
...πΈHappy ReadingπΈ...
...*Tak ada yang bisa menandingi kebahagiaan dua sejoli yang baru saja menjadi satu hati....
...dunia bagaikan milik berdua segalanya pun terasa indah*....
Mungkin itulah yang bisa mendeskripsikan suasana hati Numa dan Iqbal. mereka berdua tak henti saling melempar senyum walaupun masih ada rasa malu dan canggung tapi tak bisa di pungkiri bahwa hati mereka benar-benar bahagia.
Malam ini benar-benar menjadi malam mereka berdua. tak ada obrolan yang berarti hanya saling berbalas senyum dan tatapan mata. Hingga akhirnya Iqbal memberanikan diri membuka obrolan.
"Ee-hermmm...besok malem kita jalan yuk,,kamu libur kan??" seru Iqbal seraya terus menatap Numa secara intens.
"Aaahhh..Kakak tau dari siapa aku besok libur" ucap Numa terkejut.
Iqbal tak menjawab pertanyaan Numa ia hanya tersenyum penuh arti.
"Ohh,aku paham pasti dari Asti yah?"
"hehehehe,,kamu gx marah kan?kalo selama ini kakak nyari tau soal kamu lewat Asti" terang Iqbal.
Numa pun menggeleng pelan seraya tersenyum.
"Ka,,,aku kan bentar lagi beres magang. Kita gimana?" tanya Numa berusaha menutupi ke khawatirannya.
"LDR dong sayang" jawab Iqbal santai seraya membelai lembut rambut Numa.
"Aku takut kita gx bisa ka, A-aku...." terang Numa menunduk lesu.
"Sttt,, kita bisa.. aku bisa setia sama kamu Num,,aku berharap bisa.Dan berakhir bahagia" sambil terus menggenggam tangan Numa dengan kuat.
Seketika senyuman itu terbit, keraguannya terhadap lelaki yang baru 2jam lalu manjadi kekasihnya sirna seketika.
"Udah malem,,tidur gih lanjut besok lagi" Iqbal mengelus lembut kepala Numa.
Akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing. Numa dengan mantap pergi menaiki tangga untuk pergi tidur dan tak sabar menyambut hari esok lebih indah lagi.
^^^"Jangan lupa mimpiin aku yah" teriak Iqbal dari bawah seraya mengerlingkan matanya.^^^
*(BLUSH)
Tap..
Tap..
Tap..
Ceklek...
"Astii..." serunya sambil perlahan menutup pintu, takut jika mengganggu Asti yang tengah terbuai mimpi.
Tapi ternyata Asti belum tidur. ia sedang asyik dengan bolpoint dan kertas ntah apa yang ditulisnya.
"Stii,,aku kira udah tidur? taunya belum" menghampiri Asti dan duduk di kasur.
"Ahh,,Numa gimana?? sekali lagi selamat. semoga ini kebahagiaan kamu" ucap Asti dengan sangat tulus.
__ADS_1
"Hiksss,, aku merasa beruntung punya teman seperti kamu Stii" merhambur memeluk Asti.
Membalas pelukan Numa.
"Aku harap kamu bahagia Num, ini hadiah terindah dari Allah buat kamu"
Sedang Asyik saling berbincang dan bertukar cerita tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk.
Tok...tok..tok..tok
"Siapa"
"Ini kita Num,Sti"
"Iyahh sebentar"
Numa pun bergegas menuju pintu untuk membuka pintu.
Ceklek..
"Ada apa" tanyanya seraya membuka pintu.
"Heheh,, gpp pengen ngobrol aja" jelas Resa.
"Heloooo,,ini udah jam 11 malem. ke gx ada besok aja deh" ketus Numa.
Mendengar perkataan Numa, Arumi yang berada disitu pun merasa tak enak karna telah mengganggu mereka berdua. Ia sudah mengurungkan niatnya udah menemui Numa namun Resa tetap keukeuh ingin malam ini.
"Mmm,maaf yah num kita ganggu. tapi kita cuma mw ngerjain tugas makalah buat laporan magang ada yang gx ngerti. dan mw nanya sama Asti" jawab Arumi sedikit tak enak.
"Ohhh,," Numa mengangguk paham.
"Gw,,mw kepoo lu abis ngapain aja ama Si Iqbal hehehe.." kekehnya sambil menggaruk kepala.
"Issshhh,,KEMAL bet lu" cebik Numa.
"Yailah yang abis jadian sensi bet, trus ini kita sampe kapan ngobrol depan pintu mulu?? udah kaya orang betawi mw ngelamar aja mesti ada acara berbalas pantun depan pintu." balasnya Resa kesal.
Asti memutuskan melihat ke depan pintu kenapa Arumi dan Resa tak kunjung masuk.
"Ya ampun Num, kenapa?? udah ahh jangan berisik gx enak sama laen pasti lagi pada tidur"
"Ini nih sti, Si Numa kenapa kali jadi jutek banget ama gw. udah kaya orang PMS" cibir Resa.
" Yaudah..yaudah jangan di bahas lagi. ayo masuk" terang Asti sambil melebarkan daun pintu menyuruh mereka semua masuk.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Numa berlaku ketus terhadap Resa. masih ingat betul bagaimana ucapan Resa yang membuat ia salah paham terhadap sikap Asti, dan merasa Asti merebut Iqbal. Nyatanya Astilah yang punya peran penting dalam hubungan Iqbal dan dirinya, jujur saja ada rasa malu tak terhingga karna Numa sempat berpikir hal yang tidak-tidak terhadap Asti. Ternyata Asti begitu tulus membantunya, ia bisa melihat ketulusan melalui manik mata Asti sendiri.
"Jadi kalian berdua sebenernya kenapa malem-malem kesini??"
"Tau nih, kaya gx ada besok aja" ketus Numa seraya memutar bola mata jengah pada Resa.
"Hey..hey..hey Numa,lu kenapa sih? apaan banget deh ni anak" Jujur saja Resa merasa kesal dengan Numa yang tiba-tiba ketus terhadapnya.
"Gx ada, berisik lahh gw mw tidur"
__ADS_1
*Bug
Numa membanting tumbuhnya ke kasur dan menangkup bantal untuk menutupi wajahnya.
" Udah Res, kita balik kamar aja yuk. besok aja lagi kasian Numa mungkin cape, trus Asti juga kayanya udah cape abis nyiapin kejutan buat Numa" jelas Arumi pelan.
" Yaudah deh, lagian Numa baru jadian aja belagu. Cihhh" cibir Resa seraya berjalan menuju pintu.
" Res,, maafin sikap Numa yah. mungkin dia cape" balas Asti sambil tersenyum.
" Ya..ya..ya..ya..serah dahh"
" Stii, kita balik kamar aja deh gx enak ganggu Numa mw tidur" menyusul Resa
"Ehemmm" timpal Asti mengangguk mengerti.
Ceklek...
Akhirnya Asti pun memutuskan menyusul Numa ikut menuju alam mimpi. Hari yang begitu melelahkan tapi juga menyenengkan dimana ia punya andil besar terhadap Numa dan Ka Iqbal, tapi disisi lain ada rasa nyeri di hatinya yang tak bisa ia jelaskan.
Flashback Off
πππππππππππππππππππππππ
Terkadang kita tak bisa mengartikan apa yang ada dalam hati
Soal hati adalah pelajaran paling rumit dan tak pernah ada jawabnya.
Karna dalam hati tak bisa diukur dimana letak dasarnya..
πππππππππππππππππππππππ
.
.
.
.
.
.
Semoga kalian suka para readerπ€
maaf jika masih tak sesuai, karna akupun masih belajar doain aku yah supaya menjadi semakin handal ππ€²
"Jangan lupa untuk terus menebar kebaikan, karna kita tak tau sampai dimana umur kita"
salam sayang β€
.
.
__ADS_1
.
.