
Sementara itu di kampungnya ayas, sesuai janji juragan datang kembali ke rumah ayas, membawa serta rombongan pengantar pengantin beserta ke-6 istrinya yang lain, juragan datang hendak menikah dengan ayas.
"*Loh aku ada di depan rumah nya ayas, ada apa aku ko tiba-tiba pindah ke sini" ucap ku bertanya-tanya
"sudahlah aku lihat saja dulu apa yang sebenarnya terjadi, ah ada suara musik dari mana itu asal nya" sambil tengak tengok*
*suara musik dari rebana pengantar pengantin*
"hahahaha ayas ayas aku datang sayang" teriak juragan sambil berjalan mendekat ke rumah ayas.
"aiiissstttt si gendut bereng*k ini lagi " ucap ku kesal.
Terlihat ada bapak dan ibu sudah ada di depan pintu melihat keributan yang ada di depan rumah, sontak semua warga berkerumun melihat apa yang sebenar nya terjadi di rumah ayas.
bapak dan ibu terus berpegangan tangan saling menguatkan satu sama lain, dan bersiap dengan resiko apa pun yang akan merek hadapi.
"mana ayas? " tanya juragan yang sudah berpakaian pengantin itu.
"ayas tidak ada " jawab bapak
"apa maksud mu ? Kemana ayas?"
Ayas sudah pergi dari sini, jadi juragan urungkan saja niat juragan itu dan kembalilah"
__ADS_1
"APA...! KALIAN BERDUA CEPAT CARI DIMANA AYAS SEKARANG KALO KETEMU SERED DIA BAWA KE HADAPAN KU...! KELEDAH RUMAH INI ATAU HANCURKAN SAJA SEMUA... !" teriak juragan penuh emosi
lalu kedua anak buah nya mencari ayas ke dalam rumah, dan 10 yang lain nya berpencar mengelilingi kampung.
"ayas tidak ada di rumah juragan, kami sudah mencari nya!"
"APA!" geram juragan kesal
"Berani-berani nya kalian mempermainkan ku!"
Juragan hanya menganggukan kepalanya dan para pesuruhnya menghajar bapak untuk yang kesekian kali nya. Bapak di hajar tanpa ampun oleh anak buah juragan, ibu hanya bisa berteriak histeris sambil menangis memohon kepada orang-orang untuk menyelamatkan suami nya dari amukan itu, tetapi orang-orang lagi-lagi hanya melihat tanpa bergeming sedikit pun, mereka takut nasib mereka sama seperti yang di alami oleh bapak, hingga datang ustad yang sangat di segani di desa itu.
"ada apa ini? hentikan juragan!" ucap pak ustad
"Hentikan sekarang juga atau saya bawa masalah ini ke jalur hukum"
Juragan pun langsung menyuruh anak buah nya untuk berhenti menghajar bapak.
Bapak yang sudah lemas tak berdaya dan bercucuran darah dari hidung, pelipis, dan mulut nya hanya bisa tergeletak di atas tanah. Ibu dan beberapa warga lain membantu membangunkan bapak dan mengangkat nya hingga ke dalam rumah.
juragan dan rombongan nya pun pergi dari rumah itu dengan perasaan kesal dan marah.
"lebih baik kita bawa pak samsul ke puskesmas bu" saran salah seorang warga.
__ADS_1
"iyah pak ayo tolong bantu suami saya"
Salah seorang warga bergegas pergi mengambil mobil bak terbuka milik nya untuk membawa bapak ke puskesmas.
sesaat mobil itu pun tiba di depan rumah, lalu orang-orang berbondong-bondong mengangkat bapak ke atas mobil bak itu.
Ibu yang sedari tadi menangis tak henti turut ikut naik ke atas mobil.
"pak yang kuat ya pak" ucap ibu sambil mengelus kepala suami nya yang tek sadarkan diri di pangkuan nya.
Tak lama mobil pun sudah sampai di puskesmas terdekat dari desa itu. Bapak langsung masuk ke UGD untuk mendapatkan tindakan pertama, sementara itu ibu dan warga lain menunggu di depan pintu.
"Dokter bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya ibu cemas
Dokter menatap mata ibu lalu berkata
"maaf kan saya bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi suami ibu sudah tidak bernyawa saat datang ke sini, kemungkinan suami ibu sudah meninggal setengah jam yang lalu, kami sungguh minta maaf ya bu, semoga ibu dan keluarga di berikan kesabaran dan ke ikhlasan, kalo begitu saya permisi dulu"
" Inalillahi wa inailaihi rojiun, bapak ya Allah" ucap ibu sambil berlari masuk ke dalam ruangan.
warga lain pun ikut masuk dan berusaha menenangkan ibu.
" yang ikhlas ya bu samsul, lebih baik kita urus segera pemakaman beliau" ucap pak ustad
__ADS_1
" inalillahi, pak samsul meninggal, si ber**gsek itu membunuh pak samsul, kurang ajar, heh warga laporin dong ke kantor polisi gimana sih pada diem aja" ucap ku kesal, tapi entah kenapa air mata ku menetes melihat kejadian ini.