
Dalam kemacetan ibukota yang cukup padat seperti hari - hari sebelum nya, terlihat sebuah mobil mewah turut berhenti menunggu giliran untuk berjalan.
didalam nya terlihat ada seorang pria muda yang sangat rupawan siapa yang tak kenal dia jika melihat wajahnya dia adalah ATTALLAH seorang CEO sukses dan terkenal di bidang produksi otomotif mobil dan motor mewah, ia sedang melihat ke arah ponselnya yang berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
kring... kring.... kring....
"iya halo! iya aku akan segera pulang ini masih di lampu merah, sudah dulu yah" jawab ku cepat
tak sengaja ponsel ku jatuh ke bagian bawah mobil segera ku ambil ponsel ku mumpung lampu belum berganti hijau, sesaat setelah ku ambil ponsel aku melihat ada truk bermuatan bahan bakar bergerak cepat ke arah ku
"Diiiinnnnnnnnnnnnn!!!!!!! "
dan seketika itu pandangan ku menjadi gelap, hanya suara teriakan histeris orang - orang yang ku dengar, aku pun tak mengingat apa pun setelah nya.
...----------------...
"kring.... kring..... kring" suara jam terdengar nyaring di telinga ku membangun kan ku dari tidur ku yang nyenayak.
"eeemmmm" gumam ku sambil mengeliatkan tubuh ku. seraya ku membuka mata ku dan aku pun terkejut bukan kepalang dimana aku sekarang?
aku berada di sebuah kamar yang sangat tidak layak huni berlantaikan tanah berdinding anyaman bambu yang sudah bolong - bolong. saat ku lihat tubuh ku aku lebih terkejut lagi ternyata tubuh ku tembus pandang.
"Aaaaaaaaaaaaaa.......!!!!!!!!!!!!! apa aku sudah mati?? apa aku jadi hantu?? dimana ini?? apa ini neraka atau apa?? " ucap ku sambil memegang seluruh tubuh ku yang tembus pandang ini.
"apa yang terjadi ?? sebentar aku harus mengingat apa yang sebenarnya terjadi"
"eeeehhhhhhh sial seberapa keras pun aku mencoba, aku tidak ingat kenapa aku ada di sini... " ucap ku kesal
"iya ibu aku akan segera ke sana" ucap seorang gadis dari luar kamar di ikuti langkah kaki nya yang cepat menuju arah belakang, suara itu membuyarkan fikiran ku yang dari tadi mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
"siapa dia?"
tanpa ku sadarai kaki ku melangkah pergi dari tempat ku mengikuti arah gadis itu pergi.
saat aku baru sampai depan pintu kamar ku lihat gadis itu sedang berdiri menghadap ku, aku terkejut ku kira iya melihat ku ternyata iya berjalan menembus tubuh ku.
__ADS_1
seorang gadis tinggi semampai dengan kulit yang begitu putih mata yang besar dan indah di hiasi bulu mata yang lentik, rambut nya panjang dan hitam dengan ikalan di ujung rambut nya.
"woowww sungguh definisi wanita cantik natural" gumam ku
aku pun mengikutinya dari belakang ku lihat dapur yang sungguh memperihatinkan, kompor tungku kayu yang sedang memanasi sebuah panci gosong di atas nya. ada seorang wanita paruh baya sedang memotong - motong sayuran, di bantu oleh gadis tadi.
"Ayasya tolong angkatkan air yang sudah mendidih itu lalu isi termos yang ada di sana ya nak"
"baik bu" jawab nya sembari mengambil termos dan mengisi nya
setelah mengisi termos ayas panggilan akrab nya, melanjutkan membantu ibu nya memilih yang masih layak konsumsi dari sayuran yang sudah pada busuk lain nya, nanti nya sayuran itu akan di masak sebagai makan malam keluarga itu.
"yang benar saja apa mereka memakan sampah? " ucap ku saat melihat sayuran - sayuran itu
tak lama masakan pun jadi dan di hidangkan di atas meja kayu reot di sudut ruangan itu, tak lama datang seorang lelaki tua yang pakaiannya kotor terkena lumpur, dia adalah bapak dari ayas.
"sebenarnya siapa sih mereka ?
kenapa aku ada di sini dan menyaksikan kehidupan keluarga mereka?
bagaimana caranya aku bisa kembali ke kehidupan ku seperti semula?" ucap ku sambil terus bertanaya - tanya pada diri ku sendiri.
...****************...
"hari sudah pagi tapi kenapa aku tidak kembali ke kehidupan ku sebelum nya? kenapa aku masih di sini? dan sekarang dimana aku? apa aku tidur sambil berjalan ko aku ada di kebun? " ucap ku heran
sambil mata ku berkeliaran melihat sekitar aku melihat ayas dan kedua orang tua nya pergi ke kebun. terlihat ayas sangat terampil memanen sayuran itu, seperti sudah terbiasa melakukan nya.
"wah kalo dia di ibukota dia pasti sudah jadi artis tak perlu susah pbapak melakukan ini" ucap ku sembari menonton kegiatan keluarga itu.
"ayas sini nak kita istirahat dulu" teriak bapak nya sambil melambaikan tangan dari arah gubuk kecil di tengah kebun.
Mereka ngeluarkan bekal dari dalam rantang yang mereka bawa untuk di santap sebagai makan siang, terlihat hanya ada sayuran kemarin yang di hangatkan kembali dan potongan tempe yang berukuran kecil sebanyak 3 buah.
"ikhs ikhs ikhs menyedihkan sekali mereka" ucap ku yang ikut duduk di dalam gubuk itu
__ADS_1
"aku heran hidup mereka sangat menyedihkan seperti ini tetapi mereka masih bisa tersenyum dan tertawa? apa mereka waras? atau ini yang di namakan keluarga? ah yang benar saja" lanjut ku
saat mereka sedang duduk beristirahat sejenak dari lelah nya bekerja, terlihat dari kejauhan ada seorang pria bertubuh gemuk datang menghampiri mereka, di belakang nya terlihat 2 orang pria mengikuti.
"wah wah wah enak yah kalian duduk santai begini, kalian mau menipu ku hah? minta bayaran penuh sehari tapi ternyata kalian malah enak-enakan duduk di sini sambil makan" ucap pria gendut itu dengan amarah yang meluap-luap
sontak keluarga itu langsung turun dari gubug dan berlutut di hadapan pria itu.
"tidak juragan kami hanya istirahat sebentar, kami sangat lapar belum makan dari pagi juragan." ucap bapak ayas sambil menyatukan telapak tangan nya memohon ampun
"alah alasan saja kalian. kalian pikir aku tidak tau apa yang kalian lakukan hari ini aku tidak akan membayar upah kalian!!!" teriak nya
"tolong juragan jangan seperti itu kami mau makan apa jika kami tidak di bayar juragan" sahut ibu ayas dengan posisi yang sama seperti bapak ayas.
"hemmmm baiklah kalo begitu, aku akan membayar upah kalian tapi aku akan potong setengah nya untuk mengganti waktu bermalas-malasan kalian ini" jawab nya licik sembari matanya melirik ke arah ayas
ayas langsung menundukan kepala nya karena takut akan lirikan itu.
" ayas kenapa kau harus cape-cape melakukan ini? lihat wajah cantik mu harus terkena sinar matahari seperti ini.. kenapa kau tidak mau menjadi istri ku saja" ucap juragan sambil memegang dagu ayas untuk melihat lebih jelas wajah nya.
sontak bapak langsung menampik tangan juragan dari wajah anak nya itu.
"tolong jaga sikap anda juragan" ucap bapak tegas
"berani-beraninya sampah seperti mu memegang tangan ku" teriak juragan marah
tanpa kata juragan langsung mengayunkan jari nya memberi isyarat kepada 2 orang pria di belakang nya. tanpa ba bi bu 2 pria itu langsung menghajar bapak ayas hingga babak belur.
ayas dan ibu nya hanya bisa menangis melihat kejadian itu sambil berkata
"tolong hentikan tuan kasihan bapak saya tuan tolong hentikan" ucap ayas dalam tangis nya
juragan dan anak buah nya pun pergi meninggalkan mereka bertiga di kebun itu.
sambil tertatih-tatih ayas dan ibu nya menitah bapak nya yang sudah lemas tak sanggup berjalan lagi. mereka berjalan pulang sambil di iringi air mata yang terus mengalir tanpa henti hingga di rumah.
__ADS_1
"ayas bapak tidak apa-apa nak sudahlah jangan menangis lagi ya nak, ini jauh lebih baik dari pada kamu di sentuh oleh laki-laki menjijikan itu" kata bapak sambil mengusap air mata anak nya yang sedari tadi tak berhenti.
"tidak bapak hiks bapak jadi terluka begini karena aku hiks" tangis ayas pecah di pelukan bapak nya yang terbaring di kasur.