas catatan selama magang hanya saling melempar senyum mendegar suara protes teman-teman Iqbal.
.
.
.
.
.
Kamar Kosan Numa & Asti
*Kau tak akan pernah rasa
Rasa sakit hatiku
Saat kutahu kau dengannya
Tak denganku
Kugenggam erat janjimu
Untuk selalu setia bersamaku
__ADS_1
Ternyata tak satu janjimu terbukti
Mungkin tuk dilukai, ku tak terbiasa
Di saat ku terluka, kau tampak biasa
Dan 'tuk menyayangi kamu dengan sepenuh hati
Apakah harus menahan sesakit ini
Ku ingin hati terlatih
Untuk tak sakit merasakan patah hati
Biar aku yang mengerti (hati terlatih)
Kugenggam erat janjimu
Untuk selalu setia bersamaku
Ternyata tak satu janji pun terbukti (janji terbukti)
Mungkin 'tuk dilukai, ku tak terbiasa (terbiasa)
Di saat kuterluka, kau tampak biasa
Dan 'tuk menyayangi kamu dengan sepenuh hati (sepenuh hati)
Apakah harus menahan sesakit ini
Ku ingin hati terlatih
Untuk tak sakit merasakan patah hati
Biar aku yang mengerti (mengerti)
Ku ingin hati terlatih
Untuk tak sakit merasakan patah hati
Biar aku yang mengerti
Menyayangi kamu
Dengan sepenuh hati
Apa harus (apakah harus) menahan sesakit ini
Ku ingin hati terlatih
Untuk tak sakit merasakan patah hati
Biar aku yang mengerti
Biar aku yang mengerti*
tes...
tes...
tes...
Tak terasa air mata Asti lolos begitu saja dari pelupuk matanya mendengar lagu yang ia putar melalui ponsel miliknya. seakan sesuai dengan keadannya saat ini.
.......
Kenapa aku nangis, harusnya aku seneng bisa bantu orang buat bisa bersama kan. manik matanya terus menatap kosong keatas langit-langit kamar. sesekali liat membuka tirai kamar,melihat pemandangan dimana Iqbal dan Numa terlihat mulai akrab dan duduk saling bersebelahan.
"Ahhh,,kenapa nyesek sihh rasanya liat mereka bercanda dan ngobrol berdua"
"Gx..aku gx boleh begini, ayoo Asti be strong" ucapnya terus bermonolog sendiri.
πππππππππππππππππππππππ
...Terkadang cinta itu datang di waktu yang salah...
...*Tak tepat waktu.....
...Dimana harusnya aku bahagia karna berhasil manjadi dewa cinta untuk mereka...
...Malah sebaliknya,dadaku terasa sesak.....
...Apakah benar adanya cinta bisa datang ketika dua orang sering menghabiskan waktu bersama*...
πππππππππππππππππππππππ
Visualnya segitu dulu yahh guys,, author blom nemu yang cocok buat pemain lainnya..ππ
see you next episode β€
...****************...
...----------------...
__ADS_1
...****************...