TAK TERBATAS

TAK TERBATAS
KELUARGA ADIWIJAYA


__ADS_3

Setelah selesai beres-beres barang bawaan nya, Ayas duduk di kasur dan melihat kesekeliling kamar itu, terlihat kamar ukuran 3x3 meter dan ada kamar mandi kecil di dalam nya, terpasang juga kipas angin gantung yang cukup dingin saat di nyalakan.


Ayas masih tidak percaya atas apa yang iya alami saat ini. Bisa merasakan kasur empuk dan tinggal di kamar yang layak seperti ini membuatnya senang bercampur sedih, rasanya seperti mimpi, Ayas pun terlihat sedih karena mengingat orang tua nya di kampung.


" Ayas kenapa kamu menangis lagi?" tanya bu Siti.


" Ayas ingat bapak dan ibu, andai mereka bisa tidur di kasur yang empuk seperti ini, tidak tidur di tanah beralaskan tikar sobek lagi" ucap nya sambil mengusap air matanya.


" Ayas kamu tidak usah sedih, nanti saat kamu sudah gajian, kamu bisa kirimkan uang nya untuk membangun rumah mu di kampung agar orang tua mu bisa tidur dengan nyaman, mangkanya kamu harus kerja yang rajin dan semangat yah" ucap bu Siti menyemangati Ayas.


" Ah iyah bu Siti benar, aku harus semangat demi orang tua ku, agar mereka tidak hidup susah lagi " ucap Ayas dengan penuh semangat.


" Nah gitu dong semangat yah Ayas ".


Tak lama kemudian datang lah anak nya bu Siti ke kamar itu.


" Ayas ayo siap-siap aku akan mengenalkan kamu sama tuan dan nyonya Adiwijaya" ajak nya.


" Iya aku sudah siap" kata Ayas.


****************


Sementara itu, di ruang keluarga tuan dan nyonya Adiwijaya sedang duduk sambil minum teh, beserta kedua anak laki-laki nya.


Anak pertama keluarga itu bernama Arjuna Adiwijaya berumur 21 tahun dan anak ke dua nya bernana Bisma Adiwijaya berumur 17 tahun.


Keluarga Adiwijaya adalah keluarga pengusaha yang kaya raya, perusahaan mereka mencakup berbagai bidang mulai dari makanan pokok, pakaian, alat elektronik hingga produksi kendaraan, mereka juga bergerak di bisnis pertambangan batu bara di Kalimantan.


" Permisi tuan nyonya dan aden, saya ingin mengenalkan pelayan baru di rumah ini, dia yang akan menggantikan saya kerja di sini, ini dia namanya Ayas dia berasal dari kampung yang sam dengan saya" jelas anak nya bu Siti.


" Perkenalkan nama saya Umi Ayasya tuan nyonya" ucap Ayas sembari menundukan kepala nya memberi hormat.


" Iyah selamat datang Ayas, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik, dan kamu bisa betah kerja di sini" ucap nyonya sambil tersenyum.


" Iyah nyonya terima kasih banyak, saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh" jawab Ayas.


" Owh ia kenalkan ini anak saya yang pertama, Arjuna dan itu adik nya Bisma, soal pekerjaan apa saja yang harus kamu lakukan biar Wati yang jelaskan, baiklah sekarang kamu bisa kembali kekamar mu besok sudah mulai kerja yah " lanjut nyonyah.

__ADS_1


" Baik nyonya" ucap Ayas.


Tanpa di ketahui orang sedari tadi Bisma memperhatikan Ayas dari ujung rambut hingga ujung kaki.


" Hemm baru kali ini aku lihat ada pembantu rumah ini yang wajahnya cantik seperti ini, boleh juga" ucap Bisma dalam hati.


Sementara itu aku yang dari tadi melihat kejadian itu hanya bisa memutar otak ku mencari jawaban atas keadaan apa ini.


"Hah tuh kan benar dugaan ku, ini kekuarga Adiwijaya, itu ayah mertua dan itu paman Bisma, berti dulu Ayas pembantu di rumah ini"


"Lalu apa hubungannya sama aku ? Apa aku harus melihat history keluarga Adiwijaya dan pembantunya Ayas?" ucap ku menebak-nebak


****************


Hari pun berlalu bu Siti dan anak nya sudah pergi dari kediaman Adiwijaya. tak lupa Ayas menitipkan surat kepada bu Siti untuk di sanpaikan kepada kedua orang tua nya di kampung halaman.


Sementara itu, Ayas yang sudah mulai bekerja masih di bimbing oleh Wati agar Ayas tau apa saja tugas yang harus iya kerjakan.


"Ayas nanti kamu kerja nya nyapu dan ngepel serta elap-elap barang dan perabotan yang ada di lantai 2 yah. di lantai 2 ada kamar tidur tuan dan nyonya serta tuan Arjun dan Bisma. Nanti sekalian kamu bereskan yah, habis ini aku akan ajarkan kamu cara mengelap barang-barang mahal ini, kamu harus sangat hati-hati karena harganya sangat mahal, jika sampai rusak mau kita kerja di sini sampai mati pun tidak akan sanggup untuk mengganti nya, jadi kamu harus benar dan rapih ya kerja nya!" jelas Wati panjang lebar.


" Iya mba Wati saya akan belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh di sini".


" Tapi mba Wati apa kerja saya hanya beberes saja di lantai 2 tidak ada kerjaan yang lain?".


" Hahahahahaha" sontak Wati pun tertawa mendengar ucapan Ayas.


" Loh ko ketawa mba apa ada yang lucu?".


" Ayas Ayas aku jadi penasaran apakah kamu akan menanyakan kerjaan tambahan setelah kamu mulai kerja nanti" senyum Wati.


Ayas yang mendengarnya hanya bingung dengan jawban Wati. Lalu iya pun ikut tersenyum.


"Ayas ini adalah rumah keluarga Adiwijaya, meskipun majikan kita hanya 4 orang tapi rumah ini sangat besar mungkin bisa untuk menampung warga kampung 1 RT, karena rumah ini sangat besar kamu bisa setengah hari hanya mengerjakan menyapu saja nanti setelah zuhur baru kamu bisa mulai ngepel hingga magrib tiba belum lagi ngelap-ngelap barang-barang nya. Nyonya sangat tidak suka barang-barangnya di hingapi debu-debu jadi kamu harus membersihkan nya setiap hari. Kelihatan sepele memang tapi kerja di sini cukup menguras tenaga. Asal kamu kerjanya bagus nyonya tidak sayang memberikan mu gaji yang besar" jelas Wati panjang lebar.


Ayas pun terus berjalan mengikuti Wati dari belakang sambil menaiki anak tangga menuju lantai 2. Sesampainya di lantai 2 Ayas pun terkejut bukan main dengan apa yang ia lihat, ternyata benar kata Wati lantai 2 sangat luas dan banyak di hiasi guci-gusi yang sangat besar.


" Mba apa saya mengerjakan nya sendirian? " tanya Ayas sambil melongo.

__ADS_1


" Tidak Ayas kamu kerja sama aku di atas sini".


" Ah syukurlah" ucap Ayas lega.


" Nah ayo Ayas kita berkeliling untu melihat tempat mana saja yang harus kamu besihkan nanti" ajak Wati.


Saat Ayas dan Wati berkeliling lantai 2 tak sengaja Ayas menabrak Bisma yang baru saja keluar dari kamar nya.


"Bruk"


" Aduh maaf tuan saya tidak sengaja" ucap Ayas panik.


" Ah kamu anak baru itu yah, siapa nama kamu tadi?" tanya Bisma


" Saya Ayas tuan" jawab Ayas sambil menunduk


" Ah iya iya iya Ayas yah, nama yang cukup bagus, berapa umur mu?"


" Saya 18 tahun tuan"


" Ah serius kau lebih tua dari aku? Ku kira umur mu masih 14 atau 15 tahun"


" Ya sudah sana kau boleh pergi"


" Baik tuan, saya permisi"


Ayas pun berlalu pergi dengan Wati melanjutkan berkeliling nya.


" Tuan Bisma sangat tampan yah" ujar Wati.


" Ah" jawab Ayas singkat sambil mengangguk.


" Yah selain tampan tuan Bisma tidak sekaku tuan Arjun, dia masih mau menyapa dan berbicara sedikit dengan para pelayan seperti kita, kalo tuan Arjuna sebaliknya dia sangat cuek dan hampir tidak pernah berbicara kepada para pelayan" jelas Wati.


Ayas hanya mendengarkan sambil trus berjalan.


" Hemmm paman Bisma dan Ayas ? Sepertinya kalo aku lihat-lihat paman Bisma menyukai Ayas " ucap ku yang dari tadi memperhatikan kegiatan Ayas.

__ADS_1


__ADS_2