
Begitulah awal pertemuan Asti dan Iqbal. hingga mereka akrab sampai sekarang, tapi jangan salah paham kedekatan mereka hanya sebatas kakak adik, tak lebih dari itu.
Terutama semenjak mereka selesai magang di kota T dan mulai di sibukkan dengan kegiatan sekolah. Asti tak pernah lagi menghubungi Iqbal, karena semenjak Iqbal menjadi kekasih Numa, Asti mulai menjaga jarak. bukan tanpa alasan, ia hanya menghargai perasaan Numa. Tau diri siapa dia, dan siapa Numa.
Ketika murid lain santai dan bersenda gurau saat mulai masuk sekolah pasca magang, berbeda dengan Asti memilih berkutat dengan laptop menyusun makalah laporan magang karna ia ingin segera selesai dan bisa tenang. Bahkan ia memilih didalam kelas agar lebih konsentrasi mengerjakan.
Tanpa Asti sadari ada sosok lelaki yang terus memperhatikannya dari jauh, dan pada akhirnya tak ragu untuk menghampiri.
"Stiii,,gx ke kantin?" sapa Andi seraya menepuk bahu Asti perlahan.
" Ehh,,iyah bentar lagi deh nanggung" Asti terus berkutat dengan laptopnya tanpa menoleh kearah sumber suara.
Andi yang gemas dengan tingkah Asti akhirnya duduk tepat di depan wajah Asti, membuat ia tersentak kaget dengan kehadiran Andi.
"Astagfirullah, Andiii... ikhh kamu tu yah" mecubit keras lengan Andi.
" Aaaawwww... huhhh,,sakit tau Stii pedes bener tu cubitan" sambil mengusap-usap lengannya yang merah di cubit Asti.
"Duhhh,,maaf yah Ndi. lagian kamu sih jail" seraya mencari bekas cubitannya di lengan Andi..
Andi merupakan teman sekolah Asti, walaupun berbeda kejuruan karna Andi adalah anak kelas Teknik jaringan(IT) sedangkan Asti kelas Pemasaran. Andi begitu kagum dengan Asti, baginya Asti iti berbeda. maka tak heran jika Andi sering mengahabiskan waktu bersama Asti, sampai ada kabar jika Andi dan Asti berpacaran. tapi sayang itu hanya kabar burung belaka, karna nyatanya sampai saat ini Andi hanya me njadi teman bagi Asti. Lain bagi Andi, ia berharap ada sedikit keajaiban dari Tuhan untuk dirinya yang begitu mendamba Asti.
"Eeeccieeee,, Andi,Asti pantesan pada ngilang dari lapangan. taunya mereka mojok gaes disini" Seru Numa yang datang dengan teman-teman lainnya.
"Yailah, si Numa masih aja Ngurusin idup orang. urus aja percintaan sendiri. masih harmonis ngga tuh setelah 2 bulan LDR hahahah" seru Resa yang baru datang dengan Arumi dengan nada mengejek.
" Apaan sih lo Res.!!!" sewot Numa.
" Ahaaahhahaha,, bener kan feeling gw lu tuh lagi gx baik-baik aja sama si playboy cap udang itu" cibir Resa lagi.
BRAK....
.
.
.
Numa mendorong kasar Resa hingga tubuhnya tersungkur dan kepalanya hampir membentur meja.
"Astagfirullah, Num gx boleh begitu. sabar..sabar. kalo emang yang Resa bilang gx bener kamu harusnya gx usah ladenin akh, gx baik tau" Asti yang terkejut dengan sikap kasar Numa langsung menghampiri Resa dan membantu Arumi memapahnya.
"Heyy, Numaisa Anara denger yah... Suatu saat nanti lu bakal di tinggalin si Iqbal karna sikap lu yang arogan,sok ngatur,hedon dan sombong itu."
"Asal lu tau yah Astii,, si Numa itu pacaran sama Ka Iqbal buat morotin duitnya doang. Semenjak pacaran sama Ka Iqbal dia sering minta uang buat jajan, pulsa juga Iqbal yg nanggung. tapi disini dia jalan ama cowo mana aja, gx mikir perasaan cowonya disono begimana,GILA KAN!!!" terang Resa menggebu-gebu.
Sontak ucapan Resa membuat semua teman sekelasnya saling berbisik.
wah..wah..wah..wah...
"Ihhh Numa matre yah,parah"
"Ikhh malu deh,sumpah"
"Ya ampun kasian cowonya yah"
"Berarti yang bilang Numa itu cewe matre bener adanya dong,,duhhhh"
Teman sekelas Numa,Asti,Resa,dan Arumi terus saling berbisik membahas soal omongan Resa tentang Numa barusan. Terang saja situasi itu membuat wajah Numa merah padam menahan malu sekaligus marah dengan kelakuan Resa. Ia bergegas pergi meninggalkan ruang kelas dengan gontai.
Asti tak kalah terkejut dengan penuturan Resa, jujur saja ada rasa sedih yang menjalari hatinya. bagiamana tidak, Iqbal sudah ia anggap seperti kakak kandung bagi dan sebagai seorang adik tentu ia tak rela kakaknya di permainkan. Tapi ia juga bimbang, tak mungkin memberitahu semua yang di dengarnya kepada Iqbal. Asti merasa tak ada hak, biar waktu yang menjawab segalanya.
"Res, maaf yah. sebaiknya kita gx perlu ikut campur masalah Numa dan Ka Iqbal, biar aja jadi urusan mereka. kasian Numa kan dia jadi malu karna di omongin temen sekelas" terang Asti sambil membantu Resa duduk.
Ya allah, sebaik itukah kamu stii sampe belain Numa terus padahal yang aku bilang itu bener. kalo Numa itu bukan cewe baik, rasanya Ka Iqbal lebih pantas dengan kamu. di banding Numa.
"Res...Resaaaa..ko ngelamun sih? kamu kenapa mana yang sakit? kita ke UKS aja yuk" aja Asti panik karna melihat Resa diam membisu.
"Ahh,,gw gpp Stii." jelasnya menyadari Asti panik melihatnya melamun, padahal ia sedang bermonolog dalam hati.
__ADS_1
"Stii, saran aku kamu jangan terlalu deket sama Numa lagi yah. cukup pas magang aja, mw dia cerita apapun tolong jangan di respon" Arumi begitu takut terjadi apa-apa pada teman baiknya, karna ia tau Numa akan melakukan segala hal untuk memenuhi ambisinya.
"Emang Numa kenapa sih? aku gx ngerti, kenapa kalian begitu benci Numa.??" tanya Asti keheranan.
" O.M.G!!! gw lupa klo lu gx pernah nongkrong atau ngumpul sama anak di kelas kalo pulang sekolah. lu cuma sering sharing sama si Andi doang, kalo pun ada gosip ini itu lu gx pernah mw ikut nimbrung." Resa menepuk jidat karna baru ingat jika Asti bukanlah anak yang suka bergosip ini itu. Resa tau betul jika usai sekolah Asti pasti langsung pulang bersama Andi.
"Bukan tanpa sebab aku begini, cuma inget pesan bunda dirumah. kalian tau kan bunda itu segalanya buat aku" Asti begitu mematuhi segala nasihat bunda, karna baginya bunda adalah hidupnya. ia bahkan lebih banyak bertukar cerita dengan bunda atau Andi selebihnya ia hanya berbicara seperlunya.
" Gw tau Stii, lu anak baik. lu tulus bantuin orang, tapi lu juga mesti waspada. jangan sampe kebaikan lu di manfaatin orang" pesan Resa.
" Iyah Res makasih..." Asti mengulum senyum memperlihatkan deratan gigi putihnya.
" Suatu saat kamu pasti tau Stii, Numa seperti apa. Hhhhhh" Arumi menghela nafas panjang.
Mereka bertiga pun terus berbincang hingga bel menandakan pulang sekolah berbunyi..
Ting..ting..ting..ting
"Astiii,,pulang yuk!!!" Andi berlari menghampiri Asti yang sedang asyik berbincang dengan Resa dan Arumi.
"Yeee,kang ojek udah dateng aja!! orang Asti masih pengen di sekolah." Resa meledek Andi.
"Duhh Asti beruntung banget kan Res punya temen sebaik Andi, kemana-kemana pasti dia selalu sama kamu stii..Buktinya ini mw pulang aja nyariin, kenapa kalian gx jadian aja sih stii?? " sambung Arumi antusias.
"Pengennya sih gitu tapi blom di kasih lampu ijo nih sama yang punya hati, ntah sampe kapan ni hati dapet tempat..Hhhhhhh" Andi menghela nafas panjang.
Kebetulan Andi membawa gitar kesayangannya. ia pun langsung mencari tempat duduk untuk melantunkan lagu sebagai obat hatinya yang tak kunjung mendapat tempat di hati Asti.
*Jreng..
Jreng..
Jreng..
Saat pertama ku mengenalmu
Ku rasa sesuatu yang berbeda
Tapi ku takut kau menjauh
Semakin lama rasa ini terpendam
Semakin aku ingin mendekatimu
Dari kejauhan ku melihatmu
Ku berharap kau pun merasakan
Iman dan takwamu yang meluluhkan
Rasa ini menjadi cinta
Kekasih idaman yang ku harapkan
Semoga cinta ini menjadi nyata
Ana uhibbuka fillah
Ku mencintaimu karena allah
Jika dia yang terbaik untukku
Dekatkanlah hati kami ya allah
Semakin lama rasa ini terpendam
Semakin aku ingin mendekatimu
Dari kejauhan ku melihatmu
__ADS_1
Ku berharap kau pun merasakan
Iman dan takwamu yang meluluhkan
Rasa ini menjadi cinta
Kekasih idaman yang ku harapkan
Semoga cinta ini menjadi nyata
Ana uhibbuka fillah
Ku mencintaimu karena allah
Jika dia yang terbaik untukku
Dekatkanlah hati kami ya allah*
(Blush..)
seketika wajah Asti merah merona mendengar obrolan mereka bertiga. ia hanya melempar senyum menanggapi ucapan teman-temannya. di tambah Andi menyanyikan lagu kesukaannya membuat wajah Asti semakin merah merona.
.
.
.
.
.
.
.
.
...🦋🦋🦋...
...Kecantikan yang sejati adalah yang berasal dari jiwa dan tingkah laku....
...Karna sejatinya CANTIK itu relatif, wanita cantik mudah untuk di dapatkan. Tapi wanita yang memiliki hati yang cantik tidak mudah....
...Yang jujur, selalu menjaga tutur katanya, mejaga marwahnya sebagai wanita....
...🦋🦋🦋...
.
.
.
.
.
.
.
semoga suka,harap di maklumi author masih dalam tahap belajar.
Insya allah akan terus di perbaiki agar menghasilkan yang lebih baik
.
.
__ADS_1
Salam sayang❤