
"ko aku mulai kasihan pada gadis ini? " ucap ku saat menyaksikan kondisi keluarga itu.
"apa aku harus membantu keluarga ini saat aku kembali ke tubuh ku nanti tapi, cara untuk kembali saja aku tidak tau" sambil menghela nafas
" perasaan aku hanya mengedipkan mata ku tapi aku sudah di lokasi yang berbeda lagi dimana ini? " heran melihat sekeliling
mata ku melihat ke sekeliling hanya ada kebun dan beberapa karung hasil panenan. tak lama datang 2 orang kaki tangan juragan mengambil karung-karung itu dan mengangkut nya ke dalam mobil bak terbuka.
terlihat ada bapak ayas mendekati mereka dan bertanya
"mau di bawa kemana hasil panen ini? " tanya bapak ayas
"kami di suruh juragan untuk mengangkut semua nya sudah ada pengepul yang menunggu" jawab salah satu dari Merek dan yang satunya masih sibuk menaikan karung-karung hasil panen itu ke mobil.
"ah baik lah kalau begitu" ucap bapak ayas
hari sudah sore menjelang magrib bapak ayas kembali dari kebun. baru saja duduk di teras rumah sambil meminum teh yang sudah di siapkan putrinya. datanglah juragan berserta 2 anak buah nya.
"wah ada apa juragan sore-sore datang kemari? apa juragan mau memberikan upah saya hari ini dan yang kemarin? "tanya bapak
"upah ??? kurang ajar berani-berani nya kamu minta upah!!!! saya ke sini mau mengambil uang saya 30 juta!!! " teriaknya
"apa uang apa juragan saya tidak mengambil uang juragan Maksudnya bagaimana saya tidak mengerti? " jawab bapak bingung atas perkataan juragan
sontak ayas dan ibu nya keluar dari rumah karena mendengar keributan itu.
"ada apa juragan? " tanya ibu ayas
"halah orang miskin seperti kalian memang licik yah. ga usah pura-pura polos kau. kamu sudah diam-diam menjual hasil panen ku kan tanpa sepengetahuan aku!! " teriaknya
teriakan juragan sontak membuat warga lain berkerumun melihat kejadian itu.
"apa? menjual hasil panen? mana mungkin kami menjual hasil panen itu juragan! tadi siang anak buah juragan yang mengambil hasil panen itu katanya di perintakhan oleh juragan karena sudah ada pengepul yang menunggu di rumah juragan" jawab bapak menjelaskan
"apa benar begitu? "tanya juragan sambil melihat ke anak buah nya
"tidak juragan kami tidak melakukan apa pun! " jawab mereka kompak
__ADS_1
"dengar mereka tidak melakukan apa nya jadi kalian tuduhkan! jangan memfitnah orang lain atas apa yang kalian lakukan! pokoknya saya tidak mau tau kalian harus kembalikan uang saya 30 juta" ucap juragan sambil melotot dan menunjuk-nunjuk bapak
"apa 30 juta uang dari mana kami sebanyak itu? kami tidak menjual hasil panen itu juragan tolong percayalah pada kami" ucap ibu sambil menenteskan air mata dan berlutut sambil menyatuakan tangan nya 🙏
"halah ga mau tau pokoknya bulan depan harus ada uang itu jika tidak ada. anak kalian akan menjadi istri ku hahahhaha" tawa juragan puas
ayas hanya menangis sambil memeluk ibu nya tanpa berkata apa pun. ia bingung dengan situasi saat ini dan bingung harud berbuat apa untuk ketidak adilan ini.
lantas juragan pergi meninggalkan kerluarga itu bersama 2 orang pesuruh nya itu.
"apa?? dasar orang gila!!! licik sekali dia menjebak keluarga ini dengan cara murahan seperti itu" teriak ku kepada juragan yang sedang berjalan pergi. tapi apa daya tidak ada yang bisa mendengar atau melihat ku saat ini.
" 30 juta uang yang sangat kecil bagi ku jika aku bisa aku ambil uang itu dan ku sumpalkan ke dalam mulut nya yang menjijikan itu sambil ku hajar dia habis-habisan" gerutu ku kesal
"bagaimana ini pak kenapa jadi begini? ibu kan sudah bilang sudah jangan kerja di tempat juragan lagi kenapa bapak tidak mau dengakan ibu sih" ucap ibu sambil memukul pundak bapak di iringi tangis nya yang mulai tak terbendung
"dia hanya mencari alasan agar bisa menikahi putri kita dengan cara yang kotor seperti ini" lanjut ibu
"maafkan bapak bu... maafkan bapak ayas..." kata bapak sambil memeluk ibu dan ayas yang tak kuasa membendung air mata nya.
"dasar orang-orang tidak punya hati" ucap ku kesal
wajar orang-orang hanya bisa melihat Tanpa membantu keluarga ayas, karena mereka tidak mau berurusan dengan juragan yang sudah terkenal kelicikan nya itu.
"sudah ayo kita ke mesjid untuk solat dan minta jalan keluar dari maslah ini" ajak bapak sambil menitah istrinya berdiri
"ah mesjid sudah berapa lama yah aku tidak pernah datang ke sini? "ucap ku sambil duduk melipat kaki dan melihat sekitar mesjid
di dalam mesjid terluhat mereka hanya bisa berdoa dan pasrah kepada Allah atas apa yang terjadi tanpa terasa air mata mereka jatuh sembari menangis sesegukan di dalam do'a nya.
...****************...
"ah lagi-lagi aku sudah pindah tempat tanpa ku sadari" ucap ku seperti sudah mulai terbiasa.
terdengar ada seseorang mengetuk pintu reot rumah ayas.
"tok tok tok"
__ADS_1
"assalamualaikum pak samsul" ucap seorang wanita di balik pintu itu
"wa'alaikumussalam iya tunggu sebentar" jawab ayas dari dalam rumah sembari jalan menuju pintu depan
"eh bu siti silakhan masuk" ajak ayas dengan ramah
tanpa berfikir lama bu siti langsung duduk di kursi kayu usang itu.
"siapa yang datang ayas? " tanya ibu sambil berjalan menghampiri ke ruang tamu
"owh ada bu siti lama engga ketemu ada apa ya bu siti?" lanjut ibu
"ah ini gini mba, saya sudah dengar cerita tentang kejadian tempo hari yang menimpa keluarga mba" jelas bu siti
"jadi maksud kedatangan saya ke sini itu mau menawarkan pekerjaan ke ayas, buat jadi asisten rumah tangga di ibukota menggantikan anak saya yang mau menikah bulan depan. gaji nya lumayan besar karena bukan di rumah orang sembarangan mba. anak saya saja di gaji nya 2 juta sebulan. tapi setelah menikah dia mau ikut suami nya ke kalimantan jadi bos nya minta dia untuk carikan orang penggnti sebelum dia keluar" jelasnya panjang lebar
"apa 2 juta bu besar sekali gajinya" jawab ibu kaget
"tapi saya tidak tega jika membiarkan ayas pergi merantau ke ibukota seorang diri, ayas belum berpengalaman merantau" jawab ibu
"engga bu ayas bisa ko, ayas berani bu, ibu harus percaya sama ayas ya, mungkin ini jawaban atas do'a kita, ayas bisa bantu perekonomian keluarga ini dan ayas ga harus menikah sama juragan bu, kalo ayas masih di sini pasti juragan mencari cara agar ayas bisa menikah dengan nya, tolong ibu percaya ayas, ayas hanya minta doa ibu sama bapak" ucap ayas meyakinkan ibu dan bapak nya yang dari awal kedatangan sudah ikut duduk di ruang tamu
"sebelum nya terima kasih banyak atas tawaran nya bu siti, nanti akan kami fikirkan lagi, bu siti kan tau ayas anak kami satu-satu nya jadi kami harus memikirkan dengan matang tawaran bu siti" jelas ayah
"iyah baiklah jika kalian sudah punya jawaban datang saja ke rumah ya. saya tunggu jawaban nya hari minggu ini, karena jika ayas tidak mau saya akan carikan yang lain" jelas bu siti
"kalo begitu saya pamit pulang dulu ya mba mas" lanjut bu siti seraya berdiri dan pamit pergi
"Assalamualaikum " ucap nya
"wa'alaikumussalam hati-hati di jalan bu siti" jawab ayas
"hah 2 juta gaji yang besar emang nya di kira ini tahun 80an apa? dia ga tau di tahun segini 2 juta mana cukup untuk hidup sebulan" ucap ku sambil nengok ke arah kalender.
sontak aku reflek melihat kalender yang tergantung di sebelah jendela dan betapa terkejut nya aku dengan apa yang aku lihat. ternyata benar ini tahun 1988 😱
"astaga ternyata benar ini tahun 80an tapi mana mungkin? ku kira aku tersesat ke desa yang sangat tertinggal mangkanya aku tidak curiga dengan suasana dan pakaian orang-orang ini. tahun segini bahkan aku saja belum lahir sebenarnya siapa mereka dan kenapa aku di sini? " pertanyaan itu membuat kepala ku sakit karena tidak tau harus kemana mencari jawaban nya.
__ADS_1